Ratusan perusahaan kelapa sawit di empat wilayah memperkuat budaya pencegahan K3
ILO bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan meningkatkan kondisi kerja dan produktivitas serta mempromosikan mekanisme pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang berkelanjutan bagi perusahaan-perusahaan kelapa sawit di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau dan Kalimantan.
25 November 2024
SUMATERA UTARA, SUMATERA SELATAN, KEPULAUAN RIAU dan KALIMANTAN, Indonesia (Berita ILO ) - Sebanyak 406 perwakilan pengusaha dan pekerja dari 210 perusahaan kelapa sawit di empat wilayah—Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau dan Kalimantan—
telah berpartisipasi dalam Pelatihan untuk Pelatih tentang Pelatihan Berorientasi Aksi Partisipatif (PAOT), yang diselenggarakan oleh ILO dan BPJS Ketenagakerjaan. Rangkaian program pelatihan ini diselenggarakan pada bulan September dan Oktober.
PAOT merupakan metodologi pelatihan ILO yang dirancang untuk meningkatkan kondisi kerja dan produktivitas di usaha kecil dan mikro (UKM) dan ekonomi informal. Metode ini juga mempromosikan mekanisme pelaksanaan yang berkelanjutan untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di UKM.
Program pelatihan ini disampaikan dan difasilitasi oleh para pelatih dari Jejaring Profesional K3 Indonesia (INOSHPRO) dan staf proyek ILO untuk Penguatan Kepatuhan Sosial di Sektor Kelapa Sawit Indonesia. Program pelatihan ini juga merupakan tindak lanjut dari lokakarya pencegahan dan promosi K3 di sektor kelapa sawit yang diselenggarakan oleh ILO, BPJS Ketenagakerjaan dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) pada Oktober tahun lalu.
Saya yakin bahwa program-program pelatihan ini akan berkontribusi pada peningkatan praktik dan tindakan pencegahan K3 di tingkat perusahaan. BPJS Ketenagakerjaan berharap dapat melanjutkan kolaborasi yang bermanfaat ini untuk tahun depan guna menciptakan tempat kerja yang sehat, aman dan tangguh di industri kelapa sawit.
Roswita Nilakurnia, Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan
“Berdasarkan diskusi yang dilakukan dalam lokakarya tersebut, disepakati untuk melakukan serangkaian kegiatan yang berfokus pada peningkatan budaya pencegahan K3 melalui peningkatan kesadaran, berbagi pengetahuan dan pengembangan keterampilan untuk meningkatkan kondisi kerja dan mengatasi bahaya dan risiko pekerjaan di tingkat perusahaan,” kata Yunirwan Gah, Staf Proyek ILO untuk Penguatan Kepatuhan Sosial di Sektor Kelapa Sawit Indonesia.
Program pelatihan diakhiri dengan komitmen dari para perusahaan yang berpartisipasi untuk melaksanakan program pelatihan mereka sendiri bagi para pekerjanya dan menerapkan tindakan pencegahan dan promosi K3 dengan menerapkan metodologi PAOT. Mereka juga sepakat untuk mengembangkan dan menyerahkan program tindak lanjut. Hingga saat ini, 108 dari 210 perusahaan yang berpartisipasi telah menyerahkan rencana aksi dan banyak dari mereka telah melaksanakan program pelatihan internal K3.
Roswita Nilakurnia, Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, mengapresiasi partisipasi ILO dalam program pelatihan bersama ini. “Saya yakin bahwa program-program pelatihan ini akan berkontribusi pada peningkatan praktik dan tindakan pencegahan K3 di tingkat perusahaan. BPJS Ketenagakerjaan berharap dapat melanjutkan kolaborasi yang bermanfaat ini untuk tahun depan guna menciptakan tempat kerja yang sehat, aman dan tangguh di industri kelapa sawit,” ujarnya saat membuka salah satu kegiatan pelatihan di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
Sektor kelapa sawit Indonesia merupakan salah satu kontributor utama bagi perekonomian nasional dan sumber lapangan kerja bagi sekitar 6 juta pekerja baik di perkebunan rakyat maupun swasta, yang sebagian besar berlokasi di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Pada 2023, luas perkebunan kelapa sawit yang teridentifikasi di Indonesia telah mencapai 16,8 juta hektar dan menempatkan Indonesia sebagai produsen dan pemilik lahan kelapa sawit terbesar di dunia.
Namun, dalam hal K3, sebagai salah satu sektor yang diklasifikasikan sebagai “berbahaya”, jumlah penyakit dan kecelakaan kerja di industri kelapa sawit masih relatif tinggi, dengan banyak kasus yang tidak dilaporkan. Berdasarkan data kecelakaan kerja dari BPJS Ketenagakerjaan, sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan kehutanan menyumbang 60 persen dari semua kecelakaan kerja di sembilan sektor.
Dukungan ILO untuk program pelatihan ini diberikan melalui proyek Penguatan Kepatuhan Sosial di Sektor Kelapa Sawit Indonesia. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan implementasi sistem kepatuhan sosial yang mempromosikan kondisi kerja yang dapat diterima dan akses terhadap hak-hak pekerja, termasuk penghapusan kerja paksa, dalam rantai pasokan.