COVID-19: Mendukung perusahaan, pekerjaan dan pendapatan
Menjaga semangat bisnis UMKM Indonesia di tengah ketidakpastian
Program SCORE ILO bersama Universitas Katolik Parahyangan tidak hanya meningkatkan produktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), namun juga membantu para pelaku usaha dalam menjaga semangat tetap menyala di tengah situasi yang penuh ketidakpastian. Sejumlah UMKM pun telah menunjukkan peningkatan dalam jumlah pendapatan.
25 November 2020
Setelah mengalami penurunan pendapatan pada bulan April dan Mei, Sutisna dapat meningkatkan penghasilan usahanya hingga dua kali lipat, mencapai Rp 82 juta pada bulan Juni, dengan menawarkan sejumlah produk baru serta memperbaiki strategi pemasaran dengan memanfaatkan platform daring.Pendapatan terus menurun hingga 50 persen pada tiga bulan pertama terjadinya pandemi. Namun, penjualan dan pendapatan mulai kembali meningkat saat saya mulai memaksimalkan potensi pemasaran secara daring melalui kolaborasi dengan platform daring."
Diki Kurnia, pendiri usaha kuliner Milan Food Bandung
Sementara itu, Diki Kurnia, pendiri usaha kuliner Milan Food Bandung memiliki pengalaman serupa dalam memperbaiki praktik bisnis. Pendapatannya meningkat tiga kali lipat dari Rp 5 juta pada bulan April, menjadi Rp 15 juta.
“Pendapatan terus menurun hingga 50 persen pada tiga bulan pertama terjadinya pandemi. Namun, penjualan dan pendapatan mulai kembali meningkat saat saya mulai memaksimalkan potensi pemasaran secara daring melalui kolaborasi dengan platform daring,” terang Diki.
Sutisna dan Diki merupakan dua dari 33 pelaku usaha yang turut berpartisipasi dalam Pelatihan Kesinambungan Daya Saing dan Tanggung Jawab Perusahaan (SCORE) Organisasi Buruh Internasional (ILO), yang fokus pada pendampingan UMKM dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kondisi kerja, terutama di tengah masa pandemi saat ini.
Memadukan pelatihan untuk produktivitas dan motivasi
Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh salah satu mitra pelatihan ILO SCORE, yakni Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) di Bandung, Jawa Barat, yang telah menerapkan program pelatihan SCORE secara mandiri dalam program pembangunan komunitasnya.Mengingat kondisi pandemi ini, program tidak dapat dilanjutkan sebagaimana biasanya. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk tidak hanya memberikan pelatihan kepada para peserta yang dapat membantu meningkatkan produktivitas dan daya saing, namun juga motivasi untuk mendorong mereka selalu semangat untuk bertahan."
Fernando Mulia, salah seorang pelatih SCORE yang juga merupakan pengajar di Fakultas Ekonomi
Tujuan program tersebut tak hanya untuk memberikan bantuan dan pendampingan, namun juga motivasi dan dukungan bagi para pelaku UMKM yang menghadapi kesulitan.
“Mengingat kondisi pandemi ini, program tidak dapat dilanjutkan sebagaimana biasanya. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk tidak hanya memberikan pelatihan kepada para peserta yang dapat membantu meningkatkan produktivitas dan daya saing, namun juga motivasi untuk mendorong mereka selalu semangat untuk bertahan,” kata Fernando Mulia, salah seorang pelatih SCORE yang juga merupakan pengajar di Fakultas Ekonomi.
Unpar telah menyelenggarakan sejumlah program pelatihan SCORE Training untuk UMKM setempat sebelum pandemi. Saat virus corona mulai menyebar luas, diikuti dengan pembatasan kontak antar-manusia, tim pelatih pun segera beradaptasi dan mengubah bahan-bahan pelatihan agar dapat diberikan secara daring.
Tim juga menyiapkan sesi-sesi Pelatihan Motivasi Pencapaian untuk terus mendorong semangat para peserta dan memberikan sesi pendampingan bisnis melalui pesan singkat dan sambungan telepon.
“Pelatihan ini telah menginspirasi dan memotivasi saya untuk melakukan inovasi produk dan memperbaiki langkah-langkah pemasaran guna meningkatkan daya saing usaha saya,” ujar Sutisna terkait manfaat yang didapatkan dari pelatihan SCORE.
Adapun bagi Diki, program pelatihan itu memberikan kesempatan baginya untuk melakukan sejumlah penyempurnaan yang signifikan dalam berbisnis, termasuk dalam berbagi informasi internal, pengaturan dan kebersihan alur produksi, kesehatan dan keselamatan kerja (K3), pembukuan, inovasi produk, serta perbaikan kemasan dan pemasaran.Pelatihan ini telah menginspirasi dan memotivasi saya untuk melakukan inovasi produk dan memperbaiki langkah-langkah pemasaran guna meningkatkan daya saing usaha saya."
Utis Sutinas, pemilik Donat Taro & Cake
Pergeseran ke strategi pemasaran secara daring juga telah membantu Sara, pemilik usaha ritel aksesoris garmen, untuk mendorong tingkat konversi dari 4,35 persen di bulan Maret menjadi 7,35 persen pada bulan September. Tingkat konversi merupakan hasil yang didapat dari jumlah penjualan dibagi dengan total pengunjung yang melihat tampilan toko onlinenya.
“Kami telah dapat memperbaiki kiprah di penjualan secara daring dan membangun merek kami. Kami akan terus memaksimalkan strategi e-commerce,” kata Sara.
Memberdayakan mahasiswa untuk membantu UMKM
Di luar program pelatihan untuk UMKM, Unpar juga telah mengadopsi metodologi program pelatihan ILO SCORE ke dalam mata kuliah pengabdian pada masyarakat Fakultas Ekonomi, yang dibuat untuk memberdayakan para mahasiswa/i dan memberikan pengalaman langsung dalam mendampingi UMKM.Sebuah kompetisi video dengan melibatkan tiga tema, yakni kerja sama di tempat kerja, berbagi informasi di tempat kerja, dan perbaikan tempat kerja melalui 5S, telah diadakan guna membuat mata kuliah tersebut lebih menarik lagi bagi para mahasiswa. Sekitar 213 mahasiswa turut berpartisipasi dengan jumlah keseluruhan video yang mengikuti kompetisi sebanyak 61 video. Pengumuman pemenang untuk kompetisi ini dilakukan pada bulan Agustus.
“Tema-tema yang diangkat dalam kompetisi video menyoroti Modul Kerjasama di tempat kerja dalam program pelatihan ILO SCORE . Video-video yang dihasilkan nantinya akan digunakan sebagai bagian dari program-program pelatihan kami dan akan didistribusikan ke seluruh mitra penerapan SCORE,” ujar manajar proyek SCORE Indonesia, Januar Rustandie.