Kebijakan yang adil dan sewajarnya kunci dari cepatnya pemulihan di Indonesia
Krisis global hanya sedikit berdampak terhadap perekonomian dan pasar tenaga kerja Indonesia mengingat kondisi Indonesia yang menguntungkan serta hasil dari penerapan perangkat moneter dan fiskal, demikian studi terbaru yang dikeluarkan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) pada Rabu, 23 Maret. Studi bertajuk “Indonesia: Reinforcing Domestic Demand in Times of Crisis” menyoroti bagaimana kebijakan ketenagakerjaan dan sosial yang terancang dengan baik membantu Indonesia dengan cepat pulih dari krisis.
23 Maret 2011
JAKARTA (Berita ILO): Krisis global hanya sedikit berdampak terhadap perekonomian dan pasar tenaga kerja Indonesia mengingat kondisi Indonesia yang menguntungkan serta hasil dari penerapan perangkat moneter dan fiskal, demikian studi terbaru yang dikeluarkan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) pada Rabu, 23 Maret. Studi bertajuk “Indonesia: Reinforcing Domestic Demand in Times of Crisis” menyoroti bagaimana kebijakan ketenagakerjaan dan sosial yang terancang dengan baik membantu Indonesia dengan cepat pulih dari krisis.
Studi mengatakan bahwa ketimbang melakukan devaluasi yang kompetitif, pemotongan upah serta deregulasi keuangan – seperti perkiraan konvensional – Indonesia memilih stimulasi yang terancang dengan baik untuk mendorong permintaan dalam negeri (domestik) melalui pengecualian pajak bagi rumah tangga berpendapatan rendah serta pemotongan pajak pendapatan. Pemerintah pun memberikan dukungan tambahan terhadap program perlindungan sosial yang ada, yang dikembangkan sebagai respons terhadap krisis Asia. Kebijakan-kebijakan ini dilengkapi dengan upaya untuk memperkuat investasi infrastruktur yang padat karya, termasuk di daerah pedesaan.
Studi menegaskan bahwa Indonesia dapat mengambil keuntungan dari pencapaian-pencapaian ini dengan mengatasi informalitas kerja yang tinggi serta mempromosikan kualitas kerja dan mendorong prospek lapangan kerja bagi kaum muda yang belum terpenuhi.
Studi tentang Indonesia ini merupakan bagian dari rangkaian studi baru bertajuk Studies on Growth with Equity yang diterbitkan Lembaga Internasional ILO untuk Studi Ketenagakerjaan (ILO’s International Institute for Labour Studies/IILS). Negara-negara lain yang juga masuk dalam rangkaian studi ini adalah Brasil dan Jerman. Kajian tentang negara-negara lainnya (termasuk Spanyol dan Tunisia) akan diterbitkan selanjutnya dalam tahun ini. Tujuan dari rangkaian studi ini adalah memperlihatkan – berbeda dari pemikiran-pemikiran sebelumnya – pertumbuhan ekonomi dapat dicapai bersamaan dengan kesejahteraan.
Berdasarkan rangkaian studi terbaru ini, IILS pun mengembangkan Makalah Sintetis berjudul “Making recovery sustainable: Lessons from country innovations” yang didasarkan pada analisis rinci dari studi kasus di Brasil, Jerman dan Indonesia, yang diterbitkan di bawah serangkaian studi berjudul Studies on Growth with Equity – versi yang dipaparkan dihadapan Badan Pengawas ILO pada 21 Maret 2011.
Makalah baru ini menyatakan bahwa mempertimbangkan “kebijakan ekonomi, ketenagakerjaan dan sosial” sebagai sebuah paket yang dapat mengarah pada “hasil keseluruhan yang lebih baik” yang berusaha diraih para pembuat kebijakan untuk keluar dari krisis ekonomi terburuk dalam enam dasawarsa serta mengurangi risiko keresahan sosial yang terkait dengan status quo. Studi ini juga menyoroti efisiensi proyek-proyek yang memusatkan perhatian pada ketenagakerjaan yang mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan lebih baik serta meningkatkan produktivitas jangka panjang. “Mengurangai kesenjangan kualitas kerja tidak hanya akan mencapai tujuan kesejahteraan tapi – dengan gabungan kebijakan yang tepat – dapat meningkatkan produktivitas dan kekebalan terhadap kejutan ekonomi di masa mendatang,” demikian makalah. “Sejumlah perangkat-perangkat ini termasuk perlindungan kerja yang terancang baik, pajak tidak memberatkan serta rendahnya beban administrasi bagi pekerja mandiri”.
Makalah juga menegaskan bahwa perangkat perlindungan sosial, apabila dirancang dengan baik, “membantu mendorong dan mempertahankan pendapatan di antara kelompok yang paling rentan tapi juga akan memperoleh dampak berlapis yang melebihi kelompok ini, mendorong pekerjaan dan pendapatan pada tingkat agregasi”.
“Berbagai peristiwa baru-baru ini di Timur Tengah dan Afrika Utara menegaskan pentingnya ketenagakerjaan dan keseimbangan upah sebagai bagian dari kohesi sosial yang merupakan kunci dari pertumbuhan yang berkelanjutan”, ujar Raymond Torres, Direktur Lembaga Penelitian ILO. “Permasalahan ini jelas-jelas memerlukan perhatian yang mendesak, terutama sejak meningkatnya tren kenaikan harga makanan yang cenderung memperburuk ketimpangan upah di banyak belahan dunia”.
“Pengalaman krisis yang baru-baru ini terjadi memperlihatkan kita, agar efektif, kebijakan yang berpusat pada ketenagakerjaan tidak harus mahal. Paket stimulus fiscal yang diberlakukan di Brasil dan Indonesia – dua negara yang berhasil – merupakan yang terendah di G20”, demikian makalah.
Laporan lengkap dapat diakses melalui: www.ilo.org/inst
Laporan lengkap tetang kajian di Indonesia dapat diakses melalui http://www.ilo.org/public/english/bureau/inst/download/cr_indonesia_e.pdf
Untuk informasi lebih lanjut dan wawancara dengan para pengarang rangkaian studi ini serta makalah sintesis, hubungi Departemen Komunikasi dan Informasi Publik di +4122/799-7912, [email protected]. Untuk para broadcasters: untuk informasi materi tayangan hubungi Radio/TV unit at +4122/799-7935, [email protected]