Advancing social justice, promoting decent work
ILO is a specialized agency of the United Nations
English
Tempat kerja yang lebih aman dengan memadukan program pencegahan HIV dan COVID-19
ILO dan mitra sosialnya terus mempromosikan program pencegahan terpadu untuk HIV dan COVID-19 demi menciptakan tempat kerja yang lebih aman dan produktif.
Tes COVID-19 yang diadakan di tempat kerja
Pandemi COVID-19 telah membebani sistem kesehatan dan memberikan gangguan layanan perawatan medis rutin bagi banyak orang secara global dan nasional. Akibatnya, banyak orang yang hidup dengan HIV dan penyakit lain seperti tuberkulosis (TB) menghadapi hambatan besar untuk mengakses perawatan dan obat yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup.
Gangguan yang disebabkan oleh pandemi dapat menciptakan kondisi yang memudahkan penyebaran HIV karena orang mungkin tidak dapat mengakses layanan seperti tes dan pengobatan HIV. Semua perubahan ini juga dapat mempersulit jangkauan populasi yang rentan.
ILO bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Ikatan Dokter Kesehatan Indonesia (IDKI) baru-baru ini meluncurkan Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 di Tempat Kerja. Memahami pentingnya program terpadu dan memastikan program kesehatan lainnya tidak tertinggal, Pedoman ini memasukkan langkah utama terpadu untuk menyesuaikan pencegahan dan penanganan COVID-19 dan HIV/AIDS, antara lain:
Kebijakan kerahasiaan terkait dengan maraknya konsultasi yang dilakukan secara daring.
Izin tertulis (informed consent) terkait dengan pengungkapan status kesehatan, jika kondisi tertentu diperlukan untuk menginformasikan orang dengan HIV yang terinfeksi COVID-19.
Kampanye terpadu terkait HIV dan COVID-19 serta penggunaan media digital.
Program pengujian terpadu untuk HIV dan COVID-19.
Perhatian khusus yang diberikan kepada orang yang hidup dengan HIV yang rentan terinfeksi oleh COVID-19.
Memberikan memberikan pengobatan ARV selama 3 bulan (bukan satu bulan) untuk menghindari kunjungan berulang ke layanan kesehatan medis.
Program-program terpadu di tingkat perusahaan
Beberapa perusahaan telah memadukan program pencegahan dan penanggulangan HIV dan COVID-19. Program terpadu di tingkat perusahaan menunjukkan bukti bahwa selama pandemi COVID-19, penerapan program pencegahan HIV / AIDS di tempat kerja tetap dapat dilaksanakan.
Pekerja pelabuhan dan pelaut rentan terhadap HIV dan COVID-19
Program terpadu dilakukan di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah selama dua bulan pada November-Desember 2020. Pelabuhan ini mengelola setidaknya 640 pekerja pelabuhan dan 3.000 pelaut yang melakukan mobilitas setiap bulan. Karena sifat pekerjaan mereka, pelaut dan pekerja pelabuhan — mayoritas adalah laki-laki dan berpindah- pindah — rentan terhadap HIV dan COVID-19.
Program ini dimulai dengan program pendidikan dan sosialisasi terpadu terkait HIV dan COVID-19 untuk semua staf, termasuk manajemen tingkat tinggi pelabuhan. Program ini dilaksanakan dengan dukungan dari kantor kesehatan pelabuhan dan LSM lokal yang menangani masalah HIV, Yayasan Kalandra, diikuti dengan program konseling dan tes HIV (VCT@Work) secara sukarela.
Program VCT menerapkan protokol COVID-19 (menjaga jarak fisik, pemakaian masker, sanitasi dan sebagainya) yang diikuti 182 pelaut dan pekerja pelabuhan. Program ini juga merujuk kepada perawatan ARV bagi mereka yang terdiagnosa HIV positif.
Program ini diakhiri dengan penandatanganan kebijakan non-diskriminatif di pelabuhan Tanjung Emas oleh Syahbandar Pelabuhan Tanjung Emas, Asosiasi Pemilik Kapal Indonesia (INSA) dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Kebijakan tersebut menyoroti hak orang yang hidup dengan HIV dan orang yang terinfeksi COVID-19 dari diskriminasi di tempat kerja.
Di tingkat perusahaan, upaya pengintegrasian program pencegahan kedua pandemi tersebut telah berhasil dilakukan oleh PT Cilegon Fabricators. Berlokasi di Serang, Banten, perusahaan ini mempekerjakan total 1.126 pekerja, dengan 1.100 di antaranya adalah pekerja laki-laki.
Program terpadu ini dilakukan bekerja sama dengan puskesmas setempat dan LSM lokal yang menangani masalah HIV, Yayasan Kusuma Buana. Program ini mencakup kombinasi materi pendidikan untuk HIV dan COVID-19, program pelatihan terpadu untuk berbagai bidang, termasuk tim K3 dan program pengujian terpadu untuk VCT@work dan tes cepat.
“Di masa pandemi saat ini, kami telah memadukan program pencegahan HIV dengan COVID-19. Ini untuk memastikan tempat kerja yang aman dan perlindungan bagi pekerja kami dan manajemen,” jelas dr Irwan Wicaksono, Manajer HSE dan Dokter Perusahaan PT Cilegon Fabricators.