COVID-19: Mendukung usaha, pekerjaan dan pendapatan
Pengusaha dan pekerja menggalang upaya bersama memulihkan kejayaan industri garmen dan alas kaki Indonesia
Pandemi COVID-19 telah mengancam kesehatan dan mata pencarian pekerja dan pengusaha di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Para pengusaha dan pekerja Indonesia dari industri garmen dan alas kaki memilih untuk bekerja sama mengatasi dampak pandemi.
11 Agustus 2020
Komitmen bersama tersebut ditandatangani oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) yang mewakili para pengusaha. Dari sisi pekerja ditandatangani oleh Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Pakaian dan Kulit dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP-TSK KSPSI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (FSP-TSK KSPI) serta Federasi Sentra Garmen, Kerajinan, Tekstil dan Industri dari Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSB-Garteks KSBSI).
Merujuk pada dampak pandemi COVID-19 terhadap dunia kerja, khususnya industri garmen dan alas kaki, pernyataan bersama tersebut mendorong kepatuhan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja serta pedoman terkait COVID-19 dan menjunjung dialog sosial untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan umum.
Komitmen bersama nasional ini merupakan tindak lanjut dari Seruan Aksi ILO: Aksi di Industri Garmen Global, yang diprakarsai oleh Organisasi Pengusaha Internasional (IOE), Konfederasi Serikat Pekerja Internasional (ITUC) dan ILO. Aksi global tersebut menyerukan upaya untuk mewujudkan sistem perlindungan sosial yang berkelanjutan demi industri garmen yang lebih adil dan tangguh.Kami ingin menunjukkan kepada para pembeli internasional bahwa kami sedang menangani masalah ini bersama-sama dan kami berkomitmen untuk mengikuti protokol baru demi keuntungan pekerja dan pengusaha."
Sinta Widjaja Kamdani, Deputi Apindo
Baik Sinta Widjaja Kamdani, Deputi Apindo, dan Elly R. Silaban, Presiden KSBSI, menekankan pentingnya komitmen bersama ini untuk memastikan keberlanjutan industri garmen dan alas kaki Indonesia yang berorientasi ekspor sebagai salah satu pilar utama perekonomian negara. Mereka berdua juga mengungkapkan replikasi komitmen bersama ini oleh sektor industri lain untuk membantu pemulihan ekonomi.
“Kami ingin menunjukkan kepada para pembeli internasional bahwa kami sedang menangani masalah ini bersama-sama dan kami berkomitmen untuk mengikuti protokol baru demi keuntungan pekerja dan pengusaha,” kata Shinta; Sedangkan Elly, menyuarakan komitmen yang sama, menyatakan bahwa “ini adalah kebersamaan dan tanggapan bersama untuk mengatasi tantangan yang kita hadapi bersama”.Ini adalah kebersamaan dan tanggapan bersama untuk mengatasi tantangan yang kita hadapi bersama."
Elly R. Silaban, Presiden KSBSI
Kementerian Ketenagakerjaan sangat mengapresiasi komitmen bersama yang ditunjukkan oleh pengusaha dan pekerja. “Dialog sosial menjadi kunci keberlangsungan dan ketahanan usaha dalam menghadapi pandemi. Ini juga sejalan dengan inisiatif pemerintah yang membutuhkan dukungan pengusaha dan pekerja dalam melaksanakan program pemerintah,” ujar Haiyani Rumondang, Direktur Jenderal Hubungan Industrial dan Perlindungan Sosial Kementerian Ketenagakerjaan.
Apresiasi serupa juga diberikan oleh perwakilan IOE dan ITUC yang menyaksikan penandatanganan tersebut. “Kami menyaksikan kerapuhan bisnis yang mempengaruhi pekerja dan pengusaha. Komitmen bersama ini merupakan langkah untuk mewujudkan dunia kerja yang lebih cerah, ” ujar Shoya Yoshida, Deputi Sekretaris Jenderal ITUC; sementara Matthias Thorns, Wakil Sekretaris Jenderal IOE, menyatakan,"Dialog sosial menjadi kunci dan semua orang sudah siap untuk mengatasi dampak pandemi COVID-19."Ini juga sejalan dengan inisiatif pemerintah yang membutuhkan dukungan pengusaha dan pekerja dalam melaksanakan program pemerintah."
Haiyani Rumondang, Direktur Jenderal Hubungan Industrial dan Perlindungan Sosial Kementerian Ketenagakerjaan
Di Indonesia, komitmen bersama ini difasilitasi oleh program Better Work Indonesia (BWI), program bersama ILO dan International Finance Corporation (IFC). Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kondisi kerja dan meningkatkan daya saing industri garmen dan alas kaki Indonesia.
Related content
COVID-19: Mendukung perusahaan, pekerjaan dan pendapatan
Menggalang upaya bersama untuk keberlanjutan bisnis dan perlindungan pekerja industri garmen dan alas kaki