Pengembangan keterampilan

Menggunakan media sosial untuk membangun Jejaring Pemagangan Nasional

Media sosial merupakan sarana interaksi yang populer bagi kaum muda, di mana mereka menciptakan, berbagi, dan bertukar informasi dalam komunitas dan jaringan virtual. ILO menyelenggarakan pelatihan media sosial bagi kaum muda sebagai sarana untuk mempromosikan Program Pemagangan Nasional, yang dilakukan bersama dengan Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia.

12 Oktober 2018

Content also available in: English
Para peserta pelatihan media sosial membuat video dengan telepon pintar mereka Sekelompok orang muda sibuk membuat video di Hotel Ashley, Jakarta. Menggunakan telepon seluler pintar, mereka mengambil foto dan membuat video dalam kelompok yang masing-masing terdiri dari tiga orang. Menggunakan skrip mereka sendiri, mereka mewawancarai satu sama lain, mengambil adegan video dari lingkungan hotel dan merekam beberapa adegan dengan anggota kelompok mereka.

Sekelompok orang muda ini merupakan peserta pelatihan media sosial ILO, yang juga merupakan peserta dan mentor Program Pemagangan Nasional. Sekitar 18 peserta magang dan perwakilan serikat pekerja berpartisipasi dalam pelatihan, yang berupaya mempromosikan Program Pemagangan Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia dan ILO.

UJaringan sosial membuka kemungkinan untuk menemukan dan mempelajari informasi baru serta berbagi ide dan berinteraksi dengan orang lain. Melalui pelatihan media sosial ini, ILO berharap dapat memperkuat kapasitas kaum muda dan serikat pekerja dalam mempromosikan program pemagangan dengan berbagi pengalaman mereka sendiri dan memperlihatkan manfaat yang diperoleh dari program ini."

Dede Sudono, Koordinator Nasional untuk Proyek Pemagangan Internasional
Pemerintah Indonesia telah meluncurkan gerakan magang sejak tahun 2016 dengan diberlakukannya Peraturan Tenaga Kerja No. 26/2016 sebagai kerangka hukum bagi pengusaha untuk menerapkan program pemagangan di Indonesia. Di bawah program ini, ILO dan Kementerian Ketenagakerjaan telah menjalin kerjasama erat dengan konfederasi serikat pekerja untuk membuat perusahaan percontohan, khususnya di sektor perhotelan. Program ini melakukan kerjasama dengan beberapa hotel nasional dan internasional untuk melakukan percontohan program pemagangan yang berkualitas.

“Jaringan sosial membuka kemungkinan untuk menemukan dan mempelajari informasi baru serta berbagi ide dan berinteraksi dengan orang lain. Melalui pelatihan media sosial ini, ILO berharap dapat memperkuat kapasitas kaum muda dan serikat pekerja dalam mempromosikan program pemagangan dengan berbagi pengalaman mereka sendiri dan memperlihatkan manfaat yang diperoleh dari program ini,” kata Dede Sudono, Koordinator Nasional untuk Proyek Pemagangan Internasional.

Selanjutnya, Dede menambahkan, pelatihan ini bertujuan memperkuat jejaring kaum muda sehingga mereka dapat mempromosikan berbagai permasalahan terkait pemagangan dan hak kaum muda di tempat kerja kepada lebih banyak lagi orang muda di dalam jejaring mereka. Dua kelompok muda yang terlibat adalah Students Job Network dan Aliansi Remaja Indonesia (ARI).

Salah seorang fasilitator menjelaskan mengenai akun-akun media sosial Sesi-sesi pelatihan ini dipandu oleh tiga praktisi media sosial sebagai fasilitator: Frisca Octendralia, Pakar Media Sosial, Shasya Pashatama, blogger profesional and Raditya Adi Nugraha, videografer profesional. Mereka memberikan wawasan tentang etika media sosial, cara membuat konten dan visualisasi yang menarik serta cara membuat video yang menarik. Sesi-sesi ini memadukan teori dan latihan praktis. Sesi-sesi ini juga menyediakan sarana bagi para peserta untuk memperlihatkan karya-karya mereka guna mendapatkan masukan.

Saya sangat menikmati pelatihan yang informatif dan inspiratif ini. Saya belajar lebih banyak tentang media sosial, mendapatkan wawasan baru tentang pemagangan dan dunia kerja serta mendapatkan teman baru. Saya akan terus berbagi informasi kepada teman-teman saya sehingga mereka juga akan mendapatkan manfaat dari pemagangan yang telah saya dapatkan."

Aghista Rizki, 18 tahun
Selain mempelajari mengenai pemagangan dan apa yang perlu mereka ketahui tentang program ini, para peserta juga mendalami hak kerja kaum muda di tempat kerja. “Kebanyakan kaum muda, terutama yang pertama kali mencari pekerjaan seperti pekerja magang, tidak mengetahui hak mereka atau terlalu takut untuk membela diri di tempat kerja. Karenanya kami memadukan isu pemagangan dengan hak di tempat kerja seperti perjanjian kerja, kondisi kerja, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan jaminan sosial,” kata Tendy Gunawan, staf ILO untuk pekerja muda.

Selama latihan praktik, para peserta menunjukkan bakat mereka dalam mengembangkan pesan dan video yang baik dan menarik tentang pemagangan dan hak kerja kaum muda. Dengan menggunakan gaya dan bahasa mereka sendiri, pesan dan video tersebut menarik dan mengundang perhatian.

Sesi mengenai etika media sosial dan bagaimana membuat muatan isi yang menarik “Saya sangat menikmati pelatihan yang informatif dan inspiratif ini. Saya belajar lebih banyak tentang media sosial, mendapatkan wawasan baru tentang pemagangan dan dunia kerja serta mendapatkan teman baru. Saya akan terus berbagi informasi kepada teman-teman saya sehingga mereka juga akan mendapatkan manfaat dari pemagangan yang telah saya dapatkan, ”kata Aghista Rizki, 18 tahun. Dia adalah peserta dan pemagang termuda di
Grove Suites Hotel, salah satu mitra pelaksana.

Untuk mendorong para peserta menerapkan apa yang telah mereka pelajari, pelatihan diakhiri dengan rencana kampanye media sosial. Setiap peserta diharapkan untuk mengunggah pesan dan foto yang informatif terkait dengan pengalaman magang mereka.

“Dengan menggunakan tagar #magangasik dan #hakpekerjamudaILO, kami akan memantau pesan yang diunggah para peserta. Melalui kampanye media sosial ini, kami berharap dapat menjangkau kaum muda secara lebih luas sehingga mereka akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang berbagai permasalahan terkait dengan isu-isu yang berkaitan engan pemagangan dan hak di tempat kerja,” Dede menjelaskan.