Tahun Koperasi Internasional 2012: Mengurangi kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja melalui koperasi
JAKARTA (Siaran Pers Bersama): Koperasi menyediakan sekitar 100 juta lapangan kerja di seluruh dunia. Koperasi pun memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi, terutama dalam pembangunan pertanian di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Diperkirakan sekitar 50 persen hasil pertanian global dipasarkan melalui koperasi.
11 Juni 2012
JAKARTA (Siaran Pers Bersama): Koperasi menyediakan sekitar 100 juta lapangan kerja di seluruh dunia. Koperasi pun memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi, terutama dalam pembangunan pertanian di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Diperkirakan sekitar 50 persen hasil pertanian global dipasarkan melalui koperasi.
Di Indonesia, terdapat sekitar 192.443 koperasi sampai dengan Mei 2012 dengan jumlah keseluruhan anggota mencapai 33,68 juta atau 14,14 persen dari keseluruhan penduduk. Kebanyakan dari koperasi ini (sekitar 70 persen) berada di daerah perdesaan. Karenanya, gerakan koperasi di Indonesia dinilai sebagai salah satu organisasi masyarakat dan usaha sosial terbesar yang memiliki potensi besar dalam pembangunan perdesaan dan penciptaan lapangan kerja.
Menyikapi meningkatnya peran koperasi dalam pengurangan kemiskinan dan pembangunan ekonomi serta sosial, Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO) bersama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dan Allianz, sebuah perusahaan asuransi swasta, akan menyelenggarakan seminar satu hari bertajuk “Mengurangi Kemiskinan dan Menciptakan Lapangan Kerja melalui Koperasi” pada Selasa, 12 Juni, di SME Tower, Jakarta. Seminar ini diselenggarakan sejalan dengan peringatan Tahun Koperasi Internasional.
Seminar ini akan diresmikan oleh DR. Syarief Hasan, Menteri Negara Koperasi dan UKM, Handojo Kusuma, Wakil Presiden Direktur Allianz Life Indonesia, dan Peter van Rooij, Direktur ILO di Indonesia. Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bagi para pemangku kepentingan terkait mengenai nilai dan prinsip koperasi serta pentingnya peran koperasi sebagai alternatif dalam menjalankan usaha.
Selanjutnya, seminar ini akan menghadirkan unsur dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kota, bersama dengan para mitra sosial, untuk mengidentifikasi bagaimana mereka dapat bekerja sama untuk mengembangkan strategi yang efektif dan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih baik untuk meningkatkan kontribusi koperasi terhadap pembangunan sosio-ekonomi di Indonesia.
“Tahun 2012 merupakan tahun yang penting bagi koperasi. Saya menyambut baik penyelenggaraan seminar ini yang sejalan dengan tujuan dan program pemerintah untuk merevitalisasi dan meningkatkan gerakan koperasi sebagai bagian dari usaha kecil yang menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, yang pada gilirannya akan mengurangi kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas,” kata Syarief Hasan, Menteri Negara Koperasi dan UKM.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara sektor swasta dengan badan-badan internasional, termasuk badan-badan PBB. “Belajar dari pengalaman negara-negara lain akan sangat bermanfaat bagi Indonesia agar kita dapat menerapkan pelajaran yang diperoleh, perangkat dan metodologi yang tersedia untuk replikasi. Di saat yang sama, para mitra kami pun dapat belajar dari pengalaman Indonesia dalam mengelola potensi koperasi.”
“ILO menilai koperasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kondisi kehidupan dan kerja bagi perempuan dan laki secara global serta menciptakan infrastruktur dan layanan penting yang tersedia. Mengakar dari komunitas lokal, koperasi merupakan organisasi usaha yang yang berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan bertindak sebagai sumber lapangan kerja dan mata pencaharian di komunitas mereka sendiri,” ujar Peter van Rooij, Direktur ILO di Indonesia.
Dalam seminar ini, Kementerian Koperasi dan UKM, ILO dan Allianz akan meluncurkan program bersama mengenai asuransi mikro dan pendidikan keuangan melalui koperasi. Program bersama ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keuangan bagi para anggota koperasi. Selanjutnya, program ini pun bertujuan meningkatkan kapasitas untuk membantu mereka hidup di atas tingkat kemiskinan saat terjadinya krisis (krisis kesehatan, kehilangan pekerjaan dan sebagainya).
“Kami sangat senang dapat menjalin kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM dan ILO untuk melakukan sosialisasi mengenai asuransi mikro dan pendidikan keuangan melalui koperasi. Saat ini, asuransi mikro berkembang sebagai perangkat baru bagi kelompok masyarakat yang berpendapatan rendah untuk melindungi keluarga mereka terhadap risiko tahapan kehidupan. Program bersama ini merupakan bukti nyata dari komitmen kami dalam memberikan layanan asuransi terhadap berbagai kalangan masyarakat dan juga keinginan kami untuk dapat berbagi dengan masyarakat,” ujar Handojo Kusuma, Wakil Presiden Direktur Allianz Life Indonesia.
Allianz Life bekerja sama dengan Yayasan Allianz Peduli, ILO dan Kementerian Koperasi dan UKM sepakat untuk meningkatkan layanan perlindungan terhadap risiko dan pemahaman keuangan terhadap kelompok yang berpendapatan rendah dengan meningkatkan kemampuan koperasi sebagai mitra asuransi dalam memberikan layanan asuransi dan melalui pemberian pelatihan mengenai pendidikan keuangan. Melalui kerja sama dengan koperasi, Allianz akan mengeksplorasi potensi pasar terhadap produk-produk asuransi mikro dan mendapatkan pengetahuan mengenai kebutuhan asuransi dari para anggota koperasi.
Untuk memberdayakan koperasi-koperasi terpilih sebagai mitra, Allianz Life akan melengkapi mereka dengan pengetahuan melalui pelatihan di dalam kelas mengenai bagaimana mendistribusikan, mengelola dan mengatur produk-produk asuransi dan mempersiapkan koperasi untuk menjadi mitra yang kompeten terhadap layanan asuransi swasta.
Tahun Koperasi Internasional dideklarasikan oleh PBB untuk menarik perhatian dan mendorong aksi terhadap berbagai masalah utama. Tahun ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kontribusi besar koperasi dalam mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja dan integrasi sosial. Tahun ini pun akan menyoroti kekuatan usaha koperasi sebagai model usaha yang menjadi alternatif dalam menjalankan usaha dan meningkatkan pembangunan sosio-ekonomi.
Untuk informasi selanjutnya hubungi:
Dharmono
Humas Kementerian Koperasi dan UKM
Tel.: +62215299 2798
Tendy Gunawan
Koordinator Pgoram ILO dan Speasialis Usaha
Tel: +6221 391 3112 ext. 142
Email
Gita Lingga
Humas ILO
Tel.: +6221 391 3112 ext. 115
Email
Adrian DW
Staf Komunikasi Allianz Indonesia
Tel.: +6221 2926 8060