Hari AIDS Sedunia 2018

Menghapus diskriminasi melalui kebijakan non-diskriminatif di tempat kerja

Untuk memperingati Hari AIDS Sedunia, ILO menyelenggarakan diskusi interaktif di Jakarta mengenai pentingnya mengetahui status dan kebijakan non-diskriminatif di tempat kerja. Acara ini termasuk bincang-bincang radio mengenai prinsip-prinsip kunci dari tes dan aksi yang diambil oleh baik perusahan maupun pekerja untuk memastikan pelaksanaan kebijakan non-diskriminatif di tempat kerja.

29 November 2018

Content also available in: English
JAKARTA (Berita ILO) – Untuk memperingati Hari AIDS Sedunia, ILO menyelenggarakan diskusi interaktif di Jakarta mengenai pentingnya mengetahui status dan kebijakan non-diskriminatif di tempat kerja. Acara ini termasuk bincang-bincang radio mengenai prinsip-prinsip kunci dari tes dan aksi yang diambil oleh baik perusahan maupun pekerja untuk memastikan pelaksanaan kebijakan non-diskriminatif di tempat kerja.

ILO mengakui HIV dan AIDS sebagai masalah kesehatan publik dan percaya bahwa tempat kerja merupakan kunci dari pencegahan penyebarluasan epidemic. Tempat kerja menjadi tempat yang dapat memberikan informasi, dukungan dan bantuan perawatan. Kebijakan-kebijakan dan program-program HIV and AIDS di tempat kerja juga dapat, di antaranya, memastikan produksi yang stabil melalui pencegahan keluar-masuknya pekerja, pengurangan tingkat absensi serta bermanfaat bagi reputasi perusahaan."

Michiko Miyamoto, Direktur ILO di Indonesia
“ILO mengakui HIV dan AIDS sebagai masalah kesehatan publik dan percaya bahwa tempat kerja merupakan kunci dari pencegahan penyebarluasan epidemic. Tempat kerja menjadi tempat yang dapat memberikan informasi, dukungan dan bantuan perawatan. Kebijakan-kebijakan dan program-program HIV and AIDS di tempat kerja juga dapat, di antaranya, memastikan produksi yang stabil melalui pencegahan keluar-masuknya pekerja, pengurangan tingkat absensi serta bermanfaat bagi reputasi perusahaan,” kata Michiko Miyamoto, Direktur ILO di Indonesia, mengomentari peran penting kebijakan non-diskriminatif di tempat kerja.

Para pembicara dari diskusi interaktif ini adalah perwakilan dari sektor swasta, orang yang hidup dengan HIV, Komisi Penanggulangan AIDS DKI Jakarta dan tokoh publik (musisi). Para peserta dari berbagai latar belakang akan dapat mengajukan pertanyaan dan membahas mengenai berbagai permasalahan terkait mengetahui HIV status dan kebijakan non-diskriminatif di tempat kerja.

Acara ini juga menjadi bagian dari Kampanye Ketahui Status Anda. Banyak orang dengan HIV tidak mengetahui status mereka karena tidak adanya gejala. “Kita perlu memahami bahwa tes bukanlah sebuah akhir tapi merupakan awal. Ini memberikan kita kesadaran untuk hidup secara positif dan bertanggungjawab, dengan atau tanpa HIV,” ujar Early Dewi Nuriana, Staf ILO untuk HIV dan AIDS.

Melalui acara ini, diharapkan masyarakat dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat mengetahui status mereka. Acara ini juga memberikan sarana bagi para peserta untuk mendapatkan informasi mengenai kebijakan non-diskriminatif di tempat kerja. Rekomendasi ILO mengenai HIV dan AIDS No. 200 menyatakan bahwa orang dengan penyakit terkait HIV tidak boleh dilarang untuk bekerja dan tidak boleh ada diskriminasi terhadap pekerja dengan HIV atau diduga memiliki HIV.

Laporan terbaru ILO, “The Impact of HIV and AIDS on the World of Work: Global Estimates”, memperlihatkan bahwa selain penderitaan manusia, HIV dan AIDS mengakibatkan hilangnya pendapatan hingga miliaran dollar akibat kematian ratusan ribu pekerja yang dapat dicegah melalui perawatan. Hilangnya pendapatan akibat AIDS memperlihatkan penurunan dari tahun 2005, diperkirakan hampir mencapai 17 miliar, namun masih diproyeksikan sekitar $7,2 miliar pada 2020.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Early Dewi Nuriana
Staf ILO untuk HIV dan AIDS
Tel.: +6221 3913112 ext. 112
Email: [email protected]

Gita Lingga
Staf Komunikasi ILO
+6221 3913112 ext. 115
Email: [email protected]