Peluncuran pelatihan keterampilan pekerja rumah tangga: Tingkatkan kualitas dan standar kerja pekerja rumah tangga
Banyak pekerja rumah tangga menjalani kondisi kerja yang buruk, berupah rendah, tidak memiliki jaminan sosial, bekerja dengan jam kerja yang panjang dan dalam kondisi sulit dan tidak selalu aman. Bahkan mereka rentan terhadap perdagangan manusia, pelecehan seksual dan penganiayaan psikologis.
4 Agustus 2017
Untuk melanjutkan upaya meningkatkan kualitas dan standar kerja pekerja rumah tangga, Lembaga Pengkajian Pembangunan Masyarakat (LPKP), sebuah LSM yang menangani masalah pekerja rumah tangga dan JARAK, jaringan LSM untuk pekerja anak, dengan dukungan dari Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), meluncurkan program pelatihan keterampilan di Malang, Jawa Timur pada 6 Agustus 2017. Peluncuran ini akan dilakukan oleh Bupati Malang, Rendra Kresna.
Tujuan dari program pelatihan keterampilan ini adalah meningkatkan dan memastikan keterampilan kerja para pekerja rumah tangga Indonesia. Program ini juga bertujuan meningkatkan pengakuan dan standar kerja para pekerja rumah tangga dan meningkatkan kemampuan kerja serta kondisi hidup dan kerja mereka.Kami berharap lebih banyak lagi pekerja rumah tangga yang dapat berpartisipasi dalam pelatihan seperti ini, mengingat pekerjaan rumah tangga merupakan sumber lapangan pekerjaan utama bagi jutaan perempuan dan laki-laki, terutama perempuan. Melalui pengembangan keterampilan dan kapasitas, kami berharap pekerjaan rumah tangga akan diakui sebagai pekerjaan dan pekerja rumah tangga dihormati layaknya pekerja lain."
Anwar Solihin, Direktur LPKP
Untuk memastikan keberlanjutan program pelatihan keterampilan untuk pekerja rumah tangga ini, Pemerintah Kabupaten Malang saat ini sedang dalam proses penyusunan dan finalisasi Peraturan Bupati mengenai Peningkatan Kompetensi untuk Pekerja Rumah Tangga Perempuan di Malang. Dengan peraturan ini, program pelatihan akan dilanjutkan dan direplikasi di berbagai wilayah di Malang oleh pemerintah kabupaten dengan mempergunakan anggaran pemerintah.
“Berdasarkan keberhasilan program pelatihan keterampilan sebelumnya, ILO menyambut baik keberlanjutan program pelatihan keterampilan bagi pekerja rumah tangga ini. ILO juga menyambut baik komitmen yang diperlihatkan oleh pemerintah daerah untuk terus meningkatkan status pekerja rumah tangga sebagai profesi yang diakui. Ini pada gilirannya akan meningkatkan kemampuan kerja pekerja rumah tangga dan prospek mereka atas pekerjaan yang lebih baik,” ujar Michiko Miyamoto, Direktur ILO di Indonesia.
Program Pelatihan ini memberikan pelatihan berkualitas tinggi dengan mempergunakan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk Pekerja Rumah Tangga yang dikembangkan berdasarkan SKKNI pemerintah Indonesia untuk Jasa Perorangan yang Melayani Rumah Tangga pada 2015. Sejumlah elemen dalam Model Standar Kompetensi Regional ILO pun telah dipergunakan di dalam SKKNI tahun 2015.
Sementara Anwar Solihin, Direktur LPKP, mengatakan bahwa dari 90 pekerja rumah tangga yang berpartitipasi dalam program pelatihan percontohan telah menjalani dan lulus ujian sertifikasi. Mereka pun mengalami peningkatan dalam melakukan pekerjaan rumah tangga rutin mereka serta memiliki posisi tawar dan upah yang lebih baik.Berdasarkan keberhasilan program pelatihan keterampilan sebelumnya, ILO menyambut baik keberlanjutan program pelatihan keterampilan bagi pekerja rumah tangga ini. ILO juga menyambut baik komitmen yang diperlihatkan oleh pemerintah daerah untuk terus meningkatkan status pekerja rumah tangga sebagai profesi yang diakui. Ini pada gilirannya akan meningkatkan kemampuan kerja pekerja rumah tangga dan prospek mereka atas pekerjaan yang lebih baik."
Michiko Miyamoto, Direktur ILO di Indonesia
“Kami berharap lebih banyak lagi pekerja rumah tangga yang dapat berpartisipasi dalam pelatihan seperti ini, mengingat pekerjaan rumah tangga merupakan sumber lapangan pekerjaan utama bagi jutaan perempuan dan laki-laki, terutama perempuan. Melalui pengembangan keterampilan dan kapasitas, kami berharap pekerjaan rumah tangga akan diakui sebagai pekerjaan dan pekerja rumah tangga dihormati layaknya pekerja lain,” ia menambhakn.
Sekitar 100 pekerja rumah tangga dari empat komunitas di Malang akan berpartisipasi dalam program pelatihan keterampilan angkatan kedua ini. Program ini mencakup 150 jam belajar wajib yang terdiri dari pengelolaan rumah tangga, memasak untuk keluarga, mencuci pakaian dan kompetensi lainnya seperti pengembangan diri. Program pun memadukan pelatihan teori di kelas dan pelatihan praktik yang diselenggarakan di akhir pekan selama 4,5 bulan.
Para instruktur pelatihan merupakan staf LPKP yang telah menerima sertifikasi kompetensi mengenai Metodologi dan Teknik Pengelolaan Rumah Tangga /Memasak dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Peluncuran pelatihan keterampilan ini akan ditutup dengan Deklarasi Serikat Pekerja Rumah Tangga bernama Asosiasi Gerakan Revolusi Kerja (Anggrek Maya). Asosias ini menyatukan 12 kelonpok pekerja rumah tangga dengan jumlah keseluruhan mencapai 177 pekerja rumah tangga di seluruh Malang Raya yang meliputi wilayah Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu.
Diharapkan melalui asosiasi ini, para pekerja rumah tangga dapat memperkuat kampanye dan upaya mereka untuk mempromosikan pekerjaan layak bagi pekerja rumah tangga dan penghapusan pekerja rumah tangga anak.
Untuk informasi lebih lanjut hubungi:
Abdul SyukurStaf LPKP Malang
Mobile: +62812 3479 981
Email: [email protected]
Irfan Affandi
Staf ILO-PROMOTE Proyek di Jawa Timur
Mobile: +62811 3576 875
Email: [email protected]