Tempat kerja yang aman melindungi pekerja dan bisnis
ILO dan mitra sosialnya membahas cara untuk mempertahankan bisnis seraya mengupayakan tempat kerja yang aman bagi pekerja selama pandemi. Diskusi tersebut menandai peluncuran Proyek baru yang didanai pemerintah Jepang tentang peningkatan pencegahan COVID-19 di dan melalui tempat kerja.
12 Juli 2021
Satu pertanyaan yang masih tersisa: di tengah semua upaya dan kekhawatiran yang terus membayangi terkait pandemi, bagaimana kita semua harus mencapai keseimbangan dalam mempertahankan kegiatan ekonomi seraya memastikan keselamatan tempat kerja? ILO berupaya mengumpulkan perspektif dari para aktor utama ketenagakerjaan untuk menemukan jawabannya melalui webinar berjudul: Bisnis dan Pandemi COVID-19: Mengurangi Risiko Infeksi di Tempat Kerja” pada 6 Juli. Webinar ini menghadirkan perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) dan Ikatan Dokter Indonesia untuk Kesehatan Kerja (IDKI).
Webinar ini diselenggarakan sebagai bagian dari peluncuran proyek baru berjudul “Meningkatkan Pencegahan COVID-19 di dan melalui Tempat Kerja”, yang didanai oleh Pemerintah Jepang. Proyek ini secara resmi diluncurkan oleh Dra. Haiyani Rumondang, M.A, Direktur Jenderal Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kementerian Ketenagakerjaan, Kenji Kanasugi, Duta Besar Jepang untuk Indonesia dan Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste.
Proyek, yang berlangsung hingga Maret 2022, menandai kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang, dengan dukungan ILO, untuk mempromosikan penciptaan lapangan kerja dengan meningkatkan pencegahan COVID-19 dan meningkatkan keselamatan dan kesehatan pekerja, yang merupakan prasyarat mutlak bagi dibukanya kembali, keberlanjutan dan perluasan bisnis. Proyek ini juga bertujuan untuk memperkuat kapasitas pengawas ketenagakerjaan, profesional K3 serta perwakilan perusahaan dan pekerja untuk secara efektif menangani pandemi saat ini dan tantangan K3 lainnya.
Tempat kerja sebagai garda terdepan untuk melindungi pekerja
dari Bangkok, Dr Yuka Ujika, Spesialis ILO untuk K3, menjelaskan selama webinar bahwa tempat kerja memiliki peran dalam mengatasi pandemi dengan mengurangi risiko penularan virus, menjadi pusat informasi terkait pencegahan dan berbagi pengalaman praktik yang baik di luar tempat kerja. “Tempat kerja dapat memainkan perannya dengan meningkatkan kapasitas pekerja dan pengusaha, serta dengan memperkuat layanan kesehatan kerja melalui promosi budaya pencegahan, penerapan penilaian dan pengendalian risiko serta pengembangan sistem manajemen K3,” kata Dr Ujita.Menegaskan kembali pernyataan Dr. Ujita tentang sistem manajemen K3, Yuli Adiratna, Direktur Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan, menekankan bahwa tempat kerja harus memadukan tindakan pencegahan ke dalam program K3 mereka, sementara pada saat yang sama memberdayakan pembentukan Komite K3 perusahaan (P2K3) dan mengoptimalisasi fungsi pelayanan kesehatan kerja.Tempat kerja dapat memainkan perannya dengan meningkatkan kapasitas pekerja dan pengusaha, serta dengan memperkuat layanan kesehatan kerja melalui promosi budaya pencegahan, penerapan penilaian dan pengendalian risiko serta pengembangan sistem manajemen K3."
Dr Yuka Ujika, Spesialis ILO untuk K3
Sedangkan dari sisi pengusaha, dr. Rima Melati, Komite K3 Apindo, menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran pekerja dan manajemen tentang perubahan perilaku sehat dalam menghadapi pandemi. “Komunikasi dan sosialisasi tentang protokol COVID-19 dan praktik yang baik akan mengurangi risiko infeksi di antara pekerja di tempat kerja,” katanya.
Senada, Elly Rosita Silaban, Presiden KSBSI, menambahkan bahwa serikat pekerja memiliki peran penting untuk memfasilitasi komunikasi dengan pekerja tentang risiko yang muncul dan dampaknya. “Mengupayakan tindakan bersama untuk meningkatkan K3 sudah dilakukan oleh banyak pekerja, terutama memastikan rekan kerja mereka mengetahui skema vaksinasi yang tersedia,” tambah Elly.Kami akan mereplikasi praktik baik berdasarkan pengalaman kami di tingkat perusahaan dalam menangani pandemi."
Dr Eddy, Ketua Ikatan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia (IDKI)
Peran penting tempat kerja sebagai garda terdepan untuk melindungi para pekerja juga ditegaskan oleh Dr Eddy, Ketua Ikatan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia (IDKI). Sebagai mitra pelaksana Proyek, IDKI akan memberikan bantuan kepada lebih dari seribu tempat kerja di Indonesia untuk mengembangkan protokol pencegahan dan penularan COVID-19 di tempat kerja. “Kami akan mereplikasi praktik baik berdasarkan pengalaman kami di tingkat perusahaan dalam menangani pandemi,” katanya.
Webinar ini ditutup dengan tanggapan antusias dari perusahaan dan pekerja untuk mendaftar pada layanan penilaian ILO. Layanan ini disasarkan akan dapat membantu 1.500 tempat kerja dalam menilai risiko infeksi COVID-19 dan menerapkan rencana tindakan untuk meningkatkan tindakan pencegahan COVID-19 berdasarkan saran dokter K3.
Siaran langsung acara ini dapat ditonton melalui ILO TV Indonesia
Related content
Indonesia dan Jepang jalin kerja sama tingkatkan pencegahan COVID-19 di tempat kerja