A poster

Hari Keadilan Sosial Sedunia

Perangko untuk keadilan sosial: Komitmen Indonesia terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab

Peluncuran Sampul Hari Pertama dan perangko peringatan khusus mengenai Praktik Bisnis yang Bertanggung Jawab dan Pekerjaan Layak menandai langkah penting dalam penguatan komitmen Indonesia terhadap prinsip-prinsip tersebut, dengan dukungan ILO.

20 Februari 2026

The special First Day Cover and commemorative stamp on Responsible Business Conduct and Decent Work in Indonesia. 2/2026 © ILO
Content also available in: English

JAKARTA, Indonesia (Berita ILO) - ILO, bekerja sama dengan Pos Indonesia sebagai perusahaan jasa pos milik negara, secara resmi menerbitkan Sampul Hari Pertama dan perangko peringatan khusus yang mengangkat tema Praktik Bisnis yang Bertanggung Jawab dan Pekerjaan Layak. Menampilkan ilustrasi pekerja di industri elektronik, Sampul Hari Pertama yang terdiri dari amplop dan perangko dengan desain khusus ini diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Keadilan Sosial Sedunia yang diperingati setiap 20 Februari.

Prakarsa ini merupakan bagian dari serangkaian langkah strategis yang dilakukan oleh proyek Rantai Pasok Asia yang Tangguh, Inklusif dan Berkelanjutan (RISSC) ILO di Indonesia, yang didanai oleh Pemerintah Jepang. Melalui proyek RISSC, ILO mendukung upaya penguatan rantai pasok global yang tangguh, inklusif dan berkelanjutan, khususnya di sektor elektronik, sebagai jalur untuk memajukan pekerjaan layak, mengatasi risiko hak asasi manusia (HAM) dan ketenagakerjaan, serta membangun kembali dengan lebih baik pasca gangguan global dalam beberapa tahun terakhir.

Four people standing
© ILO
© ILO
Peluncuran Deklarasi diikuti dengan penerbitan Sampul Hari Pertama mengenai Praktik Bisnis yang Bertanggung Jawab dan Pekerjaan Layak di Indonesia. 2/2026

Peluncuran Sampul Hari Pertama ini juga bertepatan dengan sejumlah tonggak penting yang mencerminkan meningkatnya komitmen Indonesia terhadap agenda Bisnis dan HAM (BHAM), dengan dukungan proyek RISSC ILO. Tonggak tersebut meliputi adopsi Deklarasi Komitmen Pemerintah–Pelaku Usaha tentang Bisnis dan HAM pada 12 Februari, penerbitan Kertas Posisi Serikat Pekerja pada 13 Februari, serta pengesahan Konsensus Jaringan Universitas pada 18 Februari. Secara keseluruhan, upaya-upaya ini mencerminkan penguatan pendekatan multi-pemangku kepentingan—yang melibatkan pemerintah, pengusaha, pekerja dan akademisi—untuk memastikan bahwa kemajuan ekonomi berjalan seiring dengan penghormatan terhadap prinsip-prinsip dan hak-hak mendasar di tempat kerja.

“Sampul Hari Pertama ini menjadi simbol aksi kolektif menuju masa depan dunia kerja yang lebih adil, inklusif dan berkelanjutan,” ungkap Tauvik Muhamad, Koordinator Proyek RISSC ILO. “Penerbitannya bukan sekadar menjadi bentuk peringatan, tetapi juga sarana advokasi yang kuat. Dengan memanfaatkan makna budaya dan historis perangko, inisiatif ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik yang lebih luas mengenai pentingnya mengintegrasikan prinsip-prinsip HAM dalam praktik bisnis.”

Dalam acara penandatanganan Deklarasi Bersama, Sampul Hari Pertama diserahkan kepada para pemangku kepentingan ketenagakerjaan utama, termasuk perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Ketenagakerjaan, serta Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). Deklarasi tersebut menegaskan komitmen bersama untuk menghormati HAM dan pekerjaan layak sebagai fondasi bagi perusahaan yang berkelanjutan serta perekonomian dan rantai pasok yang tangguh.

Four people standing
© Gita Lingga/ILO
© Gita Lingga/ILO
Penyerahan Sampul Hari Pertama dan perangko peringatan mengenai Praktik Bisnis yang Bertanggung Jawab dan Pekerjaan Layak kepada konfederasi serikat pekerja di Jakarta, Indonesia, pada 13 Februari 2026.

Sampul Hari Pertama juga diserahkan kepada perwakilan sepuluh konfederasi serikat pekerja pada saat peluncuran Kertas Posisi Serikat Pekerja, sebagai simbol komitmen bersama dalam membentuk kerangka regulasi nasional mengenai praktik bisnis yang bertanggung jawab. Enam perguruan tinggi terkemuka—Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Katolik Atma Jaya, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Paramadina, dan Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera—menerima Sampul Hari Pertama ini dalam acara pengesahan Konsensus Jaringan Universitas, sebagai pengakuan atas peran penting akademisi dalam memajukan riset, pendidikan dan dialog kebijakan terkait bisnis dan HAM.

Sampul Hari Pertama ini menyoroti empat pilar Deklarasi Bersama tentang BHAM, yang menekankan integrasi HAM dalam praktik bisnis yang bertanggung jawab untuk meningkatkan produktivitas, membangun tenaga kerja yang terampil, serta mendorong perekonomian dan rantai pasok yang berkelanjutan. Inisiatif ini juga mengajak dunia usaha di Indonesia untuk menerapkan praktik bisnis yang bertanggung jawab ini sejalan dengan kebijakan nasional dan standar internasional, memastikan kepatuhan terhadap peraturan ketenagakerjaan dan prinsip dan hak mendasar di tempat kerja, serta memajukan pengembangan keterampilan dan pekerjaan layak di seluruh operasional perusahaan. Selain itu, inisiatif ini mendukung kebijakan dan langkah konkret untuk mempercepat penerapan praktik bisnis yang bertanggung jawab secara lintas sektor, termasuk melalui penguatan mekanisme bipartit, pelaksanaan uji tuntas HAM dan dialog sosial.

Sampul Hari Pertama ini menjadi simbol aksi kolektif menuju masa depan dunia kerja yang lebih adil, inklusif dan berkelanjutan. Penerbitannya bukan sekadar menjadi bentuk peringatan, tetapi juga sarana advokasi yang kuat.

Tauvik Muhamad, Koordinator Proyek RISSC ILO

Related content

Pemerintah dan pemimpin dunia usaha Indonesia tegaskan komitmen terhadap praktik usaha yang bertanggung jawab dan penghormatan HAM
Four people standing

Siaran pers

Pemerintah dan pemimpin dunia usaha Indonesia tegaskan komitmen terhadap praktik usaha yang bertanggung jawab dan penghormatan HAM

Memperkuat bisnis yang bertanggung jawab dan pekerjaan yang layak di Indonesia: Diskusi tentang tata kelola proyek, standar ketenagakerjaan...
Eight trade union representatives holding a position paper

Serangkaian tiga acara

Memperkuat bisnis yang bertanggung jawab dan pekerjaan yang layak di Indonesia: Diskusi tentang tata kelola proyek, standar ketenagakerjaan...