Kewirausahaan
Serikat pekerja Indonesia bangun keterampilan kewirausahaan untuk dukung transisi energi berkeadilan
ILO memperkuat kapasitas serikat pekerja di Indonesia untuk mempromosikan kewirausahaan dan membantu pekerja mempersiapkan diri menghadapi transisi menuju ekonomi rendah karbon.
22 Juli 2026
SURABAYA, Jawa Timur, Indonesia (Berita ILO) - Tawa, tepuk tangan dan diskusi yang antusias memenuhi ruang pelatihan. Para peserta bergantian memainkan simulasi, memaparkan ide bisnis dan saling bertukar pengalaman. Alih-alih mendengarkan ceramah panjang, mereka belajar melalui permainan, diskusi kelompok dan berbagai kegiatan interaktif yang mendorong setiap orang untuk aktif berpartisipasi.
Di balik suasana yang hangat dan penuh energi itu, tersimpan sebuah tujuan yang penting. Seiring Indonesia mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon, banyak pekerja di sektor-sektor yang masih bergantung pada batu bara menghadapi ketidakpastian terhadap masa depan pekerjaan mereka. Keterampilan kewirausahaan menjadi salah satu bekal penting agar mereka mampu menciptakan sumber penghidupan baru dan memanfaatkan peluang di sektor ekonomi yang terus berkembang.
Untuk mendukung upaya tersebut, ILO, melalui Inisiatif Inovasi Kawasan untuk Transisi Energi Berkeadilan (IKI-JET) ILO, bekerja sama dengan Forum untuk Transisi Energi Berkeadilan (FORJET) menyelenggarakan Pelatihan Kewirausahaan Gender dan Kewirausahaan Bersama (GET Ahead) bagi serikat pekerja di Surabaya, Jawa Timur, pada 14–16 Juli 2026.
Bagi 20 anggota serikat pekerja yang mengikuti pelatihan, pengalaman ini terasa berbeda dari pelatihan yang biasa mereka ikuti. Metode pembelajaran yang interaktif, kolaboratif dan mengedepankan pembelajaran antarpeserta membuat proses belajar menjadi lebih hidup.
Melalui perpaduan antara keterampilan praktis berwirausaha, diskusi dan pembelajaran sebaya, pelatihan GET Ahead membekali peserta dengan pengetahuan sekaligus kepercayaan diri untuk merintis usaha serta lebih siap menghadapi perubahan dunia kerja sebagai bagian dari transisi energi berkeadilan.
Elly R. Silaban, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), menegaskan bahwa transisi energi berkeadilan bukan hanya tentang mengatasi tantangan, tetapi juga membuka peluang baru bagi para pekerja. Menurutnya, pelatihan ini menjadi salah satu cara bagi serikat pekerja untuk membekali anggotanya dengan keterampilan baru yang dapat dimanfaatkan apabila mereka harus beralih ke jenis pekerjaan lain.
Pelatihan GET Ahead memberikan pengetahuan dan kepercayaan diri kepada pekerja untuk memulai usaha sendiri apabila mereka harus beralih ke bentuk pekerjaan baru. Kami berkomitmen menyebarluaskan pengetahuan ini ke seluruh konfederasi kami agar semakin banyak pekerja yang siap menghadapi transisi ini.
Elly R. Silaban, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI)
Senada, Koordinator Program IKI-JET ILO di Indonesia, Muce Mochtar, menekankan bahwa serikat pekerja memiliki peran strategis dalam memastikan transisi energi berlangsung secara adil dan inklusif. "Serikat pekerja adalah mitra kunci dalam mendukung transisi menuju ekonomi hijau yang adil dan inklusif serta memastikan tidak ada pekerja yang tertinggal," ujarnya. "Dengan membekali para mitra proyek sebagai pelatih, kami memperkuat kapasitas lokal sehingga manfaat pelatihan ini dapat terus dirasakan bahkan setelah proyek ILO berakhir."
Pelatihan di Surabaya juga menjadi pengalaman baru bagi para pelatih dari proyek IKI-JET. Untuk pertama kalinya, mereka memfasilitasi pelatihan kewirausahaan di luar provinsi asal mereka. Sebelumnya, setelah mengikuti Pelatihan untuk Pelatih (ToT) GET Ahead ILO selama lima hari pada April lalu, mereka lebih banyak memberikan pelatihan kepada masyarakat di sektor pariwisata dan kelapa sawit di Sumatra Selatan dan Kalimantan Timur.
Bagi Martha Indah Fajarwati, instruktur di Balai Pelatihan Kerja Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatra Selatan, memfasilitasi anggota serikat pekerja menghadirkan tantangan sekaligus pengalaman baru. "Peserta dari serikat pekerja berbeda dengan peserta yang biasa saya dampingi. Mereka terbiasa menyampaikan pendapat," katanya. "Awalnya saya sempat gugup, tetapi metodologi pelatihan ILO ternyata sangat efektif dan mudah disesuaikan dengan peserta dari berbagai latar belakang."
Serikat pekerja adalah mitra kunci dalam mendukung transisi menuju ekonomi hijau yang adil dan inklusif serta memastikan tidak ada pekerja yang tertinggal.
Muce Mochtar, Koordinator Program IKI-JET ILO di Indonesia
Pengalaman serupa dirasakan Erny Yulianty Silalahi, Pejabat Fungsional Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Kalimantan Timur. Setelah hampir dua dasarwasa merancang dan menyelenggarakan pelatihan, ia tetap merasa perlu menyesuaikan diri saat berhadapan dengan peserta dari kalangan serikat pekerja.
"Kita semua tahu bahwa penggiat serikat pekerja terbiasa menyampaikan pendapat," katanya sambil tersenyum. "Sebagai pelatih, saya harus menyesuaikan gaya fasilitasi agar sesuai dengan karakter peserta."
Martha mendorong dialog melalui pertanyaan-pertanyaan yang memancing refleksi, sementara Erny memanfaatkan video, studi kasus dan diskusi kelompok untuk menjaga suasana belajar tetap dinamis. Keduanya sepakat bahwa metodologi GET Ahead tidak hanya membuat peserta belajar secara aktif, tetapi juga menciptakan ruang belajar yang setara, tempat pelatih dan peserta saling berbagi pengalaman serta belajar satu sama lain.
Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini sekaligus untuk memastikan keberlanjutannya, Proyek ILO IKI-JET akan mengundang enam perwakilan serikat pekerja dari FORJET untuk mengikuti Pelatihan untuk Pelatih GET Ahead pada awal Agustus. Selanjutnya, proyek pun akan memperkenalkan Panduan Praktis Strategi Transisi yang Berkeadilan bagi Wilayah Penghasil Batu Bara guna mengeksplorasi pendekatan-pendekatan praktis dalam mendukung jalur transisi yang berpusat pada manusia di wilayah-wilayah Indonesia yang bergantung pada batu bara.