Meningkatkan budaya K3 dalam pekerjaan rumah tangga

Banyak orang yang mungkin berpikir bahwa rumah adalah tempat teraman. Namun kenyataannya, banyak bahaya dan risiko yang mengintai dalam lingkungan rumah tangga. Bahaya dan risiko ini termasuk, antara lain, kasus kebakaran, keracunan makanan, zat-zat kimia, kecelakaan dan sebagainya.

29 April 2016

Content also available in: English
Banyak orang yang mungkin berpikir bahwa rumah adalah tempat teraman. Namun kenyataannya, banyak bahaya dan risiko yang mengintai dalam lingkungan rumah tangga. Bahaya dan risiko ini termasuk, antara lain, kasus kebakaran, keracunan makanan, zat-zat kimia, kecelakaan dan sebagainya.

Sebagai bagian dari upaya untuk mempromosikan kerja layak bagi pekerja rumah tangga (PRT), ILO menyusun sebuah daftar periksa yang mudah digunakan untuk memandu PRT dan majikannya dalam meningkatkan kondisi kerja dalam lingkungan rumah tangga yang disebut sebagai Perbaikan Kerja dalam Lingkungan Rumah Tangga (WIDE). Daftar periksa ini menerapkan metode partisipatif berdasarkan tindakan sukarela untuk membantu diri sendiri. Metode ini membantu baik pekerja dan majikan untuk melakukan perbaikan segera dengan menggunakan sumber daya yang tersedia.

Daftar periksa WIDE terdiri dari delapan bidang yang relevan dengan perbaikan kondisi kerja dalam lingkungan rumah tangga: 1. Penanganan dan penyimpanan bahan; 2. Desain tempat kerja; 3. Keamanan mesin; 4. Lingkungan fisik; 5. Kesejahteraan sosial dan pengaturan kerja; 6. Upah dan tunjangan; 7. Komunikasi dan hak untuk sukses; dan 8. Situasi pekerja rumah tangga anak (PRTA).

Merupakan alat bantu pertama yang pernah ada, daftar periksa WIDE dikembangkan oleh para ahli K3 ILO, pengawas ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan, organisasi PRT, agen rekrutmen, majikan PRT dan PRT sendiri pada 2015. Guna memastikan penerapannya, daftar periksa ini diujicoba di Malang dan Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Di wilayah-wilayah percontohan ini, PRT dilatih bagaimana menggunakan daftar periksa tersebut dengan menggunakan pelatihan berorientasi aksi yang bersifat partisipatif (PAOT), dengan memadukan pelatihan di kelas dengan latihan praktis di rumah yang dibantu para fasilitator K3.

Mereka kemudian ditugaskan untuk mengidentifikasi tiga kondisi kerja yang baik dan tiga poin-poin perbaikan. Pada akhir pelatihan, tiap peserta, didukung para majikan mereka, diberikan waktu dua bulan untuk memperbaiki tempat kerja mereka dengan mengirimkan foto-foto sebelum dan sesudah.

“PRT yang memahami K3 akan bekerja lebih efektif dan ini akan memberikan manfaat bagi pekerja dan pengusaha. Mereka akan memahami bahwa kabel listrik yang berantakan berbahaya dan mereka akan responsif. Misalnya ketika mereka melihat genangan air yang dapat menjadi medium penyebaran penyakit,” kata Arum Ratnawati, Kepala Penasihat Teknis Proyek ILO untuk PRT.

Santy, salah seorang PRT yang bergabung pada lokakarya 2015 lalu, menyatakan PRT menyentuh zat-zat kimia hampir setiap hari, dan tidak mengetahui bahaya yang dadpat ditimbulkan tersebut secara rinci. Mereka juga membersihkan kamar mandi menggunakan bahan kimia serta berurusan dengan listrik hampir tiap harinya. “Karenanya, penting bagi kami untuk belajar mengenai keselamatan dan kesehatan terkait dengan pekerjaan kami,” ujar Santy.

Inisiatif WIDE dilakukan oleh ILO melalui Proyek Mempromosikan Pekerjaan Layak bagi PRT untuk Mengakhiri PRTA (PROMOTE). Didanai Departemen Perburuhan Amerika Serikat (USDOL), Proyek PROMOTE bertujuan mengurangi PRTA secara signifikan dengan membangun kapasitas kelembagaan para mitra guna mendorong Kerja yang Layak untuk PRT secara efektif. Proyek ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan keahlian untuk mengurangi PRTA dan mendorong kerja layak bagi PRT.