Laporan Terbaru ILO: Memperkuat daya saing dan produktivitas melalui pekerjaan layak

Tren tahun 2015 memperlihatkan berlanjutnya kelambanan ekonomi, namun indikator-indikator pasar tenaga kerja menunjukkan perluasan lapangan kerja pada 2015 dan tingkat pengangguran masih tergolong rendah, sekitar 5,8 persen pada Februari 2015. Guna mempertahankan tren-tren ini, penting bagi Indonesia untuk menerapkan strategi-strategi yang memperkuat daya saing dan produktivitasnya, demikian laporan terbaru ILO yang diluncurkan pada Kamis, 9 Juli 2015.

9 Juli 2015

Content also available in: English
JAKARTA (Berita ILO): Tren tahun 2015 memperlihatkan berlanjutnya kelambanan ekonomi, namun indikator-indikator pasar tenaga kerja menunjukkan perluasan lapangan kerja pada 2015 dan tingkat pengangguran masih tergolong rendah, sekitar 5,8 persen pada Februari 2015. Guna mempertahankan tren-tren ini, penting bagi Indonesia untuk menerapkan strategi-strategi yang memperkuat daya saing dan produktivitasnya, demikian laporan terbaru ILO yang diluncurkan pada Kamis, 9 Juli 2015.

Pekerjaan layak merupakan sebuah tujuan yang membutuhkan kemitraan yang kuat dan dialog sosial yang efektif antara pekerja dan pengusaha."

Michiko Miyamoto, Pejabat Pelaksana ILO di Indonesia
Laporan tersebut, Tren Ketenagakerjaan dan Sosial di Indonesia 2014-2015: Memperkuat daya saing dan produktivitas melalui pekerjaan layak, memperlihatkan sejumlah tantangan yang muncul dengan satu dari tiga pekerja di Indonesia menerima “upah rendah” dan kepatuhan atas upah minimum masih rendah. Laporan juga memperlihatkan adanya indikasi ketidakcocokan antara keterampilan dengan kebutuhan akan investasi dalam pendidikan dan pelatihan. Namun, pertumbuhan produktivitas kerja yang stabil merupakan aset dan tren sejalan dengan perluasan upah kerja yang positif.

“Pekerjaan layak merupakan sebuah tujuan yang membutuhkan kemitraan yang kuat dan dialog sosial yang efektif antara pekerja dan pengusaha,” kata Michiko Miyamoto, Pejabat Pelaksana ILO di Indonesia. Ia selanjutnya menjelaskan bahwa, “Dengan melambannya pertumbuhan ekonomi, Pemerintah, pekerja dan pengusaha perlu menjalin kerjasama untuk memastikan Indonesia dapat membangun kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan produktivitas, perbaikan upah dan penurunan insiden upah rendah guna mempromosikan pekerjaan layak untuk semua."

Diterbitkan berkala setiap tahun, laporan ini menegaskan bahwa perubahan struktural yang saat ini terjadi dalam perekonomian Indonesia cenderung berjalan lebih cepat, mencakup pergeseran dalam kebutuhan akan keterampilan dan kebutuhan inovasi untuk memperkuat produktivitas dan mempertahankan pertumbuhan. Laporan juga menegaskan bahwa untuk mempromosikanpertumbuhan yang inklusif dan mencegah meluasnya kesenjangan penghasilan, penting bagi Indonesia untuk mulai terfokus pada upaya memperkuat lembaga-lembaga pasar tenaga kerja, seperti perundingan bersama dan pengawasan ketenagakerjaan.

“Dialog hubungan industrial yang harmonis akan menjadi kunci kesuksesan bagi pekerja, pengusaha dan masyarakat pada umumnya,” kata Robert Kyloh, Spesialis Kerjasama Multilateral ILO Jenewa. Ia menambahkan bahwa “Indonesia telah mencapai tahap dalam pembangunan ekonomi dan sosialnya di mana lembaga pasar tenaga kerja perlu memainkan peran yang lebih besar dalam mendorong pendistribusian pendapatan yang adil. Dalam sebuah negara yang besar dengan keragaman demokratis negara berpendapatan menengah, seperti Indonesia, mempromosikan perundingan bersama di tingkat industri harus menjadi prioritas.”

Pesan utamanya adalah pekerjaan layak memainkan peran penting dalam memperkuat daya saing dan produktivitas negara. “Pertumbuhan yang berkelanjutan selama satu dasawarsa telah memperlihatkan perluasan dalam upah kerja dan pertumbuhan upah minimum dan upah rata-rata. Namun, masih banyaknya pekerja yang menerima upah rendah menegaskan kebutuhan akan upaya lebih lanjut dalam kebijakan keterampilan dan upah,” ujar penulis laporan ini, Emma Allen, ekonom untuk Kantor ILO Jakarta. Dia menambahkan, “Produktivitas kerja meningkat dan perhatian yang lebih besar terhadap pembagian keuntungan diperlukan dalam mempromosikan pertumbuan yang merata.”

Untuk temuan-temuan utama laporan, terlampir ‘Poin-poin Kunci: Tren Ketenagakerjaan dan Sosial untuk Indonesia’.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Gita Lingga
Staf Komunikasi ILO
Tel.:+6221 3913112 ext. 115
Mobile: +62815 884 5833
Email: [email protected]