Kesetaraan gender
Meningkatkan kesetaraan gender dalam organisasi serikat pekerja Indonesia dengan Audit Gender Partisipatif
Proyek Penguatan Hubungan Industrial di Indonesia (SIRI) ILO mendukung peningkatan kesetaraan dan keadilan gender di Serikat Pekerja Nasional (SPN).
18 Juli 2024
DEPOK, Jawa Barat, Indonesia (Berita ILO ) - Dua puluh delapan para pemimpin Serikat Pekerja Nasional (SPN) dari berbagai tingkatan berpartisipasi dalam lokakarya audit gender partisipatif yang diselenggarakan oleh proyek Penguatan Hubungan Industrial di Indonesia (SIRI) ILO pada 11 Juli. Lokakarya ini bertujuan untuk mengkaji kemajuan yang dicapai dan tantangan yang dihadapi dalam Audit Gender Partisipatif (AGP) di lingkungan SPN yang telah dilaksanakan sejak Februari dan akan selesai pada Agustus 2024.
Difasilitasi oleh Ida Ruwaida, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Indonesia, AGP telah menerapkan pendekatan partisipatif dan konsultatif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait SPN. AGP juga telah melakukan penilaian komprehensif terhadap kebijakan, praktik, dan sikap organisasi terkait gender. Dengan menggunakan Modul AGP ILO, yang dikembangkan oleh Pusat Pelatihan Internasional (ITC) di Turin, AGP telah memasukkan kajian literatur yang ekstensif mengenai pengarusutamaan gender dalam kebijakan dan program, wawancara individu semi-terstruktur dan kelompok fokus, lokakarya kolektif dan survei staf.
Upaya kolaboratif ini menandai langkah signifikan menuju kemajuan kesetaraan dan inklusivitas gender dalam serikat pekerja di Indonesia, khususnya di organisasi kami
Purwanto, Wakil Sekretaris Jenderal SPN
Nurus Mufidah, Koordinator proyek SIRI ILO, menjelaskan bahwa AGP selama enam bulan ini bertujuan untuk memperkuat partisipasi dan kepemimpinan perempuan di SPN melalui pemberian rekomendasi strategis untuk perbaikan di masa depan dan keterlibatan perempuan yang lebih luas. “Ini adalah inisiatif perintis untuk mendorong inklusivitas dalam serikat pekerja. Dengan meningkatkan kesetaraan gender di organisasi serikat pekerja di industri garmen dan tekstil, kami berharap dapat menghilangkan praktik diskriminatif terhadap pekerja garmen perempuan.”
Kendati mendominasi, pekerja perempuan di sektor garmen masih menghadapi diskriminasi dalam perekrutan, penugasan kerja, upah dan hak reproduksi, serta rentan terhadap pelecehan dan kekerasan di tempat kerja. Mereka juga kecil kemungkinannya untuk dapat bergabung atau memunyai wewenang dalam pengambilan keputusan di serikat pekerja.
“Pendekatan partisipatif ini untuk memastikan penggabungan perspektif yang beragam, menumbuhkan budaya perbaikan berkelanjutan dan kesetaraan gender dalam organisasi. Saat AGP selesai dilaksanakan, proyek SIRI ILO akan menyajikan hasil dan rekomendasinya kepada SPN agar dapat lebih meningkatkan kesetaraan gender dalam organisasi dan merumuskan kebijakan yang komprehensif,” tambah Nurus.
Purwanto, Wakil Sekretaris Jenderal SPN, sangat mengapresiasi inisiatif audit gender partisipatif ini. Ia mengakui perlunya meningkatkan sosialisasi pengetahuan gender bagi seluruh anggotanya yang beragam untuk mendorong kebijakan inklusif secara efektif.
“Kami telah melaksanakan berbagai inisiatif, termasuk membentuk Komite Perempuan dan mengadakan lokakarya untuk mengatasi permasalahan ini. Upaya kolaboratif ini menandai langkah signifikan menuju kemajuan kesetaraan dan inklusivitas gender dalam serikat pekerja di Indonesia, khususnya di organisasi kami,” kata Purwanto.
Didanai oleh Pemerintah Kanada, Proyek SIRI ILO bertujuan untuk membangun kapasitas pekerja sektor garmen dan perwakilan mereka agar dapat secara efektif mengorganisir dan mewakili seluruh pekerja di sektor garmen Indonesia. dan berpartisipasi secara lebih aktif dan inklusif dalam advokasi kebijakan nasional utama.