Pelajar promosikan pekerjaan layak bagi pekerja rumah tangga
Serangkaian pemutaran video dan foto bercerita mengenai pekerja rumah tangga (PRT) serta pekerja rumah tangga anak (PRTA) dilakukan di berbagai sekolah dan universitas di wilayah Jakarta dan sekitarnya, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Lampung sejak awal tahun ini hingga April 2016. Serangkaian pemutaran ini telah menjangkau sekitar 500 pelajar dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga mahasiswa.
28 April 2016
Pemutaran-pemutaran video dan foto bercerita ini dilakukan ILO melalui proyek Pekerjaan Layak Bagi PRT guna Mengakhiri PRTA (PROMOTE). Didanai Departemen Perburuhan Amerika Serikat (USDOL), proyek ini bertujuan untuk mempromosikan pekerjaan layak bagi PRTA dan menghapuskan PRTA.
Beragam pertanyaan diajukan para siswa saat pemutaran. Komitmen untuk menghormati dan menghargai pentingnya peran PRT pun dibahas. Para siswa SD di Tangerang Selatan, misalnya, berjanji untuk menghormati PRT mereka dengan ikut membantu meringankan pekerjaan atau bersikap lebih sopan kepada PRT mereka.Saya mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan kegiatan ini dengan mengembangkan kegiatan-kegiatan yang lebih nyata seperti riset, program pelibatan komunitas serta kegiatan sukarelawan di sekolah PRT."
Dr. Dedi Hermawan, Kepala Jurusan Administrasi Publik Universitas Lampung
Sementara di Surabaya, sejumlah siswa sekolah menengah pertama (SMP) mengakui hak-hak PRT dengan menegaskan: “PRT harus dibayar berdasarkan pekerjaan mereka dan tidak diperlakukan seperti budak. Bagi anak-anak yang terpaksa melakukan pekerjaan rumah tangga, mereka tetap berhak memperoleh pendidikan dan hak lainnya sebagai anak.”
Penekanan terhadap peran pemerintah dibahas para siswa sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Palopo dan Takalar, Sulawesi Selatan. Mereka mempertanyakan kurangnya perlindungan hukum bagi PRT dan belum adanya peraturan perundangan PRT. “PRT harus mendapat perlindungan hukum seperti layaknya pekerja lain karena mereka memainkan peran penting dalam memastikan kegiatan ekonomi rumah tangga,” ujar para siswa.
Kontribusi nyata ditawarkan para mahasiswa dari Jurusan Administrasi Publik Universitas Lampung. Mereka terdorong untuk terlibat dalam mempromosikan pekerjaan layak bagi PRT sebagai guru sukarelawan atau pelatih keterampilan kejuruan di sekolah-sekolah PRT yang dikelola Damar, sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang menangani masalah PRT.
Dr. Dedi Hermawan, Kepala Jurusan Administrasi Publik Universitas Lampung, mendukung para mahasiswanya untuk aktif mempromosikan isu-isu terkait PRT. “Saya mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan kegiatan ini dengan mengembangkan kegiatan-kegiatan yang lebih nyata seperti riset, program pelibatan komunitas serta kegiatan sukarelawan di sekolah PRT,” ujar dia.
Diluncurkan pada Juni 2015, video-video dan foto-foto bercerita ini difasilitasi oleh ILO-PROMOTE berkolaborasi dengan Yayasan Kampung Halaman (YKH) di bawah program bertajuk Program Teman Remaja Teman Setara (TRTS). Program ini bertujuan untuk melibatkan kaum muda dalam dua permasalahan: meningkatkan kehidupan PRT dan menghapuskan PRTA.
Diproduksi oleh 25 kaum muda berusia 12-17 tahun, yang dipilih dari ratusan orang muda, di Jakarta dan Makassar, video-video dan foto-foto bercerita ini memperlihatkan peran PRT dalam kehidupan mereka, interaksi keseharian mereka dengan PRT dan kehidupan PRT dari sudut pandang kaum muda. Menggunakan kata-kata dan pemilihan adegan mereka sendiri, video-video dan foto-foto ini mendokumentasikan keseharian, lika-liku kehidupan, perjalanan dan harapan para PRT. Video-video dan foto-foto ini terdiri dari empat video diari dan lima foto bercerita dengan durasi keseluruhan sepanjang 90 menit.
Related content
Sinopsis Sembilan Cerita Persahabatan Kami dan Pekerja Rumah Tangga: Teman Remaja Teman Setara