COVID-19: Mempromosikan pengembangan keterampilan
Mendukung pengembangan keterampilan digital di Indonesia
ILO melalui program pengembangan keterampilan mendukung pembangunan kapasitas bagi lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi di 47 negara, termasuk Indonesia. Sembilan peserta mewakili Indonesia mengambil bagian dalam program ILO tentang pembelajaran digital.
14 Juli 2020
Tujuan program pembelajaran digital ini adalah membangun kapasitas dan profesionalisme lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi, meningkatkan kualitas dan memperluas jangkauan pelatihan jarak jauh melalui pembelajaran digital dengan mengadopsi berbagai bentuk pelibatan dan pembelajaran oleh para pengguna pendidikan dan pelatihan vokasi.
Program pembelajaran digital ini terdiri dari dua kursus daring yang diselenggarakan dari tanggal 6 hingga 30 Juli serta tanggal 1 hingga 30 Oktober. Pelatihan pertama terfokus pada penyusunan isi dan pedagogi digital dalam lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi yang meliputi elemen-elemen yang esensial untuk membantu para peserta pelatihan dapat secara cepat beralih dari modul pelatihan berbasis tatap muka ke daring.Kami mengambil manfaat dari pelatihan-pelatihan ini untuk meningkatkan dan memperkuat penyelenggaraan program pelatihan keterampilan gabungan kami."
Muchtar Aziz, Direktur Standar Kompetesi Kementerian Ketenagakerjaan
Pelatihan kedua menekankan pada pengintegrasian kampus virtual dengan lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi. Pelatihan ini memberikan panduan kepada para peserta untuk mengembangkan dan menyusun kampus virtual yang dapat mengajarkan serangkaian modul daring yang menjadi bagian dari strategi pembelajaran lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi secara keseluruhan.
Kursus-kursus ini memberikan penugasan praktis yang bertujuan membangun pelajaran-pelajaran kongkret dari lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi. Di akhir pelatihan, para peserta diharapkan dapat memiliki pengetahuan teknis dan pemahaman yang lebih baik mengenai siklus pembelajaran daring secara keseluruhan dari perspektif jaminan kualitas.
ILO memfokuskan pada penguatan kapasitas lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi di 47 negara sasaran, termasuk Indonesia. Ini sejalan dengan agenda pendekatan berpusat pada manusia yang tertuang dalam Deklarasi Satu Abad ILO untuk Pekerjaan Masa Depan.Memanfaatkan penggunaan pembelajaran daring untuk melengkapi UMKM dengan keterampilan digital akan berkontribusi pada pembangunan ekonomi digital di Indonesia."
Haryadi Sukamdani, Ketua Apindo
“Program pemberlajaran digital bertujuan untuk memfasilitasi transisi digital dan memicu pengembangan keterampilan baru sebagai tanggapan penting atas pandemi COVID-19 saat ini dan Revolusi Industrial 4.0 yang muncul lebih dahulu,” kata Srinivas B. Reddy, Kepala Cabang Keterampilan dan Kemampuan Kerja, ILO Jenewa, seraya menambahkan,”Kita hidup di dunia, di mana terjadi pergeseran ke arah digitalisasi terjadi dengan cepat di hampir semua aspek pekerjaan dan kehidupan. Peningkatan kapasitas untuk mendukung transisi digital dan keterampilan digital, karenanya, jelas menjadi prioritas kami.”
Muchtar Aziz, Direktur Standar Kompetesi Kementerian Ketenagakerjaan, menekankan mendesaknya program pembelajaran daring berbasis kompetensi di dalam negeri. “Kami mengambil manfaat dari pelatihan-pelatihan ini untuk meningkatkan dan memperkuat penyelenggaraan program pelatihan keterampilan gabungan kami,” ia mengatakan.
Hal senada diungkapkan oleh Haryadi Sukamdani, Ketua Apindo, yang mengapresiasi pelatihan-pelatihan ini sebagai kegiatan yang relevan dan berguna untuk Indonesia. Selain, bermanfaat bagi perusahaan anggotanya, Apindo menggarisbawahi pentingnya pemberdayaan digital ini bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang memainkan peranan penting, sebagai tulang punggung perekonomian negara.Kita hidup di dunia, di mana terjadi pergeseran ke arah digitalisasi terjadi dengan cepat di hampir semua aspek pekerjaan dan kehidupan. Peningkatan kapasitas untuk mendukung transisi digital dan keterampilan digital, karenanya, jelas menjadi prioritas kami."
Srinivas B. Reddy, Kepala Cabang Keterampilan dan Kemampuan Kerja, ILO Jenewa
“Memanfaatkan penggunaan pembelajaran daring untuk melengkapi UMKM dengan keterampilan digital akan berkontribusi pada pembangunan ekonomi digital di Indonesia,” ia menambahkan.
Kedua program pelatihan ini diselenggarakan oleh Pusat Pelatihan Internasional ILO di Turin, Italia. Pusat pelatihan ini merupakan institusi pelatihan teknis dan vokasi yang terkemuka yang bertujuan mewujudkan pekerjaan yang layak bagi semua, perempuan dan laki-laki.
Initiatif ini didukung oleh Program ILO untuk Pengembangan Keterampilan di tingkat global dan negara. Selain Program Keterampilan dan Kemampuan Kerja ILO Jenewa, program ini juga didukung oleh proyek-proyek ILO Jepang untuk pengembangan keterampilan: Proyek Keterampilan Industri untuk Pertumbuhan Inklusif (In-Sight) Tahap 2 dan Pelindungan Pengangguran di Indonesia: Bantuan Berkualitas bagi Pekerja yang Terkena Dampak Penyesuaian Kerja (UNIQLO).
Didanai oleh Pemerintah Jepang, proyek In-Sight tahap kedua ini bertujuan untuk mempromosikan mekanisme dan pendekatan praktis yang memungkinkan industri dan tempat kerja menjadi pendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif di kawasan Asia.
Didanai oleh perusahaan induk UNIQLO, Fast Retailing Co., Ltd, Proyek ILO-UNIQLO memfasilitasi dialog tripartit dan memberikan bantuan teknis dalam penyusunan sistem perlindungan pengangguran yang efektif dan komprehensif sebagai bagian dari sistem perlindungan sosial. Proyek akan berjalan selama dua tahun hingga 2021.