Selusin negara dari Asia dan Pasifik katakan ‘ya’ pada standar ketenagakerjaan internasional untuk pekerja rumah tangga: Konferensi Perburuhan Internasional secara formal membahasnya Juni mendatang
Pemerintah, organisasi pekerja dan pengusaha di Asia dan Pasifik telah mengindikasikan dukungan umum mereka – secara prinsip – terhadap penetapan standar ketenagakerjaan internasional baru yang dapat menawarkan perlindungan sosial yang lebih baik terhadap jutaan pekerja rumah tangga – yang didefinisikan sebagai perempuan dan laki-laki yang mendapatkan penghasilan dengan melakukan pekerjaan rumah tangga.
5 Maret 2010
BANGKOK (Berita ILO): Pemerintah, organisasi pekerja dan pengusaha di Asia dan Pasifik telah mengindikasikan dukungan umum mereka – secara prinsip – terhadap penetapan standar ketenagakerjaan internasional baru yang dapat menawarkan perlindungan sosial yang lebih baik terhadap jutaan pekerja rumah tangga – yang didefinisikan sebagai perempuan dan laki-laki yang mendapatkan penghasilan dengan melakukan pekerjaan rumah tangga.
Sebuah laporan ILO, “Pekerjaan yang Layak untuk Pekerja Rumah Tangga,” mencatat respons dari 75 negara anggota terhadap kuesioner mengenai standar ketenagakerjaan internasional bagi pekerja rumah tangga. Laporan ini mencakup balasan dari 13 negara anggota dari wilayah Asia dan Pasifik. Selanjutnya, 32 respons individual juga diterima dari organisasi pekerja dan pengusaha di wilayah ini.
Dokumen ini diterbitkan dalam rangka persiapan diskusi formal pada Konferensi Perburuhan Internasional pada Juni ini. Konferensi tahunan ini dihadiri perwakilan pemerintah, organisasi pekerja dan pengusaha yang berasal lebih dari 180 negara anggota – satu-satunya pertemuan tripartit di dalam sistem PBB – untuk membahas berbagai permasalahan penting dalam dunia kerja.
Penetapan standar internasional bagi pekerja rumah tangga akan menjadi sebuah gerakan bersejarah untuk mengakui dan melindungi sebuah pekerjaan yang kerapkali tidak mendapat pengakuan dari masyarakat. Di Asia dan Pasifik banyak pekerja rumah tangga tidak mendapat pengakuan dari publik dan menjadi korban penganiayaan fisik dan seksual oleh majikan mereka yang acapkali berada di luar jangkauan pengawas ketenagakerjaan ataupun peraturan ketenagakerjaan nasional.
Laporan ini diterbitkan hanya beberapa hari sebelum perayaan Hari Perempuan Internasional (8 Maret). Tahun ini berbagai tema menandai Hari Dunia yang terfokus pada kemajuan pelaksanaan persamaan hak dan kesempatan dalam masyarakat dan tempat kerja.
“Sangat menggugah dan tepat waktu untuk melihat komentar-komentar positif yang dari dari begitu banyak negara anggota di Asia dan Pasifik ini,” ujar Sachiko Yamamoto, Regional Direktur ILO untuk Asia dan Pasifik.
Apabila Konferensi Internasional bulan Juni memutuskan bahwa memungkinkan untuk mengadopsi satu atau lebih perangkat internasional, ILO akan merancang, berdasarkan kesimpulan yang diadopsi Konferensi, satu atau lebih rancangan perangkat ketenagakerjaan internasional sebagai bahan pertimbangan. Perangkat ini kemudian difinalisasi pada sesi Konferensi berikutnya.
Laporan, termasuk komentar-komentar dari sejumlah pemerintahan, organisasi pekerja dan pengusaha dari Asia dan Pasifik dapat ditemukan online di situs ILO: Laporan
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Allan Dow
Staf Informasi Regional (a.i.)
Kantor Regional ILO untuk Asia dan Pasifik
Bangkok, Thailand
Tel: +66 2 288 2057
Email