Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja se-Dunia

Membangun budaya pencegahan bagi pekerja muda Indonesia

To commemorate this year’s World Day for Safety and Health at Work on the 28th of April, the ILO is organizing an interactive discussion in Jakarta on safe work for youth, raising public awareness, particularly on the part of Indonesian young workers themselves. The event will include a radio talkshow on key actions that employers, government authorities, and young workers themselves can take to proactively promote a culture of prevention.

27 April 2017

Content also available in: English
JAKARTA (Berita ILO) – Pekerja muda 40 persen lebih berisiko mengalami kecelakaan kerja. Mengapa angka ini begitu tinggi? Pekerja muda seringkali terbilang baru di dunia kerja dan belum berpengalaman menjaga keselamatan diri di lingkungan kerja. Mereka pun kurang memiliki akses atas pelatihan berkualitas untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Saat manajer menugaskan pekerja muda melakukan sebuah tugas yang tidak sesuai atau gagal memberikan perlindungan yang diperlukan pekerja muda, risiko bahaya semakin meningkat.

Lingkungan kerja yang aman bagi pekerja muda merupakan skenario menang-menang bagi pengusaha dan pekerja. Pekerja muda dan pengusaha membutuhkan perangkat dan strategi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran mengenai keamanan kerja guna menciptakan budaya yang terus menerus mempromosikan tempat kerja yang terbebas kecelakaan dan penyakit akibat kerja."

Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste
Untuk memperingati hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) se-Dunia pada 28 April, ILO menyelenggarakan diskusi interaktif di Jakarta mengenai pekerjaan yang aman bagi kaum muda, meningkatkan kesadaran mengenai hal ini, khususnya bagi pekerja muda Indonesia. Acara ini pun mencakup bincang-bincang radio mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan pengusaha, pemerintah dan pekerja muda secara proaktif untuk mempromosikan budaya pencegahan.

“Pekerja muda kerapkali kurang memahami dan mengerti bagaimana melindungi diri mereka di tempat kerja. Bahkan saat mereka menyadari, mereka tidak berani bicara. K3 merupakan contoh yang baik. Ketika pekerja muda melihat hal yang berbahaya di tempat kerja, mereka seringkali tidak yakin harus memberitahu siapa hingga akhirnya terlalu terlambat. Lingkungan kerja yang aman bagi pekerja muda merupakan skenario menang-menang bagi pengusaha dan pekerja. Pekerja muda dan pengusaha membutuhkan perangkat dan strategi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran mengenai keamanan kerja guna menciptakan budaya yang terus menerus mempromosikan tempat kerja yang terbebas kecelakaan dan penyakit akibat kerja,” ujar Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste.

Para pembicara kunci dalam acara ini termasuk perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan pekerja serta pengusaha muda. Para peserta pun dapat mengajukan pertanyaan dan membahas mengenai K3 dan pekerja muda secara langsung dengan para pakar.

Acara ini merupakan acara pertama dari serangkaian diskusi yang mengarah kepada Kongres K3 se-Dunia ke-21 yang akan diadakan di Singapura pada September tahun ini, di mana salah satu topiknya adalah K3 untuk kaum muda. Sekitar 200 delegasi muda dari berbagai negara, termasuk Indonesia, akan berkumpul untuk bersama-sama mengembangkan dan menyusun pemikiran mereka sendiri mengenai membangun tempat kerja yang lebih aman bagi pekerja muda.

Acara ini juga menandai peluncuran dua Proyek ILO di Indonesia: ‘K3 untuk Kaum Muda’ dan ‘SafeYouth@Work’ yang mendukung pemerintah, pengusaha dan pekerja mengurangi kecelakaan, kematian dan penyakit akibat kerja bagi pekerja muda di Indonesia dan negara-negara lain seperti Vietnam, Filipina, Myanmar dan seluruh dunia.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Lusiani Julia
Staf ILO
Tel.: +6221 3913112 ext. 135
Email: [email protected]

Gita Lingga
Staf Komunikasi ILO
Tel.: +6221 3913112 ext. 115
Email: [email protected]