Program penanggulangan HIV
Sektor swasta di Papua dan Papua Barat berkomitmen cegah HIV di tempat kerja
Sepuluh perusahaan di Kabupaten Sorong dan Jayapura (lima perusahaan di masing-masing kabupaten) berkomitmen untuk melanjutkan pelaksanaan program HIV di tempat kerja, bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui pusat kesehatan masyarakat. Perusahaan-perusahaan ini berkomitmen untuk memberikan pencegahan HIV, konseling dan pemeriksaan yang efektif serta layanan dukungan pengobatan bagi pekerja mereka.
9 Maret 2016
Perusahaan-perusahaan ini menerapkan kebijakan HIV di tempat kerja yang melindungi pekerjaan dan kerahasiaan pekerja penyandang HIV. Alhasil, 10.000 pekerja dari perusahaan-perusahaan ini telah menerima informasi pencegahan HIV melalui program keselamatan dan kesehatan kerja (K3), di mana 50 persen dari mereka merupakan penduduk asli Papua.Kami berkomitmen karena perusahaan diperbolehkan untuk menyediakan layanan terkait HIV secara mandiri. Tindakan inovatif telah dilakukan untuk menarik karyawan melakukan tes dan pengobatan HIV secara sukarela.."
dr. Wilkananta dari JOB Pertamina Petrochina
Perusahaan-perusahaan ini merupakan bagian dari Proyek ILO mengenai “Memobilisasi Sektor Swasta untuk Melaksanakan Pencegahan, Pengobatan dan Perawatan HIV di Daerah-daerah dengan Tingkat Prevalensi HIV Tinggi di Papua dan Papua Barat”. Dimulai pada 2014 selama dua tahun, Proyek ini bertujuan memperkuat kemitraan publik swasta untuk menerapkan layanan pencegahan, konseling, tes dan dukungan perawatan HIV yang efektif bagi tenaga kerja berisiko tinggi, khususnya penduduk asli Papua yang bekerja di perkebunan.
Didanai oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan pemerintah Australia, ILO membantu perusahaan mengembangkan kebijakan dan program di tempat kerja yang memastikan bahwa masyarakat hukum adat memiliki akses atas layanan pencegahan, tes dan pengobatan HIV. Dinas Ketenagakerjaan memimpin program kerja sama dengan perusahaan dan kantor kesehatan untuk menciptakan hubungan baik dengan klinik berbasis pedesaan.Inisiatif ini telah membantu kami menjangkau lebih banyak pekerja dengan testing dan konseling HIV. Karena jarak yang jauh ke rumah sakit terdekat, kami sekarang menyediakan pengobatan HIV bagi pekerja yang hidup dengan HIV.."
Dr Andreas Ari Wibowo mewakili PT Sinar Mas
“Kami berkomitmen karena perusahaan diperbolehkan untuk menyediakan layanan terkait HIV secara mandiri. Tindakan inovatif telah dilakukan untuk menarik karyawan melakukan tes dan pengobatan HIV secara sukarela. Kami mengadakan bincang-bincang kesehatan dan donor darah rutin serta memberikan suvenir,” jelas dr. Wilkananta dari JOB Pertamina Petrochina.
Komitmen serupa juga dikemukakan oleh PT Sinar Mas di Jayapura. “Inisiatif ini telah membantu kami menjangkau lebih banyak pekerja dengan testing dan konseling HIV. Karena jarak yang jauh ke rumah sakit terdekat, kami sekarang menyediakan pengobatan HIV bagi pekerja yang hidup dengan HIV. Saya berharap hubungan yang kuat antara perusahaan dan kantor kesehatan dapat dilanjutkan," kata Dr Andreas Ari Wibowo mewakili PT Sinar Mas.
Selain itu, pemerintah daerah sangat mendukung program pencegahan HIV ini dengan memastikan kelanjutan dan replikasi program. “Di bawah kemitraan publik-swasta, pemerintah daerah berusaha mereplikasi model pencegahan HIV ke wilayah intervensi lain. Kami akan bekerja sama secara erat dengan Dinas Kesehatan Provinsi,” ujar Drs. Yan Piet Rawar, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Papua.
Francesco d'Ovidio, Direktur ILO di Indonesia, sangat menghargai dukungan kuat yang diberikan oleh pemerintah kabupaten Sorong dan Jayapura serta pemangku kepentingan terkait lainnya seperti Komisi Penanggulangan AIDS Daerah, Kantor Otoritas Pelabuhan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Puskesmas, pekerja dan pengusaha serta sektor swasta dan pekerjanya.
"Setelah lebih dari satu tahun pelaksanaan, kemajuan yang telah dicapai ini patut dihargai. Dengan dukungan dan komitmen yang kuat tidak hanya dari sektor swasta, tetapi juga dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait lainnya, saya percaya kemajuan yang telah dicapai ini dapat dilanjutkan dan dipertahankan untuk bersama-sama menanggulangi HIV dan AIDS di Papua dan Papua Barat,” kata Francesco.