Program pembelajaran HIV daring yang baru diluncurkan memperkuat program pencegahan HIV di tingkat perusahaan
ILO bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Ikatan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia (IDKI) memperkuat penerapan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan tentang pencegahan HIV melalui modul pembelajaran HIV daring dan program pelatihan untuk perusahaan.
5 Mei 2022
Content also available in:
English
Seratus perwakilan perusahaan dan dinas tenaga kerja provinsi secara virtual mengikuti pelatihan daring terkait pencegahan HIV/AIDS di tempat kerja. Para peserta berasal dari lima provinsi terpilih yang dikenal memiliki prevalensi HIV tinggi: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur dan Gorontalo Sulawesi Utara yang direkomendasikan oleh pengawas ketenagakerjaan provinsi.
Diselenggarakan bersama oleh ILO dan Ikatan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia (IDKI), dengan dukungan Kementerian Ketenagakerjaan, pelatihan virtual ini merupakan tindak lanjut langsung dari peluncuran Modul Pembelajaran Daring tentang Pencegahan HIV di Tempat Kerja yang diadakan saat peluncuran peringatan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sedunia di Jakarta akhir Maret lalu.
Terdiri dari 11 modul, Modul Pembelajaran Daring HIV bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fasilitasi perusahaan dalam menerapkan program pencegahan dan pengendalian HIV di tingkat perusahaan. Dengan menggunakan metode partisipatif dan pembelajaran mandiri, modul ini mencakup isu-isu antara lain peraturan terkait HIV, praktik baik internasional maupun nasional, peran manajemen, serikat pekerja dan tim medis, penanganan kasus, perumusan prosedur, dukungan dan pengobatan, manajemen sumber daya manusia dan anggaran serta pemantauan dan evaluasi.
“Melalui penyusunan Modul Pembelajaran Daring HIV dan pelaksanaan program pelatihannya, ILO berharap dapat memperkuat program pencegahan HIV dan kebijakan non-diskriminatif di tempat kerja. Kami juga berharap dapat meningkatkan jumlah perusahaan yang akan menerapkan program tersebut dan meningkatkan partisipasi perusahaan untuk nominasi penghargaan AIDS oleh Kementerian Ketenagakerjaan,” kata Early Dewi Nuriana, Staf program ILO untuk pencegahan HIV di tempat kerja.
Untuk mengikuti pelatihan, 30 perusahaan peserta harus mengirimkan tiga perwakilan perusahaan yang terdiri dari manajemen, serikat pekerja dan tim medis. Selama dua hari dari tanggal 31 Maret sampai 1 April, mereka mengikuti pelatihan yang difasilitasi oleh praktisi HIV, pengawas ketenagakerjaan dan komunitas HIV. Diharapkan dengan adanya tiga perwakilan dari masing-masing perusahaan, perusahaan akan dapat merencanakan program pencegahan HIV dengan perspektif yang komprehensif.
Setelah mengikuti pelatihan selama 2 hari, masing-masing perusahaan dibina oleh tim IDKI selama dua minggu untuk menerapkan apa yang telah mereka pelajari dengan menyusun rencana aksi perusahaan yang meliputi pembentukan tim HIV/AIDS, membuat rancangan kebijakan, prosedur operasional, materi kampanye dan sistem rujukan HIV. Selama evaluasi akhir yang diadakan pada 22 April, perusahaan yang berpartisipasi mengungkapkan antusiasme dan kepuasan mereka. Sekitar 98 persen peserta mengatakan bahwa mereka mendapat manfaat dari program pelatihan dan berharap dapat memperoleh lebih banyak studi kasus untuk referensi dan informasi lebih lanjut.
Modul e-learning HIV dapat diakses melalui Temank3.id dengan merujuk pada tautan: https://temank3.id/page/materi_ldki atau https://www.ilo.org/jakarta/whatwedo/publications/WCMS_840702/lang--en/index.htm
Akses secara gratis terhadap Modul Pembelajaran Daring HIV ini diharapkan dapat meningkatkan minimal 100 perusahaan yang akan menerapkan pencegahan dan pengendalian HIV di tempat kerja di kabupaten/kota/provinsi yang diprioritaskan, khususnya daerah dengan jumlah tenaga kerja yang banyak dan prevalensi HIV yang tinggi di Indonesia. Peningkatan dalam jumlah tersebut pada gilirannya akan berkontribusi pada pencapaian 3 Nol (Nol infeksi HIV baru, Nol diskriminasi HIV dan Nol kematian terkait AIDS) di negara ini.
Diselenggarakan bersama oleh ILO dan Ikatan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia (IDKI), dengan dukungan Kementerian Ketenagakerjaan, pelatihan virtual ini merupakan tindak lanjut langsung dari peluncuran Modul Pembelajaran Daring tentang Pencegahan HIV di Tempat Kerja yang diadakan saat peluncuran peringatan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sedunia di Jakarta akhir Maret lalu.
Perusahaan yang berpartisipasi dilatih tentang cara memanfaatkan Modul Pembelajaran Daring ini sebaik mungkin sehingga mereka dapat menyusun dan merumuskan kebijakan sensitisasi yang efektif, prosedur operasional standar, jaringan rujukan dan rencana aksi di dalam perusahaan guna meningkatkan dan memperkuat penerapan pencegahan dan pengendalian HIV di tempat kerja.Melalui penyusunan Modul Pembelajaran Daring HIV dan pelaksanaan program pelatihannya, ILO berharap dapat memperkuat program pencegahan HIV dan kebijakan non-diskriminatif di tempat kerja."
Early Dewi Nuriana, Staf program ILO untuk pencegahan HIV di tempat kerja
Terdiri dari 11 modul, Modul Pembelajaran Daring HIV bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fasilitasi perusahaan dalam menerapkan program pencegahan dan pengendalian HIV di tingkat perusahaan. Dengan menggunakan metode partisipatif dan pembelajaran mandiri, modul ini mencakup isu-isu antara lain peraturan terkait HIV, praktik baik internasional maupun nasional, peran manajemen, serikat pekerja dan tim medis, penanganan kasus, perumusan prosedur, dukungan dan pengobatan, manajemen sumber daya manusia dan anggaran serta pemantauan dan evaluasi.
“Melalui penyusunan Modul Pembelajaran Daring HIV dan pelaksanaan program pelatihannya, ILO berharap dapat memperkuat program pencegahan HIV dan kebijakan non-diskriminatif di tempat kerja. Kami juga berharap dapat meningkatkan jumlah perusahaan yang akan menerapkan program tersebut dan meningkatkan partisipasi perusahaan untuk nominasi penghargaan AIDS oleh Kementerian Ketenagakerjaan,” kata Early Dewi Nuriana, Staf program ILO untuk pencegahan HIV di tempat kerja.
Untuk mengikuti pelatihan, 30 perusahaan peserta harus mengirimkan tiga perwakilan perusahaan yang terdiri dari manajemen, serikat pekerja dan tim medis. Selama dua hari dari tanggal 31 Maret sampai 1 April, mereka mengikuti pelatihan yang difasilitasi oleh praktisi HIV, pengawas ketenagakerjaan dan komunitas HIV. Diharapkan dengan adanya tiga perwakilan dari masing-masing perusahaan, perusahaan akan dapat merencanakan program pencegahan HIV dengan perspektif yang komprehensif.
Setelah mengikuti pelatihan selama 2 hari, masing-masing perusahaan dibina oleh tim IDKI selama dua minggu untuk menerapkan apa yang telah mereka pelajari dengan menyusun rencana aksi perusahaan yang meliputi pembentukan tim HIV/AIDS, membuat rancangan kebijakan, prosedur operasional, materi kampanye dan sistem rujukan HIV. Selama evaluasi akhir yang diadakan pada 22 April, perusahaan yang berpartisipasi mengungkapkan antusiasme dan kepuasan mereka. Sekitar 98 persen peserta mengatakan bahwa mereka mendapat manfaat dari program pelatihan dan berharap dapat memperoleh lebih banyak studi kasus untuk referensi dan informasi lebih lanjut.
Modul e-learning HIV dapat diakses melalui Temank3.id dengan merujuk pada tautan: https://temank3.id/page/materi_ldki atau https://www.ilo.org/jakarta/whatwedo/publications/WCMS_840702/lang--en/index.htm
Akses secara gratis terhadap Modul Pembelajaran Daring HIV ini diharapkan dapat meningkatkan minimal 100 perusahaan yang akan menerapkan pencegahan dan pengendalian HIV di tempat kerja di kabupaten/kota/provinsi yang diprioritaskan, khususnya daerah dengan jumlah tenaga kerja yang banyak dan prevalensi HIV yang tinggi di Indonesia. Peningkatan dalam jumlah tersebut pada gilirannya akan berkontribusi pada pencapaian 3 Nol (Nol infeksi HIV baru, Nol diskriminasi HIV dan Nol kematian terkait AIDS) di negara ini.