COVID-19: Mempromosikan pengembangan keterampilan

Menuju generasi Indonesia yang terampil melalui pembelajaran vokasi daring

Menanggapi semakin pentingnya pembelajaran jarak jauh di Indonesia sebagai imbas pandemi COVID-19, ILO bekerja sama dengan Kedutaan Besar Australia di Indonesia menyelenggarakan serangkaian webinar mingguan dari bulan Juni hingga Agustus. Serangkaian webinar ini bertujuan untuk memperkuat program pengembangan keterampilan di Indonesia dan membangun generasi yang kompeten dan siap kerja.

22 Juni 2020

Content also available in: English
Wabah COVID-19 telah menjadi tantangan besar dalam pengembangan keterampilan. Karantina, pembatasan gerakan dan jarak fisik telah menyebabkan penutupan fasilitas pendidikan dan pelatihan, termasuk balai latihan kerja di seluruh Indonesia.

Kami saat ini sedang mengujicoba program pembelajaran gabungan (blended learning) di bidang jasa keramahtamahan (hospitality) di tiga provinsi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Kalimantan Timur. Program percontohan ini dikelola oleh industri dari proses seleksi peserta, pengembangan kurikulum hingga penilaian dan pelatihan di tempat kerja."

Muchtar Azis, Direktur Standar Kompetensi Kementerian Ketenagakerjaan
Menyikapi tantangan ini, sejumlah lembaga pendidikan, termasuk pendidikan dan pelatihan vokasi telah mengubah program mereka menjadi pembelajaran berbasis rumah. Namun, perubahan mendadak ini membuat sejumlah lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi kesulitan untuk beradaptasi dengan mekanisme pendidikan berbasis rumah yang baru.

Untuk membantu proses adaptasi dan mempercepat pembelajaran daring di Indonesia, ILO bekerja sama dengan Kedutaan Besar Australia di Indonesia menyelenggarakan serangkaian webinar selama dua bulan dari bulan Juni hingga Agustus. Webinar, berjudul Pembelajaran Vokasi Daring: Kebijakan yang Diperlukan”, yang diadakan pada 18 Juni, menjadi webinar pertama. Webinar ini dilakukan oleh ILO melalui Proyek Keterampilan Industri untuk Pertumbuhan Inklusif (In-Sight) Tahap 2.

Kita harus memanfaatkan situasi ini dengan memperkuat pembelajaran jarak jauh agar dapat memberikan akses yang lebih besar bagi semua orang Indonesia di mana pun mereka berada terhadap program pengembangan keterampilan selama dan sesudah pandemi."

Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia
Serangkaian kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari dialog publik tentang pembelajaran jarak jauh di Indonesia pada masa mendatang, yang diselenggarakan bersama oleh ILO, Pemerintah Jepang dan Australia pada bulan Desember lalu.

Muchtar Azis, Direktur Standar Kompetensi Kementerian Ketenagakerjaan, menyoroti perlunya balai latihan kerja pemerintah beradaptasi dengan penerapan program pembelajaran digital jarak jauh. Untuk itu, pemerintah sedang dalam proses merevisi peraturan vokasi guna mengatasi ketidaksesuaian keterampilan dan memastikan kesiapan tenaga kerja terhadap revolusi industri 4.0.

“Kami saat ini sedang mengujicoba program pembelajaran gabungan (blended learning) di bidang jasa keramahtamahan (hospitality) di tiga provinsi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Kalimantan Timur. Program percontohan ini dikelola oleh industri dari proses seleksi peserta, pengembangan kurikulum hingga penilaian dan pelatihan di tempat kerja,” ujar Azis di hadapan lebih dari 350 peserta, yang mewakili para pembuat kebijakan, praktisi, organisasi pekerja dan pengusaha dan penyedia program pendidikan dan pelatihan dari seluruh negeri.

Sementara itu Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia, mendorong para peserta memanfaatkan peluang yang diberikan oleh wabah COVID-19 untuk memperkuat dan meningkatkan pengembangan pembelajaran daring di negara ini. “Ini waktu yang sangat tepat bagi Indonesia, mengingat kondisi geografis yang luas dan pembagian kota-desa dalam mengakses peluang pengembangan keterampilan. Kita harus memanfaatkan situasi ini dengan memperkuat pembelajaran jarak jauh agar dapat memberikan akses yang lebih besar bagi semua orang Indonesia di mana pun mereka berada terhadap program pengembangan keterampilan selama dan sesudah pandemi,” ia menjelaskan.

Belajar dari pengalaman Australia

Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang mekanisme pembelajaran digital, Hirania Wiryasti, Staf Proyek ILO untuk Pembelajaran Jarak Jauh, menyajikan keuntungan dan kerugian serta manfaat dari program pembelajaran digital. Beberapa manfaat termasuk fleksibilitas, jangkauan peserta yang lebih luas, inklusivitas, aksesibilitas dan kemudahan untuk mengikuti perkembangan terkini.

Kunci utama pembelajaran daring adalah fleksibel, mudah diakses dan terstandarisasi. Pandemi ini justru mempercepat penerapan program pembelajaran daring.."

Elizabeth Campbell-Dorning, Konselor Sains dan Pendidikan Kedutaan Australia
“Untuk memastikan efektivitas mekanisme pembelajaran digital ini, kita harus mempertimbangkan kondisi setempat dan harus adaptif dengan memadukan teknologi daring dan luring di daerah-daerah tertentu yang memiliki kekurangan teknologi dan infrastruktur. Kita pun dapat menggunakan mekanisme pembelajaran gabungan dengan memanfaatkan pusat pembelajaran komunitas yang ada dan melibatkan industri yang tersedia di tingkat lokal,” ungkap Hirania.

Berbagi pengalaman Australia yang sudah lebih maju, Elizabeth Campbell-Dorning, Konselor Sains dan Pendidikan Kedutaan Australia, mengatakan bahwa Australia telah mempromosikan pembelajaran digital bahkan sebelum pandemi terjadi. Negara ini pun telah menjadi mitra Indonesia dalam bidang pendidikan dan pelatihan, termasuk pengembangan keterampilan.

Untuk memastikan efektivitas mekanisme pembelajaran digital ini, kita harus mempertimbangkan kondisi setempat dan harus adaptif dengan memadukan teknologi daring dan luring di daerah-daerah tertentu yang memiliki kekurangan teknologi dan infrastruktur."

Hirania Wiryasti, Staf Proyek ILO untuk Pembelajaran Jarak Jauh
Model sistem pendidikan dan pelatihan vokasi Australia didukung oleh tiga pilar utama: Standar nasional untuk penyedia pelatihan, kerangka kerja nasional untuk kualifikasi dan peraturan nasional. Pilar-pilar ini telah mendukung pelaksanaan pendidikan dan pelatihan vokasi secara daring saat ini dan di masa mendatang dengan tetap mempertahankan kualitas dan standar industri.

“Kunci utama pembelajaran daring adalah fleksibel, mudah diakses dan terstandarisasi. Pandemi ini justru mempercepat penerapan program pembelajaran daring. Sebelumnya hanya 10 persen lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi Australia yang tertarik untuk melakukan program daring. Namun, saat ini, mereka semua telah melakukan atau dalam masa transisi untuk melakukan program pembelajaran daring,” ujarnya.

Meningkatkan pembelajaran digital jarak jauh Indonesia

Kami mendukung pemerintah Indonesia, organisasi pengusaha dan pekerja dalam memperkuat kebijakan dan sistem pengembangan keterampilan, mempromosikan keterampilan digital dan menghubungkan lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi dengan informasi pasar tenaga kerja."

Tauvik Muhamad, manajer proyek pengembangan keterampilan ILO
Sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan pembelajaran jarak jauh digital, serangkaian webinar ini secara keseluruhan akan menyajikan sepuluh topik yang saling terkait selama periode dua bulan. Topik-topik lainnya termasuk sistem pelatihan keterampilan daring, desain program pelatihan keterampilan, pemanfaatan teknologi baru untuk pelatihan keterampilan, pengembangan realitas virtual, pengembangan keterampilan bagi instruktur/mentor, sertifikasi, standarisasi dan divisi digital.

“Kami berharap pada akhir seri webinar ini, kami dapat berkontribusi pada upaya nasional untuk semakin meningkatkan penerapan pembelajaran digital. Kami mendukung pemerintah Indonesia, organisasi pengusaha dan pekerja dalam memperkuat kebijakan dan sistem pengembangan keterampilan, mempromosikan keterampilan digital dan menghubungkan lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi dengan informasi pasar tenaga kerja,” kata Tauvik Muhamad, manajer proyek pengembangan keterampilan ILO.

Didanai oleh Pemerintah Jepang, proyek In-Sight tahap kedua ini bertujuan untuk mempromosikan mekanisme dan pendekatan praktis yang memungkinkan industri dan tempat kerja menjadi pendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif di kawasan Asia. Di Indonesia, proyek ini menjalin kerja sama erat dengan pemerintah, organisasi pekerja dan pengusaha.

Related content

Indonesia bergerak menuju pelatihan daring

COVID-19: Mempromosikan pengembangan keterampilan

Indonesia bergerak menuju pelatihan daring