Serikat pekerja memperkuat tindakan mereka terhadap HIV dan AIDS
Serikat pekerja memainkan peran penting dalam implementasi program pencegahan HIV dan AIDS di tempat kerja. Pelatihan ILO membantu mereka dalam memperkuat tindakan mereka terhadap HIV dan AIDS.
19 Februari 2019
Ini memperlihatkan pentingnya pengetahuan yang memadai tentang informasi dasar HIV dan AIDS sebagai cara untuk mengubah sikap dan stigma terhadap orang yang hidup dengan HIV. Tujuan lainnya adalah memperkuat kapasitas organisasi serikat pekerja serta para anggota mereka terhadap program pendidikan dan pecegahan HIV.
Pelatihan ini dilakukan oleh ILO melalui program pencegahan HIV dan AIDS di tempat kerja berdasarkan permintaan konfederasi serikat pekerja. Mereka berkomitmen untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas mereka dalam program pencegahan HIV dan AIDS di tempat kerja agar dapat melindungi para anggota mereka dengan lebih baik terkait dengan HIV dan AIDS.Ada sejumlah insiden di mana beberapa pekerja yang terbukti positif HIV diberhentikan dari tempat kerja. Karenanya sangat penting bagi serikat pekerja untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang HIV dan AIDS serta memiliki kapasitas untuk meningkatkan program pencegahan tempat kerja mereka agar dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi para anggota mereka dan pekerja lain."
Early Dewi Nuriana, Staf ILO untuk HIV dan AIDS
“Ada sejumlah insiden di mana beberapa pekerja yang terbukti positif HIV diberhentikan dari tempat kerja. Karenanya sangat penting bagi serikat pekerja untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang HIV dan AIDS serta memiliki kapasitas untuk meningkatkan program pencegahan tempat kerja mereka agar dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi para anggota mereka dan pekerja lain," kata Early Dewi Nuriana, Staf ILO untuk HIV dan AIDS.
Sesi-sesi pelatihan mencakup mitos dan fakta tentang HIV dan AIDS, kerangka acuan prinsip dan kebijakan program HIV di tempat kerja, pelajaran yang didapat tentang program pencegahan HIV melalui departemen sumber daya manusia, unit keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta layanan/kebijakan terkait lainnya di tempat kerja. Selain itu, pelatihan ini menghadirkan kesaksian dari pekerja HIV-positif yang masih produktif bekerja di perusahaan multinasional.Kesaksian ini benar-benar mengubah cara pandang saya tentang HIV dan AIDS. Orang dengan HIV sama produktifnya dengan pekerja lain dan saya mengagumi kekuatan yang ditunjukkan untuk terus mendidik orang tentang stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV."
Tri Ruswati dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), salah seorang peserta
“Kesaksian ini benar-benar mengubah cara pandang saya tentang HIV dan AIDS. Orang dengan HIV sama produktifnya dengan pekerja lain dan saya mengagumi kekuatan yang ditunjukkan untuk terus mendidik orang tentang stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV,” ujar Tri Ruswati dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), salah seorang peserta.
Sementara Agung dari Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) mengatakan bahwa pelatihan tersebut telah membuka matanya tentang permasalahan terkait HIV dan AIDS di tempat kerja. “Terima kasih kepada ILO untuk pelatihan ini. Saya dulu pernah berpartisipasi dalam pelatihan HIV dan ini menjadi pencerahan bagi saya dan rekan-rekan serikat buruh untuk berpartisipasi dalam pelatihan penyegaran ini.”
Dia menambahkan bahwa anggota serikat pekerja masih kurang akrab dengan masalah HIV dibandingkan dengan masalah upah. Karenanya, ia menekankan pentingnya memasukkan pendidikan pencegahan HIV di tempat kerja sehingga pendidikan pencegahan HIV dan kebijakan non-diskriminatif dapat dimasukkan dalam perjanjian perundingan bersama dengan manajemen.Terima kasih kepada ILO untuk pelatihan ini. Saya dulu pernah berpartisipasi dalam pelatihan HIV dan ini menjadi pencerahan bagi saya dan rekan-rekan serikat buruh untuk berpartisipasi dalam pelatihan penyegaran ini."
Agung dari Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI)
Pelatihan ini diakhiri dengan penetapan rencana kerja masa depan dan rencana aksi untuk internal organisasi serikat pekerja. Sosialisasi bagi anggota serikat telah dipilih sebagai kegiatan utama oleh semua organisasi serikat untuk meningkatkan kesadaran HIV di antara para anggota mereka. Berbagai ide untuk sosialisasi termasuk menyisipkan pendidikan kesadaran HIV dalam pertemuan rutin atau pelatihan di tingkat pimpinan pengurus dan anggota, dalam saluran komunikasi seperti situs dan media sosial serta menyebarkan kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan HIV, sikap dan perilaku berisiko.
“ILO akan terus mendukung peningkatan kapasitas tim inti pelatih serikat pekerja untuk HIV. ILO juga akan mendukung kegiatan pendidikan guna mendidik anggota serikat pekerja tentang pencegahan HIV dan kebijakan non-diskriminatif di tempat kerja. Langkah selanjutnya setelah peningkatan kapasitas dan kepekaan HIV adalah menyelenggarakan inisiatif VCT untuk organisasi serikat pekerja, ” kata Early Dewi.