Program “Mams Kema” memberdayakan perempuan di sektor perikanan dengan mengadvokasi kesetaraan gender dan lingkungan kerja yang aman
Sebuah program ILO telah mendorong warga perempuan lokal di desa nelayan di Sulawesi Utara untuk mempromosikan kesetaraan gender, pekerjaan yang layak dan pemberdayaan perempuan.
14 September 2023
Kendati perempuan berperan sebagai penggerak ekonomi, banyak dari mereka bekerja dalam kondisi kerja yang buruk akibat informalitas pekerjaan, lingkungan kerja yang tidak aman dan tidak sehat yang menyebabkan tingginya risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK) yang dapat mengakibatkan rendahnya produktivitas dan pelanggaran yang lebih serius.
Untuk mendukung peningkatan kondisi kerja, Proyek ILO bertajuk ‘Meningkatkan Hak Pekerja di Sektor Rural’ melalui kemitraan dengan Asosiasi Pole and Line and Handline Indonesia (AP2HI) melaksanakan program untuk mendukung masyarakat lokal di desa Kema III dalam menangani kesetaraan gender, pekerjaan yang layak dan pemberdayaan perempuan.Program ini sangat positif bagi kami karena memungkinkan pekerja perempuan memperoleh lebih banyak keterampilan dan pemahaman tentang cara bekerja yang aman, sekaligus mempromosikan kesetaraan dan pekerjaan yang layak serta menangani dan mengolah produk makanan laut dengan lebih baik. Program ini juga akan menjamin lingkungan kerja yang lebih aman dan memungkinkan pekerja perempuan mendapatkan penghasilan tambahan yang dapat menunjang kehidupan sehari-hari mereka."
Ratna Sultraini, Kepala Desa Kema III
Dipimpin oleh Ratna Sultraini, Kepala Desa Kema III, program yang diberi nama “Mams Kema” ini memperkenalkan isu-isu terkait standar dan hak-hak ketenagakerjaan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan kesetaraan gender. Terdiri dari 22 ibu rumah tangga yang juga bekerja sebagai penjual ikan, mereka mendorong keterwakilan, pengaruh dan kemandirian ekonomi yang lebih besar bagi perempuan pekerja rural di sektor pengolahan ikan. Hal ini juga menginspirasi perempuan untuk bersuara dan membuat suara mereka didengar.
Selain itu, materi pendidikan dan informasi telah ditempatkan di seluruh desa, berisi tentang anti-kekerasan dan pelecehan di desa dan promosi kesetaraan gender, mengadvokasi perubahan stereotip dan mengeksplorasi pemasukan alternatif untuk kewirausahaan perempuan.
“Program ini sangat positif bagi kami karena memungkinkan pekerja perempuan memperoleh lebih banyak keterampilan dan pemahaman tentang cara bekerja yang aman, sekaligus mempromosikan kesetaraan dan pekerjaan yang layak serta menangani dan mengolah produk makanan laut dengan lebih baik. Program ini juga akan menjamin lingkungan kerja yang lebih aman dan memungkinkan pekerja perempuan mendapatkan penghasilan tambahan yang dapat menunjang kehidupan sehari-hari mereka,” ungkap Ratna.
Program ‘Mams Kema’ telah dimulai sejak bulan Juli dan akan berjalan selama tiga bulan hingga Oktober 2023. Pada bulan pertama, Mams Kema telah memetakan prioritas permasalahan keselamatan kerja seperti pengadaan peralatan keselamatan kerja, perbaikan area kerja yang licin serta berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat untuk memberikan pelatihan pertolongan pertama.
Pada bulan kedua September, Mams Kema aktif melakukan advokasi bagi nelayan dan pekerja perikanan laki-laki dan perempuan untuk mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) dan Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kartu Kusuka) yang memungkinkan mereka mengakses pengaturan keuangan, kredit usaha rakyat dan asuransi.Keberhasilan program ini akan mencerminkan komitmen dan kekuatan berbasis masyarakat untuk mendorong perubahan positif terhadap kesetaraan gender dan menumbuhkan kondisi kerja yang layak, aman, dan sehat."
Januar Rustandie, Koordinator Proyek Hak Pekerja ILO
Pada akhir program di bulan Oktober nanti, Januar Rustandie, Koordinator Proyek Hak Pekerja ILO, berharap bahwa program ini akan mampu mendorong penerapan praktik-praktik baru menuju pekerjaan layak dan mengarusutamakan kesetaraan gender dalam semua kebijakan dan praktik. “Keberhasilan program ini akan mencerminkan komitmen dan kekuatan berbasis masyarakat untuk mendorong perubahan positif terhadap kesetaraan gender dan menumbuhkan kondisi kerja yang layak, aman, dan sehat,” ujarnya.