East Java dairy cooperatives visits KPBS Pangalangen

Digitalisasi

Pertukaran pembelajaran susu sapi perah Indonesia–Swiss tampilkan inovasi digital untuk tingkatkan produktivitas peternak rakyat

ILO memfasilitasi pembelajaran langsung antara koperasi dan peternak Swiss untuk mempercepat transformasi digital di sektor susu Indonesia.

11 Mei 2026

Content also available in: English

PANGALENGAN, Jawa Barat, Indonesia (Berita ILO) - Di tengah upaya Indonesia meningkatkan produksi susu dalam negeri dan memperkuat rantai nilai susu, sebuah pertukaran pembelajaran yang difasilitasi oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menunjukkan bagaimana digitalisasi dan sistem koperasi yang kuat dapat membantu peternak rakyat meningkatkan produktivitas, efisiensi dan akses terhadap pembiayaan.

Knowledge sharing session in KPBS Pangalengan with dairy cooperatives from East Java
Peserta dari koperasi-koperasi susu dari Jawa Timur di pabrik pengolahan susu KPBS Bandung Selatan, Indonesia (29/04).

Kegiatan selama dua hari yang diselenggarakan dalam Proyek Mempromosikan Usaha UKM melalui Peningkatan Akses Wirausaha terhadap Jasa Keuangan Tahap 2 (Promise II Impact). ini mempertemukan koperasi susu terkemuka, termasuk Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU), Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan Nongkojajar, dan Koperasi Unit Desa (KUD) Tani Wilis, dalam rangkaian pembelajaran antarkoperasi dan pertukaran pengetahuan internasional.

Pembelajaran antarkoperasi Indonesia

Pada 29 April, pertukaran dimulai dengan kunjungan lapangan koperasi susu dari Jawa Timur ke KPBS Pangalengan di Jawa Barat. Sesi ini berfokus pada berbagi pengetahuan antarkoperasi Indonesia, dengan KPBS menampilkan pengalamannya dalam menerapkan sistem digital berbasis Enterprise Resource Planning (ERP).

ERP system used in KPBS Pangalengan, South Bandung, Indonesia
Sistem identifikasi digital di pabrik pengolahan susu KPBS meningkatkan registrasi pekerja, pemantauan, dan efisiensi operasional.

Melalui sistem ini, peternak, koperasi dan pelaku industri terhubung dalam satu ekosistem digital terpadu. Para peserta melihat secara langsung bagaimana platform tersebut memungkinkan pemantauan produksi dan distribusi susu secara waktu nyata, serta pencatatan kesehatan ternak, manajemen pakan dan performa peternakan secara terstruktur.

Kunjungan ini menunjukkan bagaimana digitalisasi meningkatkan operasional koperasi, memperkuat ketertelusuran (traceability), meningkatkan keandalan data dan mendukung pengembangan profil peternak yang dapat membantu akses terhadap layanan keuangan. Selain itu, sistem digital juga meningkatkan komunikasi antara petugas lapangan, manajemen koperasi, dan peternak sehingga layanan menjadi lebih efisien dan responsif.

“Melalui kunjungan ini, kami ingin mereplikasi praktik baik yang diterapkan KPBS Pangalengan, tidak hanya untuk memperkuat koperasi kami tetapi juga meningkatkan kemudahan dan kesejahteraan peternak. Sistem digital yang terintegrasi akan membuat pengelolaan peternakan lebih efisien, transparan, dan praktis, sementara pencatatan yang lebih baik akan membantu peternak lebih siap mengakses layanan keuangan dan permodalan,” ujar Feri Suharjo, staf IT KPSP Setia Kawan.

Pertukaran pengetahuan dengan peternak Swiss

Pada 30 April, program dilanjutkan dengan sesi pertukaran pengetahuan khusus antara koperasi Indonesia dan dua peternak muda susu asal Swiss.

Diskusi ini memberikan wawasan praktis mengenai sektor susu Swiss yang sangat produktif, di mana hasil produksi susu dapat mencapai hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Para peternak Swiss berbagi pengalaman mengenai optimalisasi sistem pakan, pemeliharaan kesehatan dan kesejahteraan hewan, penerapan standar kebersihan dan kualitas susu, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan peternakan dan pengambilan keputusan.

“Di Swiss, kami mengandalkan dukungan pemerintah yang konsisten dan praktik manajemen peternakan yang kuat untuk menjaga standar dan produktivitas yang tinggi. Perangkat digital membantu kami mengelola peternakan secara lebih efektif, tetapi kombinasi dukungan, disiplin, dan praktik yang baik inilah yang memastikan keberlanjutan jangka panjang,” jelas Amélie Cornu, peternak susu asal Swiss.

Swiss dairy farmers with Indonesian dairy farmers in Lembang, Bandung, Indonesia
Peternak susu Swiss bersama peternak susu Indonesia di Lembang, Bandung, Indonesia (30/04).

Sesi ini juga menyoroti bagaimana sektor susu Swiss didukung oleh lingkungan yang kondusif, termasuk standar kualitas yang jelas, dukungan kebijakan yang konsisten, serta penerapan teknologi di tingkat peternakan. Faktor-faktor ini berkontribusi dalam menjaga produktivitas tinggi, memastikan kualitas susu dan membantu peternak mengambil keputusan berbasis data, sekaligus memberikan pembelajaran relevan bagi upaya Indonesia untuk memperkuat rantai nilai susu nasional.

Menjawab tantangan sektor melalui kolaborasi

Sektor susu Indonesia sebagian besar digerakkan oleh peternak rakyat yang rata-rata memelihara dua hingga empat ekor sapi. Meskipun memiliki peran penting dalam pasokan susu nasional, sektor ini masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk produktivitas yang rendah, kualitas susu yang belum konsisten, keterbatasan akses terhadap pembiayaan dan rendahnya adopsi teknologi digital.

Dengan menggabungkan pembelajaran antarkoperasi domestik dan pertukaran internasional yang terarah, kegiatan ini menjadi wadah untuk mengidentifikasi solusi yang praktis dan dapat diterapkan, khususnya dalam bidang digitalisasi, manajemen peternakan dan penguatan koperasi.

Membangun kemitraan yang semakin kuat

Inisiatif ini juga memperkuat kolaborasi Swiss–Indonesia di sektor susu yang terus berkembang, menyusul kunjungan Wakil Presiden Swiss (yang kini menjabat sebagai Presiden) ke KPBS Pangalengan pada Oktober 2025. Kunjungan tersebut menyoroti kemitraan erat antara Kantor ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste dengan KPBS dalam proyek Promise II Impact yang didanai oleh Sekretariat Negara Swiss Bidang Ekonomi (SECO), sekaligus menandai perluasan program digitalisasi susu ke koperasi-koperasi lain di Jawa Timur.

Visit of H.E. Guy Parmellin in KPBS Bandung Selatan, Indonesia
Kunjungan Presiden Guy Parmelin dan delegasi Swiss ke Bandung Selatan, Indonesia, pada Oktober 2025.

Melalui kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan inovasi yang berkelanjutan, ILO bersama para mitra berupaya mendukung transformasi sektor susu Indonesia menjadi industri yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan, sejalan dengan prioritas nasional untuk meningkatkan produksi susu dalam negeri dan memenuhi permintaan yang terus meningkat.