Keselamatan di tempat kerja ciptakan ketahanan jangka panjang

Cara-cara baru dalam bekerja dan meningkatkan keselamatan kerja dapat mendorong perekonomian negara

19 Oktober 2021

Content also available in: English
Pandemi COVID-19 turut membawa isu penyelamatan dan penciptaan lapangan kerja menjadi sangat mendesak. Kesinambungan bisnis dan keselamatan di tempat kerja sangat penting, untuk menciptakan ketahanan bisnis dalam jangka panjang.

Direktur Organisasi ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Michiko Miyamoto, mengatakan, adaptasi dalam bisnis di masa pandemi COVID -19 menjadi sangat penting. Para pelaku bisnis dinilai perlu mengambil langkah aktif, dengan melakukan identifikasi tantangan dalam menghadapi krisis yang terjadi saat ini dan identifikasi kekuatan yang bisa lakukan di masa pemulihan COVID -19.

Kemampuan untuk menilai risiko bagi perusahaan penting untuk menavigasi strategi bisnis, terutama dalam masa pandemi ini."

Michiko Miyamoto, Direktur Organisasi ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste
ILO telah mendukung pemerintah Indonesia dan mitra sosial dalam penetapan pedoman nasional pencegahan COVID -19 di tempat kerja. Berdasarkan pedoman nasional dan praktik baik internasional. Bantuan teknis untuk meningkatkan upaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui penilaian risiko penularan COVID-19 di 1.500 tempat kerja di laksanakan oleh proyek ILO yang di dukung oleh Pemerintah Jepang.

"Pemerintah juga memainkan peranan penting, tidak hanya menjawab krisis, tapi juga membuat landasan perbaikan di masa yang akan datang, khususnya mengenai kesehatan dan keselamatan kerja. Misal menggali pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Kemampuan untuk menilai risiko bagi perusahaan penting untuk menavigasi strategi bisnis, terutama dalam masa pandemi ini.”, ujar dia pada Webinar Geliat Bisnis di Era Pandemi: Navigasi dan Manuver Usaha, yang digelar ILO bekerja sama dengan Katadata pada Kamis, 14 Oktober.

Minister for Economic and Development Affairs, Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Masato Usui menerangkan, keberlanjutan bisnis di tempat kerja menjadi suatu tantangan tersendiri di banyak negara, termasuk Jepang dan Indonesia. Karenanya, ia menilai, cara-cara baru dalam bekerja dan meningkatkan pentingnya kesehatan serta keselamatan di tengah pandemi COVID -19 dapat mendorong perekonomian negara. "Seperti melakukan verifikasi bisnis secara hybrid. Kemudian, melakukan pemasaran secara daring," ujarnya.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, Teguh Dartanto pada kesempatan itu menekankan kepada pelaku bisnis untuk membangun sistem kerja yang lebih aman. Menurutnya, K3 menjadi kunci dari produktivitas di masa depan. "Karena apa? Kalau misalnya selama pandemi ini tenaga kerja merasa tidak aman dan tidak sehat untuk bekerja dari kantor atau WFO, atau untuk pergi ke tempat kerja, ini bisa mempengaruhi mood, bisa mempengaruhi juga produktivitas dan inovasi-inovasi," jelas dia.

Ia mengungkapkan bahwa para pekerja di bidang manufaktur selama ini kurang mendapat perhatian terkait dengan K3. Ia berharap ada komitmen kuat dari pelaku bisnis hingga tenaga kerja itu sendiri terkait dengan protokol K3.
Pemerintah pusat maupun daerah dinilainya juga perlu membentuk suatu pedoman terkait dengan kesehatan dan keselamatan kerja selama pandemi, dengan didukung sosialisasi masif.

Berdasarkan survei yang dilakukan Katadata Insight Center (KIC), lebih dari 35 persen responden saat ini bekerja dengan sistem bekerja dari kantor (WFO) dan dari rumah (WFH) secara bergantian. Hanya 23,6 persen responden yang saat ini bekerja di rumah sepenuhnya. Umumnya sistem kerja selama pandemi sudah menerapkan aturan 5M/protokol kesehatan ketat saat WFO. Hanya 15,5 persen responden yang melakukan penambahan produk, dan layanan serta mulai memperluas pasar (diversifikasi usaha).

Responden juga bersedia untuk kembali kerja di kantor apabila perusahaan menyiapkan masker, hand sanitizer dan vitamin untuk pekerja. Lebih dari 60 persen responden juga menyatakan perusahaan harus memberikan vaksinasi kepada pekerja.

Berdasarkan survei yang dilakukan Katadata Insight Center (KIC), lebih dari 35 persen responden saat ini bekerja dengan sistem bekerja dari kantor (WFO) dan dari rumah (WFH) secara bergantian. Hanya 15,5 persen responden yang melakukan penambahan produk, dan layanan serta mulai memperluas pasar (diversifikasi usaha)."

Staf Ahli Bidang Peningkatan Daya Saing Penanaman Modal Kementerian Investasi, Heldy Satrya Putera, menerangkan bahwa pada 2021 pihaknya mendorong investasi di sektor prioritas yang memiliki nilai tambah. Namun demikian, ia menerangkan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan berbagai pihak, terutama Kementerian Koordinator Perekonomian, untuk selalu memantau izin-izin bisnis berbasis risiko.

Saat ini, lanjut dia, pemerintah juga sedang memaksimalkan sistem perizinan melalui Online Single Submission (OSS). Menurutnya, OSS merupakan implementasi dari UU Cipta Kerja.

"Sebetulnya dilihat dari sisi kesehatan kemudian keamanan juga dan lingkungan hidup, kita terus mengevaluasi kira-kira mana dari kegiatan usaha yang berisiko. Jadi koordinasi akan selalu lakukan, untuk terus kita evaluasi dan sesuaikan dengan kebutuhan yang ada," ucapnya.

Bank bersentuhan dengan banyak bidang. Jadi, bisa dibilang pekerja kami harus punya pemahaman yang mumpuni agar mereka bisa praktikan pengetahuan yang sudah dipelajari di bidang kerja masing-masing."

Ritsuo Fukadai, Direktur Utama J Trust Bank
Sementara itu, Direktur Utama J Trust Bank, Ritsuo Fukadai mengatakan, selama pandemi pihaknya juga selalu mengimbangi antara pendidikan dan kesehatan para pekerja, yang saat ini mencapai 1.000 orang.

"Bank bersentuhan dengan banyak bidang. Jadi, bisa dibilang pekerja kami harus punya pemahaman yang mumpuni agar mereka bisa praktikan pengetahuan yang sudah dipelajari di bidang kerja masing-masing," ungkapnya.

Guna memastikan keberlanjutan bisnis, VP Corporate Affairs Bukalapak Siti Sufintri Rahayu mengatakan pihaknya juga melakukan berbagai hal, salah satunya mendorong pemain-pemain lokal terus tumbuh dan berkembang. "Salah satunya tingkatkan pemahaman mereka terhadap digital literasi di Indonesia. Kita melakukan pelatihan pendidikan kepada para pelapor dan mitra. Selain itu juga kita juga memberikan insentif insentif baru yang yang kami harapkan juga dapat membantu para usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) secara baik di masa pandemi," kata dia.

Siaran langsung diskusi interaktif ini dapat ditonton di ILO TV Indonesia