Pengembangan keterampilan dan praktik bisnis yang bertanggung jawab

Inisiatif pelatihan ILO memperkuat kerja sama publik-swasta dalam bisnis yang bertanggung jawab dan pengembangan tenaga kerja

Melalui program pelatihan yang inovatif, ILO menjembatani kesenjangan dalam industri elektronik antara keterampilan tenaga kerja dan tuntutan industri, memberdayakan pekerja dan pengusaha dengan keahlian yang dibutuhkan untuk mendorong perilaku bisnis yang bertanggung jawab.

5 Juni 2025

Content also available in: English
The achievement video of ILO's METI-Skills Project

JAKARTA, Indonesia (Berita ILO) - Selama kurun waktu satu setengah tahun sejak diluncurkan pada 2023, Proyek Pengembangan Keterampilan dan Perilaku Bisnis yang Bertanggung Jawab ILO, yang didanai oleh Pemerintah Jepang melalui Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI), telah menyelenggarakan sembilan program pelatihan. Inisiatif ini telah memperkuat kesadaran, pengetahuan dan kapasitas pekerja dan pengusaha, khususnya di sektor elektronik. Inisiatif ini menyoroti kebutuhan penting untuk memajukan perilaku bisnis yang bertanggung jawab (RBC) melalui pengembangan keterampilan.

“Pelatihan ini memberikan wawasan yang berharga bagi para pekerja sekaligus memberdayakan mereka untuk memberikan kontribusi yang berarti bagi perusahaan masing-masing dan nantinya akan mendukung kemajuan nasional,” kata Ari Septi, Pelatih Teknis di Indonesia Mould and Dies Industry Association (IMDIA).

Dari sudut pandang perempuan, Staf Ahli SDM PT Tosoma Abadi, Nabila Ramadani, menyampaikan apresiasinya atas pelatihan ini. “Program ini menggali dan menjawab kebutuhan pekerja perempuan. Saya senang sekali, karena pelatihan yang mengutamakan dan fokus pada kebutuhan perempuan seperti ini sangat jarang.”

Senada, Ina, Staf Penjualan PT Go Trans Logistic International, berbagi pengalamannya. “Sebagai pekerja perempuan yang memiliki tanggungan keluarga, saya mendapatkan banyak wawasan berharga mengenai manfaat, hak, kewajiban dan perlindungan di tempat kerja yang dapat menjamin terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman.”

Ari, Nabila dan Ina termasuk di antara 1.205 pengusaha dan pekerja yang memperoleh manfaat dari serangkaian program pelatihan yang diselenggarakan oleh ILO untuk mendukung kesepakatan yang ditandatangani pada November 2024 antara Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, di bawah Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia, dan Yayasan Matsushita Gobel (MGF). Program pelatihan tersebut membahas topik-topik utama seperti keterampilan nonteknis, pemagangan berkualitas, RBC, pengembangan tenaga kerja dan mekanisme pengaduan untuk memperkuat hubungan bipartit.

"Pelatihan dalam praktik bisnis yang bertanggung jawab dan manajemen perilaku sangat berharga, karena pelatihan ini membekali kita untuk menghadapi tantangan masa depan seperti transformasi digital, perubahan iklim dan pergeseran tenaga kerja lainnya. Pelatihan ini penting untuk meningkatkan keterampilan agar dapat secara efektif memenuhi tuntutan yang terus berkembang," kata Anung. Widarto, Manajer Proyek di Yayasan Matsushita Gobel, yang menyambut baik kesepakatan bersama tersebut.

Training benefits video of ILO's METI-Skills Project

Prakarsa ini bertujuan untuk mengembangkan program peningkatan dan pelatihan ulang bagi para pekerja, termasuk anggota Federasi Serikat Pekerja Panasonic Gobel (FSPPG) dan pemasok di bidang otomasi industri, serta instruktur BBPVP. Dengan memperkuat pelatihan instruktur, program ini berupaya memperbarui kurikulum agar lebih selaras dengan kebutuhan industri elektronik yang terus berkembang.

Menyoroti pentingnya pelatihan bagi para instruktur, Adi Surono, Instruktur Ahli BBPVP Bekasi, menyatakan, “Pelatihan ini membekali kami dengan sistem dan metodologi terkini, yang akan kami adaptasi untuk memenuhi kebutuhan BBPVP Bekasi guna memastikan bahwa penyampaian pelatihan kami selaras dengan kebutuhan industri.”

Baik organisasi pengusaha maupun pekerja juga menyambut baik inisiatif ini. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan FSPPG menegaskan kembali komitmen mereka untuk memperkuat kolaborasi antar pekerja dan manajemen melalui promosi RBC dan pengembangan keterampilan.

“Apindo dapat mengadopsi kegiatan-kegiatan ini sebagai model untuk menyoroti peran bisnis dalam skala global. Karenanya, memastikan keberlanjutan upaya-upaya ini menjadi penting,” kata Darwoto, Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo. Begitu pula Joko Wahyudi, Presiden FSPPG, menekankan, “Praktik bisnis yang bertanggung jawab merupakan tugas bersama antara serikat pekerja dan perusahaan. Salah satu aspek utama dari bisnis yang bertanggung jawab adalah menciptakan banyak kesempatan bagi pekerja untuk mengembangkan keterampilan seumur hidup.”

Training video of ILO's METI-Skills Project

Chairul Saleh, Asisten Deputi Bidang Peningkatan Produktivitas dan Pengembangan Ekosistem Ketenagakerjaan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, menyampaikan apresiasinya atas upaya ILO dalam mempromosikan kemitraan publik-swasta dan dialog. Ia menekankan pentingnya peningkatan keterampilan dalam memastikan tenaga kerja yang kompeten dan adaptif untuk dasawarsa berikutnya, serta mempersiapkan pekerja menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang terus berkembang, termasuk gangguan pekerjaan dan peluang baru yang muncul.

Pemerintah sangat mengapresiasi proyek RBC dan Pengembangan Keterampilan ILO sebagai sebuah inisiatif kolaboratif yang melibatkan pemerintah, bisnis dan serikat pekerja,” ungkapnya. “Model yang diperkenalkan oleh proyek ini memiliki potensi signifikan untuk diperluas dan dilanjutkan mengingat tidak hanya menjunjung tinggi hak-hak mendasar tetapi juga mengintegrasikan tren global seperti otomatisasi, yang menghadirkan tantangan bagi struktur ketenagakerjaan tradisional.”

Proyek Pengembangan Keterampilan dan Perilaku Bisnis yang Bertanggung Jawab ILO berfokus pada upaya mempromosikan lingkungan bisnis yang lebih bertanggung jawab dengan meningkatkan penerapan hak untuk berusaha dan hak asasi manusia dalam kebijakan dan praktik di Indonesia, khususnya dalam industri elektronik. Proyek ini berakhir pada bulan Maret 2025.

Related content

ILO bersama mitra bisnisnya mendorong bisnis yang bertanggung jawab melalui pengembangan keterampilan

Pengembangan keterampilan dan praktik bisnis yang bertanggung jawab

ILO bersama mitra bisnisnya mendorong bisnis yang bertanggung jawab melalui pengembangan keterampilan