Pekerja dan pengusaha sektor pengolahan kelapa sawit dan perikanan bergabung untuk promosikan hak-hak pekerja dan kesetaraan gender
Dengan menerapkan materi yang telah dipelajari dari pelatihan komunikasi ILO, para anggota serikat pekerja dan asosiasi pengusaha dari sektor kelapa sawit dan pengolahan ikan melakukan kampanye internal dan publik untuk mendorong kepatuhan yang lebih kuat terhadap undang-undang ketenagakerjaan dan hak-hak pekerja.
10 Mei 2023
Unggahan pesan media sosial ini merupakan salah satu dari banyak unggahan media sosial, poster infografis, dan artikel berita yang diproduksi dan diterbitkan sebagai bagian dari kampanye ILO untuk mempromosikan kepatuhan yang lebih kuat terhadap undang-undang ketenagakerjaan dan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta kesetaraan gender di pengelolaan dan rantai pasok sektor pengolahan kelapa sawit dan ikan.
Laurensia juga menjadi salah serorang dari 48 peserta yang mewakili organisasi pekerja dan pengusaha dari kedua sektor tersebut yang berpartisipasi dalam pelatihan komunikasi yang diadakan oleh proyek ILO untuk Peningkatkan Hak-hak Pekerja di Sektor Rural Indo-Pasifik dengan fokus pada Perempuan. Kampanye juga memamerkan keterampilan baru yang diperoleh peserta dalam mengembangkan berbagai materi kampanye dan kegiatan setelah pelatihan. Pelatihan selama empat hari telah menghasilkan 74 materi komunikasi, informasi dan edukasi serta lebih dari 30 sesi lokakarya yang adakan oleh peserta yang menjangkau lebih dari 36.000 orang dari jaringan mereka.
Rusmin Idrus, Staf Sumber Daya Manusia (SDM) PT Rea Kaltim Plantation, sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur, aktif mengadakan kampanye internal untuk perusahaannya. Berdasarkan teknik desain grafis yang dia pelajari, dia telah mengembangkan poster dan spanduk K3 dan memasangnya di sekitar lokasi perusahaan untuk meningkatkan kepatuhan pekerja terhadap standar keselamatan.Alat pelindung wajib digunakan bagi mereka yang bekerja di lapangan atau di pabrik pengolahan. Sayangnya, sebagian besar pekerja perlu diawasi untuk memakai alat pelindung diri dengan patuh. Karenanya, saya berharap kampanye internal yang dilakukan dapat meningkatkan kesadaran mereka tentang masalah ini."
Rusmin Idrus, Staf Sumber Daya Manusia (SDM) PT Rea Kaltim Plantation, sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur
Rusmin berharap materi-materi informatif tersebut dapat menjadi pengingat bagi seluruh pekerja akan pentingnya K3. “Alat pelindung wajib digunakan bagi mereka yang bekerja di lapangan atau di pabrik pengolahan. Sayangnya, sebagian besar pekerja perlu diawasi untuk memakai alat pelindung diri dengan patuh. Karenanya, saya berharap kampanye internal yang dilakukan dapat meningkatkan kesadaran mereka tentang masalah ini karena kami tidak memiliki pengawas yang cukup untuk melakukan patroli setiap saat,” kata Rusmin.
Kampanye internal juga dilakukan oleh Julitha Ratumbanua, Staf SDM PT Nutrindo Fresfood, perusahaan pengolahan ikan yang berlokasi di Bitung, Sulawesi Utara. Perusahaan telah memulai audit sosialnya sejak tahun 2020 dengan kepatuhan K3 sebagai salah satu indikator utamanya. Materi informasi pun telah dikembangkan untuk mempromosikan kepatuhan K3 kepada lebih dari 100 pekerja perusahaan. Lokasi perusahaan yang terpencil telah mempersulit perusahaan untuk meningkatkan kesadaran semua pekerja tentang isu-isu penting tertentu.
“Lokasi kami yang jauh membuat sulit untuk meningkatkan kesadaran semua pekerja. Kami harus mengirim ahli atau pelatih ke lokasi atau mengirim sejumlah pegawai kami ke kegiatan lokakarya di luar Bitung. Namun, dengan keterampilan baru yang saya pelajari dari pelatihan untuk mengembangkan materi informasi yang sesuai untuk pekerja, kami sekarang dapat mengembangkan pesan kami sendiri sesuai dengan kebutuhan kami,” tambahnya.
Sementara untuk Laurensia, ia berencana untuk memperluas kampanyenya tidak hanya melalui akun media sosial organisasi dan pribadinya, tetapi juga melalui 22.000 anggota federasi lainnya yang bekerja di 60 perusahaan kelapa sawit di Kalimantan Tengah dan Riau.Ke depan, Federasi berencana untuk membangun pusat pelatihan dan akan memasukkan pelatihan komunikasi kepada para anggotanya. Penting bagi semua anggota untuk memiliki keterampilan komunikasi, khususnya keterampilan komunikasi praktis yang dapat langsung diterapkan dalam pekerjaan kita sehari-hari dan mempromosikan perlindungan yang lebih baik bagi semua anggota kita."
Laurensia L. Siahaan dari Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan
“Ke depan, Federasi berencana untuk membangun pusat pelatihan dan akan memasukkan pelatihan komunikasi kepada para anggotanya. Penting bagi semua anggota untuk memiliki keterampilan komunikasi, khususnya keterampilan komunikasi praktis yang dapat langsung diterapkan dalam pekerjaan kita sehari-hari dan mempromosikan perlindungan yang lebih baik bagi semua anggota kita,” tegasnya.
Serikat pekerja dan asosiasi pengusaha yang berpartisipasi antara lain Asosiasi Perikanan Pole & Line and Handline Indonesia (AP2HI), Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSBSI) dan Federasi Serikat Pekerja Kehutanan, Industri Umum, Kayu, Pertanian dan Perkebunan (F-HUKATAN), Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN), Konfederasi Serikat Buruh Muslim Indonesia (K-Saburmusi), dan Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia-CAITU (FSPPP KSPSI-CAITU).
Related content
Serikat pekerja dan asosiasi pengusaha mengampanyekan hak kerja dan kesetaraan gender di perkebunan kelapa sawit dan pengolahan perikanan