Pekerjaan layak untuk pembangunan berkelanjutan

Rekomendasi dialog tripartit tentang pengembangan keterampilan, jaminan sosial dan perundingan bersama di di Indonesia

Dialog Tripartit Tingkat Tinggi dua hari mengenai Ketenagakerjaan, Hubungan Industrial dan Perlindungan Sosial pada 26 Agustus 2016 menghasilkan rekomendasi untuk memperkuat dialog sosial dan pelibatan tripartit dalam pengembangan keterampilan, penyelenggaraan jaminan sosial serta upah dan kesepakatan bersama.

25 Agustus 2016

Content also available in: English
Dialog Tripartit Tingkat Tinggi dua hari mengenai Ketenagakerjaan, Hubungan Industrial dan Perlindungan Sosial pada 26 Agustus 2016 menghasilkan rekomendasi untuk memperkuat dialog sosial dan pelibatan tripartit dalam pengembangan keterampilan, penyelenggaraan jaminan sosial serta upah dan kesepakatan bersama.

Pertemuan ini menyediakan wadah untuk berdiskusi interaktif dan berbagi pengetahuan mengenai praktik-praktik terbaik di tingkat global dan regional. Pertemuan juga mendorong partisipasi aktif para konstituen tripartit terhadap implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di negeri ini.

Isu-isu yang didiskusikan saat dialog merupakan persoalan yang sangat penting untuk mewujudkan sasaran-sasaran nasional yang sangat sejalan dengan tujuan global dari agenda 2030. Indonesia telah memainkan peran kepemimpinan yang penting selama beberapa tahun terakhir ini. Dalam G20, dalam PBB, dan dalam banyak forum internasional lainnya, Indonesia berbicara dengan otoritas dan menjadi pemimpin dari negara-negara berkekuatan ekonomi baru yang sangat dihormati."

Triyono Wibowo, Duta Besar Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Internasional lainnya

Dialog mengenai pengembangan keterampilan yang berfokus pada kemitraan pemerintah-swasta, meningkatkan program pemagangan berkualitas, memperkuat pengembangan keterampilan untuk ekonomi informal dan memastikan akses ke pelatihan bagi perempuan dan kelompok-kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, menjadi bagian pembahasan dari forum ini.

Terkait dengan jaminan sosial, pertemuan kembali mengingatkan pentingnya memperluas cakupan kepada para pekerja di sektor informal, meninjau kembali kebijakan dan peraturan pensiun serta asuransi pengangguran. Sementara itu, persoalan hubungan industrial yang dibahas mencakup penguatan mekanisme dialog sosial dan kelembagaan melalui dewan nasional dan tripartit, peningkatan kesepakatan bersama melalui peningkatan kapasitas dan penguatan dewan pengupahan nasional dan daerah.

Dialog Tripartit Nasional ini menunjukkan tonggak penting lain dalam sejarah dialog sosial Indonesia dan kerjasama antara bangsa dengan ILO. Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari dialog ini dan kami akan terus mendukung negara-negara anggota seperti Indonesia secara terkoordinir dan efektif."

Tomoko Nishimoto, Asisten Direktur Jenderal ILO dan Direktur Regional untuk Asia dan Pasifik ILO
Dialog Tripartit ini digelar sebagai tindak lanjut dari Konferensi Tripartit Jakarta pada Februari yang mengusung tema “Agenda Indonesia untuk SDG Menuju Kerja yang Layak untuk Semua”. Saat itu disimpulkan berbagai tantangan bursa kerja signifikan yang harus direspons oleh aktor-aktor ketenagakerjaan kunci secara komprehensif dan holistik melalui dialog sosial.

Triyono Wibowo, Duta Besar Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Internasional lainnya, menyatakan Indonesia telah mencapai kemajuan luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Indonesia akan terus berupaya untuk mempertahankan kemajuan tersebut selama 15 tahun ke depan hingga 2030. Ia juga menekankan peranan penting yang dimainkan Indonesia dalam forum-forum internasional.

“Isu-isu yang didiskusikan saat dialog merupakan persoalan yang sangat penting untuk mewujudkan sasaran-sasaran nasional yang sangat sejalan dengan tujuan global dari agenda 2030. Indonesia telah memainkan peran kepemimpinan yang penting selama beberapa tahun terakhir ini. Dalam G20, dalam PBB, dan dalam banyak forum internasional lainnya, Indonesia berbicara dengan otoritas dan menjadi pemimpin dari negara-negara berkekuatan ekonomi baru yang sangat dihormati,” ujarnya.

“Dialog Tripartit Nasional ini menunjukkan tonggak penting lain dalam sejarah dialog sosial Indonesia dan kerjasama antara bangsa dengan ILO. Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari dialog ini dan kami akan terus mendukung negara-negara anggota seperti Indonesia secara terkoordinir dan efektif,” kata Tomoko Nishimoto, Asisten Direktur Jenderal ILO dan Direktur Regional untuk Asia dan Pasifik ILO.