Pemagangan baik untuk bisnis

ILO mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing sumber daya manusia melalui pemagangan. Program pemagangan tidak hanya baik untuk pekerja, tetapi juga baik untuk bisnis.

25 Juni 2021

Content also available in: English
Berawal dari magang di bagian pengelasan 15 tahun yang lalu, Yuliyan Suryo kini menjabat sebagai Kepala Bagian Litbang PT Arkananta Apta Pratista di Kalimantan Timur. “Saya adalah bukti hidup dari manfaat program pemagangan industri,” ungkap Yuliyan dalam webinar bertajuk “Manfaat Program Pemagangan bagi Industri” yang diselenggarakan pada 22 Juni.

Yuliyan juga merupakan pelatih dan master dalam pemagangan, mendukung program pemagangan industri perusahaannya. PT Arkananta telah melakukan program pemagangan sejak tahun 2012 dan telah menerapkan program pembelajaran campuran setelah merebaknya COVID-19. “Untuk tahun ini, kami menambahkan program pembuatan konten, mengikuti tren kemajuan teknologi saat ini,” tambahnya.

Mayoritas peserta magang, sekitar 88 persen, diserap dan direkrut sebagai pekerja. Dari program pemagangan, perusahaan mampu merekrut tenaga kerja dengan kualitas semangat kerja yang tinggi, adaptif, familier dengan teknologi dan memiliki “DNA” perusahaan.

Pengurangan pajak dari program pemagangan pemerintah telah menguntungkan kami Rp 500 juta."

Renata C. Yuliantanti, Bidang Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
Tidak hanya diuntungkan dengan mempekerjakan pekerja berkompetensi tinggi, Renata C. Yuliantanti, Bidang Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), mengatakan perusahaan juga dapat memanfaatkan program pengurangan pajak. “Pengurangan pajak dari program pemagangan pemerintah telah menguntungkan kami Rp 500 juta,” katanya.

Renata juga menjelaskan bahwa kunci keberhasilan program pemagangan adalah penciptaan lingkungan yang kondusif di tingkat perusahaan. Keterlibatan serikat pekerja juga diperlukan untuk memastikan bahwa program pemagangan menguntungkan perusahaan dan pemagang.

Sementara itu, Muhammad Ali, Direktur Pelatihan Vokasi dan Pemagangan Kementerian Ketenagakerjaan, memuji upaya yang dilakukan pihak swasta untuk mendukung program pemerintah dalam mendorong peningkatan sumber daya manusia Indonesia melalui program pemagangan. “Ini akan membantu mencapai target pemerintah Indonesia dengan 50 ribu pemagang.”

Ini [pemagangan industri] akan membantu mencapai target pemerintah Indonesia dengan 50 ribu pemagang."

Muhammad Ali, Direktur Pelatihan Vokasi dan Pemagangan Kementerian Ketenagakerjaan
Ia juga menjelaskan tentang revisi Peraturan Menteri Ketenagakerjaan tentang Pemagangan, yang memberikan perlindungan yang lebih baik kepada pemagang. Revisi peraturan tersebut akan memungkinkan pemagang bekerja secara bergiliran dan sanksi dapat diberikan kepada perusahaan yang tidak memberikan perjanjian pemagangan.

Webinar yang diselenggarakan oleh ILO melalui Keterampilan Industri untuk Pertumbuhan Inklusif Tahap 2 (Proyek InSight-2) ini menandai kegiatan pertama dari serangkaian webinar tentang pemagangan berkualitas untuk industri. Rangkaian webinar ini akan diadakan hingga pertengahan Juli, yang bertujuan untuk mempromosikan pentingnya program pemagangan guna meningkatkan kompetensi sumber daya manusia Indonesia.

Webinar-webinar ini akan dilanjutkan dengan lokakarya virtual mengenai langkah-langkah dan informasi praktis bagi industri dan menerapkan program pemagangan. Lokakarya ini akan diselenggarakan besama-sama oleh ILO dan Kementerian Ketenagakerjaan hingga bulan September.

Tauvik Muhamad, Manajer Proyek InSignht-2 ILO, menyoroti bahwa program pemagangan dapat menjadi kunci untuk memecahkan ketidaksesuaian keterampilan dan untuk mengatasi pengangguran dan setengah pengangguran dari kaum muda. “Keterlibatan industri akan memuluskan transisi dari sekolah ke pekerjaan dan bermanfaat bagi pengembalian investasi yang pada gilirannya mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Related content

Mengkaji efektivitas program pemagangan daring

Mengkaji efektivitas program pemagangan daring