Peringatan PBB ke-71 tahun: Meningkatkan kemitraan multi-pemangku kepentingan untuk pembangunan berkelanjutan di Indonesia
ILO berpartisipasi dalam diskusi interaktif, bertajuk "Aksi Kolaborasi Indonesia-PBB: Meningkatkan Kemitraan Multi Pemangku Kepentingan untuk Pembangunan Berkelanjutan", di Jakarta pada 24 Oktober. Diskusi ini merupakan bagian dari peringatan bersama Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-71 tahun dan menandai tahun pertama pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Diskusi ini diselenggarakan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
24 Oktober 2016
Francesco d'Ovidio, Direktur ILO di Indonesia, menjadi penanggap dalam sesi kemitraan global untuk pembangunan di Indonesia, menanggapi pemaparan Nina Sardjunani, Kepala Sekretariat SDGs dan Vivi Alatas, Ekonom Bank Dunia untuk Program Kemiskinan di Indonesia.
Dimoderatori oleh Anthea Webb, Perwakilan Program Pangan se-Dunia (WFP) di Indonesia, sesi ini menyoroti elemen-elemen penting di bawah kemitraan dalam penerapan SDGs, pentingnya perubahan perilaku dalam mencapai SDGs dan kemitraan dalam perlindungan sosial sebagai salah satu sektor yang harus menjadi prioritas di Indonesia.
Acara ini dibuka oleh Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi. Menteri Retno menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat dan memperluas kerjasama internasionalnya dengan PBB, khususnya dalam pelaksanaan SDGs.Belajar dari Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) sebelumnya, kami sangat berkomitmen untuk menerapkan SDGs dan terus melakukan aksi-aksi kongkret dengan melibatkan semua pihak untuk mencapai SDGs pada 2030."
Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi
"Belajar dari Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) sebelumnya, kami sangat berkomitmen untuk menerapkan SDGs dan terus melakukan aksi-aksi kongkret dengan melibatkan semua pihak untuk mencapai SDGs pada 2030."
Selanjutnya, agenda Hari PBB 2016 mencakup diskusi interaktif mengenai pelaksanaan Agenda 2030 melalui Kemitraan Indonesia-PBB, yang menghadirkan pembicara dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional dengan penanggap dari UNDP.
Untuk membuat peringatan ini semakin meriah, pameran seni berjudul "Art with Purpose: Bringing Global Goals to Indonesia Art", yang dibuka pada hari yang sama dengan seminar dan berlangsung hingga 30 October di Museum Nasional yang menghadirkan karya-karya 22 artis dari berbagai generasi dalam beragam bentuk seperti film, pertunjukan, pahat dan media lainnya. Pameran ini bertujuan meningkatkan kesadaran mengenai isu-isu global serta ke-17 tujuan SDGs.