Peringatan 100 tahun ILO
Peringatan 100 tahun ILO dengan ILO Virtual Run untuk Pekerjaan Layak
Lebih dari 1,500 pelari mengikuti ILO Virtual Run untuk Pekerjaan yang Layak dalam rangka perayaan 100 tahun berdirinya ILO di Indonesia. Deputi Direktur Jenderal ILO menandai penutupan acara ini dengan penandatanganan Jersey ILO 100.
8 Agustus 2019
Deputi Direktur Jenderal ILO, Greg Vines bersama dengan Direktur Jenderal Penempatan, Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja, Bambang Satrio Lelono dan Direktur ILO di Indonesia, Michiko Miyamoto, menandatangani Jersey ILO 100 di Jakarta pada 24 Juli, menandai penutupan resmi ILO Virtual Run untuk Pekerjaan yang Layak sejalan dengan peringatan 100 tahun berdirinya ILO di Indonesia.
Setelah penandatanganan, mereka juga menganugerahkan medali ILO 100 untuk tiga pelari kategori jarak terjauh dan 100 kilometer pertama: Mariani Tanawidjaja, Susanto Tantriady dan Desiane Mulya. “Saya mengikuti ILO Virtual Run karena bagi saya pekerjaan yang layak penting dan baik untuk memiliki keseimbangan dalam hidup kita. Saya berlari setiap hari setidaknya 10 km per hari demi kesehatan tubuh,” kisah Mariani yang menyelesaikan ILO Virtual Run dengan total jarak 381,26 km.
ILO Virtual Run dilaksanakan dari 30 Juni hingga 14 Juli dengan jarak 10 km, bekerja sama dengan Cause, sebuah platform lari virtual dengan cakupan nasional. Pertama kali dilakukan, ILO Virtual Run ini diikuti 1,569 pelari di 127 kota dari 28 provinsi.
Melalui gerakan lari virtual ini, pelari yang terdaftar dapat berlari kapan saja dan di mana saja, merayakan 100 tahun ILO dan perjalanan Indonesia selama 69 tahun dengan ILO. Virtual Run ini merupakan bagian dari kampanye ILO tentang pekerjaan yang layak serta untuk merayakan pencapaian ILO, menegaskan kembali posisinya sebagai organisasi global yang dapat diandalkan untuk dunia kerja dan mencerminkan pekerjaan di masa depan.Kami merasa gembira dengan antusiasme masyarakat untuk mengikuti acara ini. Para pelari yang mengikuti acara ini juga seorang pekerja, pengusaha, wirausaha atau calon pekerja. Untuk itu kami menyerukan semangat yang sama: Pekerjaan yang Layak untuk Semua."
Michiko Miyamoto, Direktur ILO di Indonesia
Untuk melibatkan para pelari yang sudah terdaftar dan masyarakat luas, ILO bersama Cause dan komunitas lari lainnya, seperti RIOT dan Fake Runners, melakukan kegiatan fun run di Jakarta dan Bandung pada 30 Juni dan 7 Juli, diikuti lebih dari 150 pelari. Acara penutupan dilakukan di Bali pada 14 Juli di mana ILO memberikan rasa apresiasi dan terima kasih kepada semua pelari yang terdaftar.
Michiko Miyamoto, Direktur ILO di Indonesia, sangat menghargai minat tinggi yang ditunjukkan oleh masyarakat luas untuk berpartisipasi pada ILO 100 Virtual Run. “Kami merasa gembira dengan antusiasme masyarakat untuk mengikuti acara ini. Para pelari yang mengikuti acara ini juga seorang pekerja, pengusaha, wirausaha atau calon pekerja. Untuk itu kami menyerukan semangat yang sama: Pekerjaan yang Layak untuk Semua,” ungkap Michiko.
ILO Virtual Run juga menjaring pendapat para pelari tentang arti pekerjaan yang layak bagi mereka. Menariknya, peserta berusia antara 18-30 tahun menganggap pekerjaan yang layak sebagai minat, kontribusi sosial dan digitalisasi; sementara yang berusia 30-45 tahun lebih fokus pada pengembangan karir dan keseimbangan antara kehidupan dan kerja dan di atas usia 45 tahun lebih menekankan pada manfaat pensiun.
“Ketika berbicara tentang pekerjaan yang layak, bukan hanya sekedar masalah gaji yang layak. Ini juga tentang keselamatan dan kesehatan kerja serta kontribusi Anda kepada masyarakat,” ungkap Teul Panda, 29 tahun; sementara Srikandi I. Putra mengatakan bahwa “Pekerjaan yang layak adalah tentang keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan di mana kita dapat menyeimbangkan kewajiban di tempat kerja dengan tanggung jawab di rumah.”Ketika berbicara tentang pekerjaan yang layak, bukan hanya sekedar masalah gaji yang layak. Ini juga tentang keselamatan dan kesehatan kerja serta kontribusi Anda kepada masyarakat."
Teul Panda, 29 tahun, salah seorang peserta lari