Financial inclusion
Kunjungan media ILO menyoroti keuangan inklusif dalam industri nilam Indonesia
The ILO media visit to Aceh highlights how inclusive finance helps patchouli farmers and micro, small and medium enterprises grow more resilient and competitive.
25 Maret 2026
ACEH, Indonesia (Berita ILO) — Jurnalis nasional dan lokal mengunjungi Aceh untuk mendapatkan wawasan langsung tentang bagaimana keuangan inklusif dan kolaborasi multipihak memperkuat rantai nilai minyak nilam serta memperluas peluang ekonomi di tingkat akar rumput.
Kunjungan ini juga menunjukkan bagaimana proyek ILO Mempromosikan Usaha UKM melalui Peningkatan Akses Wirausaha terhadap Jasa Keuangan Tahap 2 (Promise II Impact) mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih tangguh dan kompetitif.
Diselenggarakan dalam kerangka Program Media Fellowship ILO, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi jurnalis terpilih untuk melihat secara langsung intervensi proyek dalam merevitalisasi sektor nilam, sekaligus menyoroti pentingnya literasi keuangan, digitalisasi, dan perluasan akses pembiayaan melalui kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan.
Program yang berlangsung pada bulan Februari ini melibatkan lima jurnalis yang memulai kunjungan di BPRS Mustaqim, sebuah bank pembiayaan rakyat syariah dan mitra utama proyek. Bank ini telah mengembangkan skema pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan UMKM, khususnya petani nilam yang umumnya tidak memiliki agunan dan riwayat kredit formal.
Para jurnalis mempelajari bagaimana peningkatan akses pembiayaan memungkinkan petani meningkatkan kapasitas produksi, menjaga standar kualitas, serta memperkuat keberlanjutan usaha, yang menunjukkan peran penting sistem keuangan inklusif dalam pembangunan perdesaan.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyambut para jurnalis dan menegaskan kembali visi “Aceh sebagai Kota Parfum”, dengan menempatkan minyak nilam sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi lokal. Ia menekankan pentingnya kolaborasi multipihak serta peran strategis media. “Media memiliki peran penting dalam mempromosikan Aceh sebagai Kota Parfum, menampilkan potensi lokal, dan menghubungkannya dengan pasar nasional dan global,” ujarnya.
Di Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala (ARC-USK), para jurnalis bertemu dengan Dr. Syaifullah Muhammad yang menjelaskan bagaimana riset dan inovasi meningkatkan proses budidaya dan penyulingan agar memenuhi standar internasional. “Penguatan konsistensi dan kualitas produk sangat penting untuk menjaga daya saing Aceh di pasar global,” jelasnya.
Sementara itu, di Desa Teuladan, Aceh Besar, para jurnalis mengamati langsung proses budidaya dan penyulingan serta bertemu anggota Koperasi Nilam Lhoong Aceh Sejahtera (Nilas). Faisal, Ketua Koperasi sekaligus Direktur PT U Green Aromatics International, memperkenalkan MyNilam, aplikasi berbasis web yang mendukung pencatatan produksi dan transaksi secara transparan.
Melalui kolaborasi dengan ARC-USK dan PT Pegadaian, perusahaan ini mendukung petani serta membeli langsung hasil nilam untuk diolah menjadi minyak berkualitas tinggi yang diekspor, termasuk ke Prancis.
Kunjungan ini juga menghadirkan Teuku Razuan, mantan petani yang kini menjadi wirausaha dan mempekerjakan lebih dari 20 anak muda di Aceh Jaya. Ia turut mendorong ekosistem nilam yang lebih berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas produksi dan partisipasi generasi muda.
“Suatu hari, saya berharap usaha nilam dapat menyediakan pekerjaan layak, tidak hanya bagi saya dan keluarga, tetapi juga bagi orang lain, terutama generasi muda,” ujarnya.
Para jurnalis yang berpartisipasi menilai bahwa pengalaman lapangan ini memperkuat pemahaman mereka terhadap isu pembangunan. Aningtias Jatmika, jurnalis Kompas.com, menyebut kunjungan ini memberikan wawasan mendalam mengenai pengembangan usaha berkelanjutan di tingkat provinsi dan kabupaten.
“Program fellowship yang diselenggarakan ILO dapat menjadi contoh bagaimana lembaga menyediakan informasi yang komprehensif kepada publik melalui media,” kata Aning. “Kunjungan lapangan dan interaksi langsung menunjukkan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mengatasi tantangan ketenagakerjaan dan mendorong pengembangan usaha berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.”
“Melalui kunjungan media ini, ILO bertujuan mendorong peliputan yang berkualitas dan berpusat pada manusia, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan mitra media untuk menyoroti bagaimana keuangan inklusif dapat mendorong pekerjaan layak, daya saing UMKM, dan pembangunan perdesaan yang berkelanjutan,” ujar Djauhari Sitorus, Manajer Proyek PROMISE II IMPACT ILO.