OSH Campaign
Meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) bagi pekerja muda Indonesia
Sejalan dengan peringatan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) se-Dunia yang jatuh pada 28 April, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang akan terfokus pada kebutuhan untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan pekerja muda.
20 April 2018
Content also available in:
English
JAKARTA (Berita ILO) – Sejalan dengan peringatan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) se-Dunia yang jatuh pada 28 April, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang akan terfokus pada kebutuhan untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan pekerja muda. Bekerja sama dengan SINDIKASI, serikat pekerja media dan kreatif, ILO akan menggelar Festival K3 bertajuk “Generasi Aman dan Sehat” pada Sabtu, 28 April, di Gedung Kerta Niaga Kota Tua, Jakarta.
Festival K3 ini merupakan bagian dari kampanye global bersama yang bertujuan mempercepat aksi mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) Sasaran 8.8—mempromosikan hak kerja dan mempromosikan lingkungan yang aman dan terjamin bagi semua pekerja pada 2030. Mencapai tujuan ini membutuhkan komitmen dan pendekatan baru dalam mempromosikan budaya pencegahan K3 bagi pekerja muda.
Sejalan dengan komitmen ini, agenda Festival K3 meliputi diskusi interaktif dengan aktor-aktor ketenagakerjaan kunci mengenai bagaimana membangun generasi yang aman dan sehat, khususnya di sektor konstruksi serta dialog antara Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri dengan kaum muda dan pekerja muda Indonesia. Juga diadakan berbagi informasi dari penggiat K3 muda mengenai K3 dan kaum muda.
Festival K3 diharapkan dibuka oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, dan akan turut hadir adalah Spesialis K3 dari ILO Jenewa, Mannal Azzi, yang akan berbagi aksi-aksi global yang dilakukan untuk mempromosikan penerapan K3 bagi pekerja muda.
Secara global, 541 juta pekerja muda (antara usia 15 dan 24 tahun) mencapai 15 persen angkatan kerja dunia. Mereka mengalami lebih dari 40 persen cedera kerja non-fatal dibandingkan pekerja dewasa (pekerja berusia di atas 24 tahun) dan bahaya tempat kerja mengancam kehidupan mereka.
Sementara Indonesia dikenal dengan populasi mudanya dengan setengah dari jumlah penduduknya adalah orang berusia di bawah 30 tahun. Dengan pergeseran dari sektor pertanian ke sektor industri dan jasa, salah satu sektor yang banyak mempekerjakan pekerja muda adalah sektor konstruksi. Namun, 90 persen dari mereka yang bekerja di sektor tersebut tidak memiliki kesadaran dan belum menerapkan K3 sehingga mayoritas kecelakaan kerja terjadi di sektor ini.
Festival K3 ini diselenggarakan ILO melalui proyek K3 di Indonesia bernama ‘SafeYouth@Work’. Didanai Departemen Perburuhan Amerika Serikat (USDOL), proyek mendukung Pemerintah Indonesia dan para mitranya untuk mempromosikan K3 bagi pekerja muda, termasuk mengadaptasi peraturan dan kebijakan K3 sesuai persyaratan Kerangka Promosi Konvensi K3 ILO (Konvensi No. 187) yang diratifikasi Indonesia pada Agustus 2015.
Festival K3 juga didukung proyek Youth4OSH ILO, yang terfokus pada K3 dan pekerja muda di Indonesia dan negara-negara lain di kawasan ini seperti Vietnam, Myanmar dan Filipina.
Staf Komunikasi ILO
Tel.: +6221 3913112 ext. 115
Email: [email protected]
Festival K3 ini merupakan bagian dari kampanye global bersama yang bertujuan mempercepat aksi mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) Sasaran 8.8—mempromosikan hak kerja dan mempromosikan lingkungan yang aman dan terjamin bagi semua pekerja pada 2030. Mencapai tujuan ini membutuhkan komitmen dan pendekatan baru dalam mempromosikan budaya pencegahan K3 bagi pekerja muda.
Sejalan dengan komitmen ini, agenda Festival K3 meliputi diskusi interaktif dengan aktor-aktor ketenagakerjaan kunci mengenai bagaimana membangun generasi yang aman dan sehat, khususnya di sektor konstruksi serta dialog antara Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri dengan kaum muda dan pekerja muda Indonesia. Juga diadakan berbagi informasi dari penggiat K3 muda mengenai K3 dan kaum muda.
Festival K3 diharapkan dibuka oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, dan akan turut hadir adalah Spesialis K3 dari ILO Jenewa, Mannal Azzi, yang akan berbagi aksi-aksi global yang dilakukan untuk mempromosikan penerapan K3 bagi pekerja muda.
Secara global, 541 juta pekerja muda (antara usia 15 dan 24 tahun) mencapai 15 persen angkatan kerja dunia. Mereka mengalami lebih dari 40 persen cedera kerja non-fatal dibandingkan pekerja dewasa (pekerja berusia di atas 24 tahun) dan bahaya tempat kerja mengancam kehidupan mereka.
Sementara Indonesia dikenal dengan populasi mudanya dengan setengah dari jumlah penduduknya adalah orang berusia di bawah 30 tahun. Dengan pergeseran dari sektor pertanian ke sektor industri dan jasa, salah satu sektor yang banyak mempekerjakan pekerja muda adalah sektor konstruksi. Namun, 90 persen dari mereka yang bekerja di sektor tersebut tidak memiliki kesadaran dan belum menerapkan K3 sehingga mayoritas kecelakaan kerja terjadi di sektor ini.
Festival K3 ini diselenggarakan ILO melalui proyek K3 di Indonesia bernama ‘SafeYouth@Work’. Didanai Departemen Perburuhan Amerika Serikat (USDOL), proyek mendukung Pemerintah Indonesia dan para mitranya untuk mempromosikan K3 bagi pekerja muda, termasuk mengadaptasi peraturan dan kebijakan K3 sesuai persyaratan Kerangka Promosi Konvensi K3 ILO (Konvensi No. 187) yang diratifikasi Indonesia pada Agustus 2015.
Festival K3 juga didukung proyek Youth4OSH ILO, yang terfokus pada K3 dan pekerja muda di Indonesia dan negara-negara lain di kawasan ini seperti Vietnam, Myanmar dan Filipina.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Gita LinggaStaf Komunikasi ILO
Tel.: +6221 3913112 ext. 115
Email: [email protected]