Kunjungan Wakil Menteri Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang dengan ILO di Indonesia
Wakil Menteri Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang, Miyazaki Mahasita melakukan kunjungan resmi ke Indonesia untuk mempelajari program kegiatan Kantor ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, khususnya program yang didanai oleh Pemerintah Jepang.
11 Juni 2024
JAKARTA, Indonesia (Berita ILO) - Wakil Menteri Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang, Miyazaki Mahasita, yang memimpin delegasi Jepang ke Konferensi Perburuhan Internasional ILO ke-112, melakukan kunjungan resmi selama dua hari ke Indonesia pada bulan Mei lalu. Program kunjungan ini berfokus pada pembelajaran mengenai program kegiatan Kantor ILO di Indonesia dan Timor-Leste, khususnya program yang didanai oleh Pemerintah Jepang.
Ini merupakan kesempatan bagi Wakil Menteri untuk melihat secara langsung pusat layanan ketenagakerjaan yang didukung Jepang, pusat pelatihan vokasi, mempelajari program penting dalam penyediaan jaminan sosial bagi semua orang, dan melihat Kantor ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste.
Kunjungan resmi pertama Wakil Menteri ini adalah Pusat Pasar Kerja, Pasker ID, yang didirikan tiga tahun lalu dengan dukungan Pemerintah Jepang. Pasker ID telah mengadopsi pendekatan layanan satu atap Jepang, Hello Work, yang menyediakan akses terhadap tunjangan pengangguran, layanan ketenagakerjaan publik dan pelatihan vokasi di kantor layanan satu pintu dan melalui pelantar daring.
Muchamad Yusuf, Ketua Pasker ID, sangat mengapresiasi pembelajaran yang didapat dari pengalaman Jepang selama 71 tahun mengelola Hello Work. “Kami benar-benar belajar dari pengalaman Jepang. Kami berharap dapat terus belajar dan membangun sistem informasi Pasker ID yang lebih solid serta penerapan skema asuransi pengangguran di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, dukungan ILO terhadap skema asuransi pengangguran telah diberikan melalui Proyek Perlindungan Penganggur di Indonesia: Bantuan Berkualitas untuk Pekerja yang Terkena Dampak Penyesuaian Kerja (UNIQLO), yang didanai oleh Fast Retailing Co., Ltd serta proyek ILO-Jepang untuk. Mempromosikan dan Membangun Perlindungan Sosial di Asia mengenai rancangan kebijakan dan penerapan sistem asuransi pengangguran.
Wakil Menteri juga mengunjungi Pusat Pelatihan Layanan Kejuruan dan Penyuluhan (BBVPP) yang tidak hanya menyediakan program pelatihan bagi siswa dari seluruh negeri, tetapi juga menawarkan layanan penempatan kerja di pusat tersebut. Dalam kunjungan tersebut, Wakil Menteri mengapresiasi upaya yang dilakukan Kementerian Ketenagakerjaan dalam memberikan pelatihan kejuruan yang dikaitkan dengan permintaan industri serta layanan ketenagakerjaan publik – sebuah model yang memiliki ambisi untuk direplikasi secara bertahap di seluruh negeri.
Wakil Menteri mengakhiri kunjungannya dengan pertemuan kehormatan bersama Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Simrin Singh. Pertemuan ini menyoroti dukungan jangka panjang yang diberikan oleh pemerintah dan masyarakat Jepang kepada ILO dan para perempuan serta laki-laki di Indonesia. Sebagai Negara Anggota pendiri ILO sejak tahun 1919, Jepang telah menjadi mitra ILO yang berharga dalam mempromosikan Agenda Pekerjaan yang Layak, termasuk kemitraan jangka panjang yang bermakna dan berdampak dengan Indonesia.
Pertemuan kehormatan ini menunjukkan relevansi dan dampak berkelanjutan dari berbagai proyek ILO yang didanai oleh Pemerintah Jepang di Indonesia. “Pemerintah Jepang telah memberikan kontribusi besar kepada ILO dan Indonesia di berbagai sektor mulai dari pengembangan keterampilan, perlindungan sosial, hak-hak pekerja dan perilaku bisnis yang bertanggung jawab. Kami memiliki kolaborasi yang kuat dengan begitu banyak pemangku kepentingan nasional yang relevan untuk memastikan relevansi, kelancaran pelaksanaan dan dampak besar dari proyek-proyek ini,” kata Simrin Singh.
Selain berkesempatan berinteraksi dengan Ippei Tsuruga, Manajer Program Perlindungan Sosial di Indonesia, staf dari Kantor ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Wakil Menteri juga mendapat manfaat dari kehadiran dan interaksi dengan pejabat ILO, Yasuo Ariga, Kepala Penasihat Teknis dan Koordinator Umum dan Haruhiro Jono, Spesialis Program dan Operasional Program Kemitraan ILO/Jepang dari Kantor Regional ILO untuk Asia dan Pasifik di Bangkok.