COVID-19: Mempromosikan pengembangan keterampilan

Tetap kompetitif selama COVID-19 dengan keterampilan digital

Menanggapi meningkatnya kebutuhan akan keterampilan TIK yang disebabkan pandemi COVID-19, ILO bekerja sama dengan Asosiasi Ritel Indonesia (APRINDO) menyediakan kesempatan bagi pemilik usaha dan pekerja yang di-PHK agar dapat lebih kompetitif dengan peningkatan keterampilan digital.

19 Mei 2020

Content also available in: English
Seperti halnya tempat lain di dunia, industri ritel di Indonesia juga mengalami perlambatan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi COVID-19. Ratusan toko harus tutup karena karantina dan jutaan pekerja terkena dampaknya. Namun, ada kebutuhan yang meningkat untuk keterampilan teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) mengingat ratusan perusahaan ritel, toko dan toserba, termasuk peritel kecil dan menengah, telah memindahkan layanan mereka secara daring.

(c)ILO/M. Rimando Menanggapi meningkatnya kebutuhan ini, ILO bekerja sama dengan Asosiasi Ritel Indonesia (APRINDO) telah meluncurkan dua layanan pelatihan daring pada 13 Mei: Pelatihan Bikin Aplikasi Toko Online dan Pelatihan Administrasi Toko Online. Menyasar pemilik usaha dan pekerja yang kehilangan pekerjaan, pelatihan daring ini bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat aplikasi toko daring dan meningkatkan kemampuan kerja para peserta di sektor ritel agar dapat menghasilkan pendapatan dan mata pencarian yang berkelanjutan.

Saya mengucapkan selamat kepada semua peserta yang telah memutuskan untuk menghadapi ketidakpastian yang disebabkan oleh wabah dengan mempersiapkan diri lebih baik untuk pekerjaan Anda di masa depan, berusaha untuk belajar pengetahuan bisnis baru dan meningkatkan keterampilan teknologi Anda."

Michiko Miyamoto, Direktur Kantor ILO di Indonesia
Lebih dari 300 orang di seluruh Indonesia telah mendaftar dengan 87 peserta yang akhirnya terpilih, termasuk dua peserta penyandang disabilitas. Mayoritas pesertanya adalah kaum muda berusia di bawah 30 tahun, di mana 60 persennya adalah perempuan.

Michiko Miyamoto, Direktur Kantor ILO di Indonesia, mengingatkan para peserta tentang pentingnya teknologi untuk pekerjaan masa depan dan dalam menghadapi perubahan ketenagakerjaan akibat wabah COVID-19.

“Teknologi terus berkembang di tempat kerja. Saya mengucapkan selamat kepada semua peserta yang telah memutuskan untuk menghadapi ketidakpastian yang disebabkan oleh wabah dengan mempersiapkan diri lebih baik untuk pekerjaan Anda di masa depan, berusaha untuk belajar pengetahuan bisnis baru dan meningkatkan keterampilan teknologi Anda, "kata Michiko dalam sambutannya secara daring.

Senada Roy Mandey, Ketua APRINDO, mengaskan pentingnya produktivitas dan kompetensi di era digital. “Dunia kini sedang berubah dan terus berubah. Karenanya pekerjaan masa depan berarti pekerjaan digital. Pelatihan-pelatihan ini memberikan keterampilan digital yang dapat dipergunakan untuk mempertahankan produktivitas dan kompetensi setelah wabah COVID-19,” ujar dia.

Pekerjaan masa depan berarti pekerjaan digital. Pelatihan-pelatihan ini memberikan keterampilan digital yang dapat dipergunakan untuk mempertahankan produktivitas dan kompetensi setelah wabah COVID-19."

Roy Mandey, Ketua APRINDO
Pelatihan empat hari mengenai aplikasi toko dilakukan dengan durasi dua jam per sesi dari 14 hingga 19 Mei, yang meliputi sesi desain toko daring, identifikasi platform daring, manajemen pangkalan data, transaksi daring dan manajemen pelanggan. Sementara itu pelatihan dua hari mengenai administrasi toko daring dilakukan dengan durasi empat jam per sesi dari 18-19 Mei, meliputi administrasi untuk stok barang, penjualan dan pemasaran digital.

“Melalui program pelatihan ini, kami berupaya dapat melatih maksimal 600 peserta dalam waktu 5 bulan. Meski perempuan dan laki-laki sama-sama kehilangan penghasilan, kami memprioritaskan bantuan ini bagi perempuan karena mereka lebih rentan terhadap dampak wabah COVID-19, ”kata Santy Otto, Staf Proyek ILO untuk Perempuan dalam Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika (STEM).

Program pelatihan ini dilakukan oleh ILO melalui Program Kesiapan dan Pengembangan Tenaga Kerja Perempuan dalam STEM. Didanai oleh J.P Morgan Chase Foundation, program ini berusaha untuk memberikan perempuan keterampilan non-teknis dan teknis untuk membantu perempuan mendapatkan pekerjaan berkualitas dan mendukung kemajuan karier perempuan, khususnya di bidang teknologi informasi. Di tengah pandemi COVID-19 dan mempertimbangkan persyaratan keterampilan dalam konteks yang baru ini, program ini telah memperluas cakupannya untuk menyediakan pelatihan TIK yang dirancang khusus bagi kebutuhan sektor ritel.

Related content

Toko daring bantu pengusaha disabilitas penuhi tantangan COVID

Dampak kami, suara mereka

Toko daring bantu pengusaha disabilitas penuhi tantangan COVID