Negara-negara Asia Pasifik tegaskan upaya yang lebih intensif untuk ciptakan prakarsa green jobs – Konferensi Surabaya

Perwakilan pemerintah, pengusaha dan pekerja dari sepuluh negara di kawasan Asia-Pasifik menyerukan upaya yang lebih intensif melalui dialog sosial untuk mempromosikan penciptaan “pekerjaan hijau atau ramah lingkungan” (green jobs) – dan menghijaukan pekerjaan-pekerjaan yang ada – sebagai langkah-langkah penting dalam mencapai pembangunan ekonomi yang berkarbon rendah, mampu menghadapi perubahan iklim dan ramah lingkungan.

3 September 2012

Content also available in: English

SURABAYA (Berita ILO): Perwakilan pemerintah, pengusaha dan pekerja dari sepuluh negara di kawasan Asia-Pasifik menyerukan upaya yang lebih intensif melalui dialog sosial untuk mempromosikan penciptaan “pekerjaan hijau atau ramah lingkungan” (green jobs) – dan menghijaukan pekerjaan-pekerjaan yang ada – sebagai langkah-langkah penting dalam mencapai pembangunan ekonomi yang berkarbon rendah, mampu menghadapi perubahan iklim dan ramah lingkungan.

Konferensi Regional Green Jobs di Asia, 29–31 Agustus di Surabaya, di mana Pemerintah Indonesia menjadi tuan rumah dan diselenggarakan Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO) melalui dukungan Perjanjian Kemitraan Pemerintah Australia – ILO (2010 – 2015), sebagai tindak lanjut dari Pertemuan Regional ILO se-Asia Pasifik ke-15 yang memprioritaskan transisi dari green jobs dan rekomendasi-rekomendasi kebijakan kunci lainnya pada langkah promosi selanjutnya di kawasan ini. Masalah green jobs pun akan menjadi pembahasan pada Konferensi Perburuhan Internasional di Jenewa pada Juni 2013.

ILO mendefinisikan green jobs sebagai pekerjaan yang layak dan produktif yang dapat membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, yang pada gilirannya mengarah pada usaha dan perekonomian yang berkelanjutan secara lingkungan, ekonomi dan sosial.

Belajar dari berbagai pengalaman di Konferensi Surabaya mengenai pengembangan model lapangan kerja yang ramah lingkungan, penghijauan usaha-usaha yang ada serta kesempatan bagi tenaga kerja muda, para peserta menyerukan perlunya replikasi, perluasan dan adaptasi program-program ini ke negara-negara lain di kawasan ini.

Perwakilan dari pemerintah, organisasi pengusaha dan pekerja memperkenalkan prioritas-prioritas mereka untuk aksi dan langkah ke depan. Mereka menegaskan adanya kebutuhan untuk menjalin kerjsama dalam jangka pendek untuk permasalahan seperti pengarusutamaan green jobs di tingkat kebijakan serta di tempat kerja melalui peningkatan keterampilan, pembangunan ekonomi lokal, keuangan sosial dan perlindungan sosial.

“Strategi pembangunan Indonesia menekankan pada empat pilar – pro-pertumbuhan, pro-pekerjaan, pro-rakyat miskin dan pro-lingkungan,” ujar Abdul Wahab Bangkona, Direktur Jenderal Pelatihan dan Produktivitas, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. “Tujuan-tujuan dari Proyek Green Jobs ILO di Asia ini selaras dengan strategi-strategi pembangunan tersebut.”

ILO meluncurkan Proyek Green Jobs di Asia pada 2010. Tujuan utama proyek ini adalah membangun kapasitas para konstituen ILO dan mitra nasional melalui memperkuat kebijakan dan mempromosikan peluang green jobs di lima negara peserta: Bangladesh, Indonesia, Nepal, Filipina dan Sri Lanka. Para delegasi dari Cina, Fiji, India, Malaysia dan Thailand turut berpartisipasi dalam konferensi regional ini.

“Ini merupakan konferensi regional pertama di Asia dan Pasifik yang khusus terfokus pada masalah green jobs,” kata Vincent Jugault, Spesialis Senior ILO untuk Lingkungan dan Pekerjaan yang Layak dari Kantor Regional ILO di Bangkok. “Banyak hal yang sudah terjadi di lapangan dan pertemuan ini mengidentifikasikan langkah-langkah untuk menerapkan program-program tersebut dalam skala yang lebih besar.”

Proyek Green Jobs di Asia merupakan bagian dari Prakarsa Green Jobs ILO, sebagai hasil dari kemitraan yang terbangun pada tahun 2007 antara ILO, Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) dan Konfederasi Serikat Pekerja Internasional (ITUC). Organisasi Pengusaha Internasional (IOE) bergabung pada 2008.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Vincent Jugault
Spesialis Senior Lingkungan dan Pekerjaan yang Layak
Tel.: +66.2.288.2304
Email

Allan Dow
Staf Advokasi dan Komunikasi
Tel: +66 2 288 2057
Email