Mewujudkan pekerjaan layak untuk pekerja rumah tangga di kawasan Asia
Perwakilan organisasi pekerja rumah tangga (PRT), penggiat pekerja dan perwakilan terkait lainnya dari 11 negara Asia akan menghadiri Pertemuan Regional di Malang, Jawa Timur, yang bertujuan untuk berbagi praktik-praktik baik dan menjanjikan, mengkaji pembelajaran serta mengembangkan kegiatan di masa mendatang dalam mewujudkan pekerjaan layak untuk PRT dan menghapuskan pekerja rumah tangga anak (PRTA) di kawasan ini.
19 Januari 2018
Content also available in:
English
MALANG (Berita ILO): Perwakilan organisasi pekerja rumah tangga (PRT), penggiat pekerja dan perwakilan terkait lainnya dari 11 negara Asia akan menghadiri Pertemuan Regional di Malang, Jawa Timur, dari 23-25 Januari 2018. Pertemuan ini bertujuan untuk berbagi praktik-praktik baik dan menjanjikan, mengkaji pembelajaran serta mengembangkan kegiatan di masa mendatang dalam mewujudkan pekerjaan layak untuk PRT dan menghapuskan pekerja rumah tangga anak (PRTA) di kawasan ini.
Pertemuan Regional bertajuk “Knowledge Sharing Workshop on Good and Promising Practices and Lessons Learned to Promote Decent Work for Domestic Workers and to Eliminate Child Domestic Labour” diselenggarakan oleh Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO) melalui proyek PROMOTE. Pertemuan ini akan secara resmi dibuka oleh Bupati Malang, Rendra Kresna and Jose Maria Ramirez, Staf Program dan Operasional Senior ILO Jenewa.
Sekitar 40 peserta dari Bangladesh, Hongkong, Kamboja, India, Indonesia, Malaysia, Nepal, Filipina, Singapura, Sri Lanka dan Thailand akan hadir untuk berbagi pengetahuan, inisiatif dan pengalaman mengenai praktik-praktik yang baik dan menjanjikan yang dapat terus ditingkatkan serta direplikasi untuk mempromosikan pekerjaan layak untuk PRT di kawasan Asia.
Para peserta juga akan membahas upaya-upaya memperkuat kerjasama di antara para pemangku kepentingan terkait di kawasan ini sebagai kontribusi terhadap penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030, khususnya Tujuan 8.7 tentang penghapusan pekerja anak pada 2025, dengan perhatian khusus terhadap PRTA.
Sebagai bagian dari pertemuan regional ini, kunjungan lapangan akan dilakukan untuk memperlihatkan praktik-praktik yang baik dari Indonesia sebagai negara tuan rumah. Para peserta akan mengunjungi Pusat Pekerja Rumah Tanga di Godean, Desa Kucur Malang dan Sistem Pengawasan berbasis Komunitas di daerah Polowijen, Malang.
Pusat ini telah menyediakan program pelatihan keterampilan, sesi edukasi mengenai hak-hak pekerja dan kegiatan usaha kecil bagi PRT. Sementara sistem pengawasan berbasis komunitas dilakukan para pemuka masyarakat secara sukarela untuk mendata dan memantau kondisi kerja PRT di tempat kerja mereka. Sistem pemantauan ini sejalan dengan Peraturan Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia No. 2/2015 yang menyatakan bahwa semua PRT harus didata oleh otoritas masyarakat.
Kesimpulan dari Pertemuan Regional ini akan membantu negara-negara yang berpartisipasi untuk memanfaatkan pengetahuan dan praktik tersebut ke dalam kegiatan mereka di masa mendatang dan terus membangun gerakan regional untuk melindungi hak PRT secara lebih baik dan mengakui mereka sebagai pekerja.
Asia merupakan kawasan bagi 41 persen PRT di dunia, atau sebesar 21,5 juta orang berusia 15 tahun ke atas. Jumlah ini terus meningkat di banyak negara di kawasan ini. Banyak PRT berusia di bawah 18 tahun dan mayoritas dari mereka adalah perempuan. Arus terbesar PRT migran di dunia berasal dari negara-negara Asia dan jumlah mereka pun terus meningkat.
Kendati jumlah PRT yang bekerja di negaranya sendiri atau bermigrasi ke negara lain terbilang besar, PRT di negara-negara Asia masih belum terlindungi. Sejumlah kemajuan telah dilakukan di kawasan ini dalam bentuk peraturan yang lebih baik dan tercakupnya PRT dalam perlindungan sosial. Namun masih banyak lagi yang harus dilakukan.
Pertemuan Regional ini akan menandai penutupan Proyek PROMOTE. Proyek ini telah berjalan selama empat tahun di Indonesia sejak 2013. Didanai oleh Departemen Perburuhan Amerika Serikat (USDOL), Proyek PROMOTE bertujuan mempromosikan pekerjaan layak untuk PRT dan mengurangi PRTA melalui pengembangan kapasitas kelembagaan para mitra dan memberikan panduan dalam pelaksanaan Konvensi ILO 189 mengenai Pekerjaan Layak untuk PRT.
Spesialis Advokasi Nasional Proyek ILO-PROMOTE
Tel. +6221 391 3112 ext. 112
Email: [email protected]
Gita F. Lingga
Staf Komunikasi ILO
Tel. +6221 391 3112 ext. 115
Email: [email protected]
Pertemuan Regional bertajuk “Knowledge Sharing Workshop on Good and Promising Practices and Lessons Learned to Promote Decent Work for Domestic Workers and to Eliminate Child Domestic Labour” diselenggarakan oleh Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO) melalui proyek PROMOTE. Pertemuan ini akan secara resmi dibuka oleh Bupati Malang, Rendra Kresna and Jose Maria Ramirez, Staf Program dan Operasional Senior ILO Jenewa.
Sekitar 40 peserta dari Bangladesh, Hongkong, Kamboja, India, Indonesia, Malaysia, Nepal, Filipina, Singapura, Sri Lanka dan Thailand akan hadir untuk berbagi pengetahuan, inisiatif dan pengalaman mengenai praktik-praktik yang baik dan menjanjikan yang dapat terus ditingkatkan serta direplikasi untuk mempromosikan pekerjaan layak untuk PRT di kawasan Asia.
Para peserta juga akan membahas upaya-upaya memperkuat kerjasama di antara para pemangku kepentingan terkait di kawasan ini sebagai kontribusi terhadap penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030, khususnya Tujuan 8.7 tentang penghapusan pekerja anak pada 2025, dengan perhatian khusus terhadap PRTA.
Sebagai bagian dari pertemuan regional ini, kunjungan lapangan akan dilakukan untuk memperlihatkan praktik-praktik yang baik dari Indonesia sebagai negara tuan rumah. Para peserta akan mengunjungi Pusat Pekerja Rumah Tanga di Godean, Desa Kucur Malang dan Sistem Pengawasan berbasis Komunitas di daerah Polowijen, Malang.
Pusat ini telah menyediakan program pelatihan keterampilan, sesi edukasi mengenai hak-hak pekerja dan kegiatan usaha kecil bagi PRT. Sementara sistem pengawasan berbasis komunitas dilakukan para pemuka masyarakat secara sukarela untuk mendata dan memantau kondisi kerja PRT di tempat kerja mereka. Sistem pemantauan ini sejalan dengan Peraturan Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia No. 2/2015 yang menyatakan bahwa semua PRT harus didata oleh otoritas masyarakat.
Kesimpulan dari Pertemuan Regional ini akan membantu negara-negara yang berpartisipasi untuk memanfaatkan pengetahuan dan praktik tersebut ke dalam kegiatan mereka di masa mendatang dan terus membangun gerakan regional untuk melindungi hak PRT secara lebih baik dan mengakui mereka sebagai pekerja.
Asia merupakan kawasan bagi 41 persen PRT di dunia, atau sebesar 21,5 juta orang berusia 15 tahun ke atas. Jumlah ini terus meningkat di banyak negara di kawasan ini. Banyak PRT berusia di bawah 18 tahun dan mayoritas dari mereka adalah perempuan. Arus terbesar PRT migran di dunia berasal dari negara-negara Asia dan jumlah mereka pun terus meningkat.
Kendati jumlah PRT yang bekerja di negaranya sendiri atau bermigrasi ke negara lain terbilang besar, PRT di negara-negara Asia masih belum terlindungi. Sejumlah kemajuan telah dilakukan di kawasan ini dalam bentuk peraturan yang lebih baik dan tercakupnya PRT dalam perlindungan sosial. Namun masih banyak lagi yang harus dilakukan.
Pertemuan Regional ini akan menandai penutupan Proyek PROMOTE. Proyek ini telah berjalan selama empat tahun di Indonesia sejak 2013. Didanai oleh Departemen Perburuhan Amerika Serikat (USDOL), Proyek PROMOTE bertujuan mempromosikan pekerjaan layak untuk PRT dan mengurangi PRTA melalui pengembangan kapasitas kelembagaan para mitra dan memberikan panduan dalam pelaksanaan Konvensi ILO 189 mengenai Pekerjaan Layak untuk PRT.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Irfan AfandiSpesialis Advokasi Nasional Proyek ILO-PROMOTE
Tel. +6221 391 3112 ext. 112
Email: [email protected]
Gita F. Lingga
Staf Komunikasi ILO
Tel. +6221 391 3112 ext. 115
Email: [email protected]