Pertemuan ILO tentukan langkah bagi dunia usaha untuk persiapkan integrasi ASEAN yang lebih baik

Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO) akan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tinggi selama dua hari di Bali, Indonesia, minggu ini untuk menyikapi tantangan-tantangan yang dihadapi para pengusaha ASEAN saat Integrasi ASEAN pada 2015, termasuk langkah-langkah yang harus mereka persiapkan untuk kondisi dan keadaan pasar tenaga kerja regional yang baru.

6 November 2013

Content also available in: English
BALI, INDONESIA – Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO) akan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tinggi selama dua hari di Bali, Indonesia, minggu ini untuk menyikapi tantangan-tantangan yang dihadapi para pengusaha ASEAN saat Integrasi ASEAN pada 2015, termasuk langkah-langkah yang harus mereka persiapkan untuk kondisi dan keadaan pasar tenaga kerja regional yang baru.

Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC), yang berjalan pada 2015, diharapkan membawa arus barang dan jasa yang lebih bebas dan meningkatkan migrasi kerja di dalam kawasan ini. Namun, sejumlah permasalahan telah diidentifikasi sebagai penghambat untuk memaksimalkan manfaat dari integrasi. Ini termasuk ketimpangan antara penawaran dan ketersediaan kerja serta kebutuhan untuk meningkatkan tata kelola dan kelembagaan pasar tenaga kerja.

Menurut Yoshiteru Uramoto, Direktur Regional ILO untuk Asia dan Pasifik, yang akan memberikan sambutan dalam pertemuan para pakar ini, masukan-masukan dari komunitas bisnis akan menjadi sangat penting dalam menanggulangi tantangan-tantangan ini dan dalam mencapai proses integrasi yang lancar. “Perwakilan organisasi pengusaha dan para pemimpinnya merupakan pemangku kepentingan utama dalam integrasi ASEAN ini, karenanya menjadi penting bagi mereka untuk mempersiapkan para anggota menghadapi perubahan di tempat kerja dan pola ketenagakerjaan dan memungkinkan mereka menggapai peluang yang ditawarkan AEC, dan selanjutnya menanggulangi tantangan yang tidak terhindarkan ini,” kata dia. “ILO akan meningkatkan upayanya dalam mendampingi para konstituen dengan menyediakan data, analisis, dan saran kebijakan untuk memaksimalkan peluang dari AEC ini”.

Diskusi-diskusi yang dilakukan akan memberikan para pemain kunci di pasar tenaga kerja global, termasuk para pemimpin usaha senior, kesempatan untuk membahas faktor-faktor pendorong perubahan dengan para pejabat regional dan pemerintah, akademisi dan pakar. Diskusi-diskusi panel akan membahas mengenai isu dan tren terbaru di pasar tenaga kerja ASEAN, perubahan hubungan, isu migrasi kerja di kawasan ini, reformasi pasar tenaga kerja dan langkah membangun hubungan yang lebih efektif di antara semua pelaku pasar tenaga kerja.

Diakhir pertemuan, ringkasan dengan poin dan kesimpulan kunci, akan disusun dan dimasukan ke dalam penyusunan rekomendasi kebijakan nasional dan regional. Rekomendasi-rekomendasi ini akan ditelaah dengan tujuan pengadopsian pada pertengahan 2014.

Kegiatan tingkat tinggi ini akan dihadiri para perwakilan organisasi pengusaha, akademisi dan pemimpin badan internasional dari ke-10 negara-negara ASEAN, termasuk Uramoto, Alicia Dela Rosa Bala, Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN; Tan Sri Dato’ Azman, Presiden Organisasi Pengusaha Internasional dan Konfederasi Pengusaha ASEAN; dan Sofjan Wanandi, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). Sekitar 40 pengusaha, akademisi, pakar hukum, ekonom dan spesialis ILO lainnya diharapkan berpartisipasi.

Pertemuan ini diselenggarakan oleh Biro Kegiatan Pengusaha ILO (ACT/EMP) di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Indonesia pada 7-8 November 2013.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Sophy Fisher
Staf Komunikasi dan Informasi Publik Senior, Asia Pasifik
[email protected]
Tel
: +66 8989 50912

Krisdaporn Singhaseni
Staf Informasi, Kantor Regional ILO untuk Asia dan Pasifik
[email protected]
Tel: +66 (0) 2 288 1664