Pelantar digital HIV yang inovatif menguntungkan perusahaan dalam memperkuat program HIV di tempat kerja

Pelantar pembelajaran untuk program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Tempat Kerja telah memberi manfaat bagi ratusan perusahaan. Pelantar ini dikembangkan bersama oleh ILO dan mitra sosialnya untuk meningkatkan pelantar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) milik Kementerian Ketenagakerjaan.

8 Agustus 2023

Content also available in: English

Sebanyak 301 peserta dari 110 perusahaan telah mengikuti dan lulus program Pembelajaran daring Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Tempat Kerja. Mereka juga telah menyelesaikan tugas yang diberikan kepada masing-masing perusahaan yang mencakup penyusunan kebijakan perusahaan yang tidak diskriminatif dan kesepakatan bersama dengan penyedia layanan kesehatan, struktur organisasi dan anggaran, serta pengembangan formulir untuk dokumentasi, pelaporan, dan pemantauan.

Ini adalah pelantar inovatif yang memberikan akses lebih besar bagi perusahaan untuk menciptakan tempat kerja yang aman dan sehat serta memberikan dukungan yang lebih baik bagi pekerjanya, terutama pekerja dengan HIV."

Early Dewi Nuriana, Staf Program ILO untuk HIV/AIDS
Pembelajaran daring ini merupakan pelantar pembelajaran gratis yang dikembangkan Program Pencegahan HIV/AIDS ILO bersama Perhimpunan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia (IDKI) untuk memperkuat pelantar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang ada di bawah Kementerian Ketenagakerjaan. Ditujukan untuk perusahaan, pelantar pembelajaran ini menyediakan empat modul berikut: informasi dasar HIV, perencanaan program pencegahan dan pengendalian HIV, implementasi serta pemantauan dan evaluasi program pencegahan dan pengendalian HIV.

“Ini adalah pelantar inovatif yang memberikan akses lebih besar bagi perusahaan untuk menciptakan tempat kerja yang aman dan sehat serta memberikan dukungan yang lebih baik bagi pekerjanya, terutama pekerja dengan HIV. Pelantar ini juga memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk belajar, mengembangkan dan memperkuat program pencegahan HIV mereka,” ujar Early Dewi Nuriana, Staf Program ILO untuk HIV/AIDS.

Untuk dapat mengikuti pembelajaran daring ini, setiap perusahaan harus mengirimkan tiga orang peserta yang mewakili manajemen, pekerja dan petugas medis. Para peserta diberikan waktu 28 hari untuk menyelesaikan semua modul, termasuk tes sebelum dan sesudah, pendampingan kelompok untuk pengembangan program HIV dan diberikan sertifikat yang menyatakan kelulusan sebagai fasilitator bersertifikat.

Kami telah berdiskusi dengan manajemen mengenai apa yang harus dilakukan dengan lebih baik dan apa yang harus diterapkan dengan lebih efektif. Kami bangga menjadi bagian dari upaya pencegahan HIV di tingkat perusahaan."

Eko A. Wijanarko dari PT Chandra Asri Petrochemical
Sebagai fasilitator, peserta mampu menjelaskan informasi dasar HIV, penanganan kasus pekerja dengan HIV, memfasilitasi program dukungan dan pengobatan, advokasi tentang stigma dan diskriminasi, serta mendokumentasikan, melaporkan dan memantau program pencegahan dan pengendalian HIV berdasarkan peraturan dan pedoman.

Eko A. Wijanarko dari PT Chandra Asri Petrochemical mengatakan bahwa pembelajaran daring ini telah membantu dia dan rekannya untuk mengembangkan pencegahan dan pengendalian HIV yang lebih efektif di perusahaan. Selama dan setelah pelatihan, ia aktif mengomunikasikan dan mendiskusikan tindakan yang harus dilakukan oleh perusahaan.

“Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari program pencegahan HIV. Kami telah berdiskusi dengan manajemen mengenai apa yang harus dilakukan dengan lebih baik dan apa yang harus diterapkan dengan lebih efektif. Kami bangga menjadi bagian dari upaya pencegahan HIV di tingkat perusahaan,” Eko mengisahkan pengalamannya.

Pembelajaran daring ini dapat diakses melalui https://temank3.kemnaker.go.id

Related content

Diluncurkan, serangkaian intervensi inovatif HIV di tempat kerja di Indonesia

Diluncurkan, serangkaian intervensi inovatif HIV di tempat kerja di Indonesia