Membangun Komitmen untuk Meraih Masa Depan Tanpa Pekerja Anak di Jember, Jawa Timur
Pekerja anak ditemukan di hampir semua wilayah di Indonesia termasuk di Kabupaten Jember, Jawa Timur, di mana pekerja anak ditemukan di berbagai sektor seperti pertanian, termasuk perkebunan, pekerja rumah tangga anak dan di sektor ekonomi informal lainnya seperti anak-anak yang bekerja di jalan. Dengan tingkat migrasi yang tinggi, Kabupaten Jember juga merupakan wilayah yang rentan akan perdagangan anak.
31 Maret 2011
JEMBER (Berita ILO): Pekerja anak masih menjadi satu permasalahan sosial yang dihadapi oleh Indonesia. Survei Nasional Pekerja Anak yang dilaksanakan BPS pada tahun 2009 menemukan sekitar 4 juta anak Indonesia yang bekerja dan 1,7 juta dari mereka masuk dalam katagori pekerja anak. Pekerja anak ditemukan di hampir semua wilayah di Indonesia termasuk di Kabupaten Jember, Jawa Timur, di mana pekerja anak ditemukan di berbagai sektor seperti pertanian, termasuk perkebunan, pekerja rumah tangga anak dan di sektor ekonomi informal lainnya seperti anak-anak yang bekerja di jalan. Dengan tingkat migrasi yang tinggi, Kabupaten Jember juga merupakan wilayah yang rentan akan perdagangan anak.
Untuk mengatasi masalah ini, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) bekerjasama dengan Women and Children Crisis Centre (WCC) Sakinnah menyelenggarakan Konferensi Menggagas Masa Depan dari 31 Maret hingga 2 April 2011 di Hotel Panorama, Jember, Jawa Timur. Konferensi ini akan dibuka secara resmi oleh Pjs Kepala Daerah Kabupaten Jember, Teddy Zarkasyi, dan Direktur ILO di Indonesia, Peter van Rooij. Konferensi diselenggarakan oleh ILO melalui Program Internasional Penghapusan Pekerja Anak.
Konferensi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para pemangku kepentingan termasuk media massa mengenai masalah pekerja anak, terutama bentuk-bentuk terburuknya, dalam upaya membangun komitmen yang kuat dan solid dari seluruh pemangku kepentingan di Jember untuk menanggulangi masalah pekerja anak.
Konferensi ini juga bertujuan memberikan ruang bagi para pemangku kepentingan untuk berdialog guna bertukar pendapat dan pengalaman serta mendiskusikan rencana ke depan dalam upaya meraih masa depan tanpa pekerja anak di Kabupaten Jember melalui pembentukan Komite Aksi Kabupaten untuk Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak.
“Masalah pekerja anak harus ditanggulangi melalui upaya bersama dari lembaga-lembaga atau organisasi-organisasi yang relevan, termasuk asosiasi pengusaha, serikat pekerja/buruh dan masyarakat sipil. Karenanya Konferensi ini memainkan peran yang penting dalam membangun pemahaman bahwa pekerja anak merupakan masalah bersama dan menempatkan masalah pekerja anak dalam kebijakan-kebijakan pembangunan di Kabupaten Jember,” kata Peter van Rooij.
Selama konferensi, ada lima langkah yang akan dilalui: mengkaji masa lalu, mencermati masa sekarang, menciptakan masa depan, menyepakati hal-hal yang bisa menjadi pijakan bersama dan membuat rencana aksi. Lima langkah ini dimaksudkan agar para peserta mempunyai harapan dan pandangan yang sama tentang bagaimana menghapuskan pekerja anak yang dapat menjadi dasar untuk membangun komitmen bersama dan kemudian mengembangkan rencana aksi yang efektif untuk penghapusan pekerja anak.
Sekitar 50 peserta dari berbagai lembaga pemerintahan, seperti Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), bersama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Serikat Pekerja/Buruh, Universitas, LSM dan media massa akan berpartisipasi dalam konferensi ini.
Untuk informasi lebih lanjut dapat dihubungi:
Arum Ratnawati
Kepala Penasehat Teknis ILO-IPEC
Tel.: +6221 3913112 ext. 122
Email
Irfan Afandi
Asisten Proyek Lokal, ILO-IPEC di Jember
Tel.: +0331 426 307
Mobile: +62813 1906 8857
Email
Gita Lingga
Humas
Tel.: +6221 3913112 ext. 115
Mobile: +62815 884 5833
Email