COVID-19: Mempromosikan pengembangan keterampilan
Instruktur pelatihan keterampilan di Indonesia bergerak menuju transformasi digital
Pandemi COVID-19 telah mempercepat transformasi digital di seluruh aktivitas manusia, termasuk dalam sektor pelatihan keterampilan. Karenanya, instruktur pelatihan perlu mengembangkan kemampuan digital mereka agar dapat menyelenggarakan pelatihan daring dengan lebih efektif.
19 Maret 2021
Transformasi daring di BLK/BBPLK memainkan peran kunci, bukan hanya untuk merespons situasi pandemi di mana pertemuan tatap muka dibatasi, namun juga untuk mengatasi rintangan geografis dan memungkinkan BLK/BBPLK menjangkau lebih banyak peserta, termasuk mereka yang tinggal di perdesaan.Tujuan kami adalah mengubah pusat pelatihan agar lebih dari sekedar institusi pelatihan tradisional dan ini membutuhkan peran strategis dari para instruktur."
Fauziah, Direktur Pembinaan Instruktur dan Tenaga Pelatihan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker)
“Pelatihan daring dapat menjawab tantangan ini dan memungkinkan lebih banyak orang untuk mengakses program pelatihan yang terjangkau dan fleksibel. Tujuan kami adalah mengubah pusat pelatihan agar lebih dari sekedar institusi pelatihan tradisional dan ini membutuhkan peran strategis dari para instruktur,” ujar Fauziah, Direktur Pembinaan Instruktur dan Tenaga Pelatihan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam acara pembukaan kursus daring ini pada Senin, 15 Maret.
Sebanyak 99 instruktur terpilih dari 208 aplikasi yang diterima. Pelatihan daring ini merupakan replikasi dari pelatihan keterampilan digital bagi instruktur BLK yang dipelopori oleh proyek Perempuan dalam STEM ILO. Berbeda dengan program pelatihan sebelumnya yang menargetkan seluruh BLK di tingkat nasional, regional dan komunitas, kegiatan pelatihan kali ini dilaksanakan ILO melalui proyek pengembangan keterampilan (InSight II) dan perlindungan pengangguran (UNIQLO) yang hanya terfokus pada BLK di tingkat nasional yang akan menjadi penyelenggara 28 jurusan pelatihan daring yang baru dikembangkan oleh Kemnaker.
Kazutoshi Chatani, Spesialis Ketenagakerjaan ILO, mengapresiasi antusiasme dari para pendaftar. “Kami memilih peserta berdasarkan motivasi dan prakarsa bagaimana mereka berencana mengaplikasikan keterampilan yang didapat dari pelatihan ini. Kami mengucapkan selamat kepada seluruh peserta dan berharap pelatihan ini dapat memberi manfaat dalam mendukung peran sebagai instruktur pelatihan,” Kazutoshi memberikan selamat kepada para instruktur terpilih.
Para peserta akan dibagi menjadi tiga kelompok yang terdiri dari 33 instruktur dengan durasi tiga minggu untuk masing-masing kelompok. Selama pelatihan, peserta diharapkan dapat belajar secara mandiri dengan mengakses materi pelatihan yang tersedia di pelantar pelatihan daring kemnaker, menghadiri webinar dan melakukan simulasi pelatihan daring.Kami mengucapkan selamat kepada seluruh peserta dan berharap pelatihan ini dapat memberi manfaat dalam mendukung peran sebagai instruktur pelatihan."
Kazutoshi Chatani, Spesialis Ketenagakerjaan ILO
Di akhir pelatihan akan dilakukan penilaian untuk mengukur kemampuan peserta dan penyusunan rencana aksi individu yang akan diterapkan di pusat pelatihan tempat masing-masing peserta bekerja. Untuk memastikan kualitas setiap rencana aksi, akan dilakukan kajian dari sesama peserta agar dapat saling memberikan umpan balik yang konstruktif.
“Melalui sesi pelatihan campuran, kami ingin memastikan seluruh peserta dapat terlibat dalam proses pembelajaran yang interaktif. Oleh karena itu, kami mengharapkan partisipasi aktif mereka untuk membagikan ide, peluang dan juga tantangan yang dapat didiskusikan bersama di kelas,” ungkap Willian Hendradjaja, Kepala Bisnis Skilvul.
Pelatihan daring bagi para instruktur ini melengkapi upaya ILO dalam mendukung Kemnaker menyusun dua dari 28 jurusan pelatihan daring: Grafis Bergerak (Motion Graphic) dan Jaringan Komputer. Kedua jurusan ini akan diujicobakan pada bulan Mei untuk difinalisasi. Dukungan lain yang diberikan termasuk pelatihan kepemimpinan dan manajemen bagi para pimpinan BLK bekerja sama dengan Pusat Pelatihan Internasional (ITC) ILO di Italia dan studi kelayakan e-BLK.
Melalui dukungan pendanaan dari Pemerintah Jepang dan Fast Retailing Co., Ltd., ILO akan terus mempromosikan keterampilan digital dan pembelajaran daring dan membangun sinergi antara pengembangan keterampilan dan kebijakan pasar tenaga kerja lainnya.