Indonesia – Korea mempromosikan praktik usaha yang bertanggungjawab dan CSR
JAKARTA (Berita ILO): Praktik-praktik usaha dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) telah berkembang di berbagai belahan dunia dan di Indonesia sebagai strategi usaha baru demi keberlanjutan usaha jangka panjang. Di Indonesia saja terdapat lebih dari 200 pabrik garmen yang dimiliki para investor Korea, yang kesemuanya menghasilkan merek-merek ternama.
3 Juli 2012
JAKARTA (Berita ILO): Praktik-praktik usaha dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) telah berkembang di berbagai belahan dunia dan di Indonesia sebagai strategi usaha baru demi keberlanjutan usaha jangka panjang. Di Indonesia saja terdapat lebih dari 200 pabrik garmen yang dimiliki para investor Korea, yang kesemuanya menghasilkan merek-merek ternama. Ini mewakili lebih dari 60 persen jumlah keseluruhan pabrik-pabrik garmen di Indonesia yang melayani pasar ekspor. Perusahaan-perusahaan tersebut termasuk Hansae Co., Ltd, Pan-Pacific Co, Ltd dan ShinSung TongSang Co. Ltd, masing-masing memiliki sejumlah perusahaan yang berlokasi di wilayah-wilayah strategis di Jawa.
Untuk mempromosikan praktik-praktik usaha yang bertanggungjawab dan CSR bagi para investor Korea dan seluruh komunitas usaha di Indonesia, Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO) bekerja sama dengan Kedutaan Korea dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyelenggarakan Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) pada Rabu, 4 Juli, di Hotel Shangrila, Jakarta. Forum ini akan diresmikan oleh Menteri Perdagangan, Gita Irwan Wirjawan, Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Kim Young Sun, Ketua Apindo, Sofjan Wanandi dan Direktur ILO di Indonesia, Peter van Rooij.
Forum ini pun menandai kerjasama antara perusahaan-perusahaan Indonesia dan Korea melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara Apindo dengan Kantor Dagang Korea (KOCHAM).
Forum ini menghadirkan lebih dari 100 perusahaan Korea dan komunitas usaha nasional untuk membahas dan memahami secara lebih mendalam panduan-panduan berdasarkan standar-standar kepatuhan global (global standards compliance) dan peraturan nasional Indonesia. Forum pun memberikan memberikan sarana bagi para perusahaan untuk berbagi pengalaman mengenai tantangan dan peluang yang ada serta menentukan langkah ke depan dalam membangun praktik-praktik usaha yang berkelanjutan dan bertanggungjawab.
Forum ini akan membahas mengenai prakarsa, strategi dan penerapan CSR, menyoroti strategi, praktik-praktik terbaik serta rekomendasi dari perusahaan-perusahaan multinasional (seperti Target and H&M), Apindo sebagai perwakilan perusahaan nasional dan perusahaan-perusahaan Korea di Indonesia. “Ini merupakan acara yang luar biasa bagi ketiga pihak untuk mencapai kesepakatan mengenai pentingnya peningkatan kesadaran mengenai CSR dan penerapannya bagi kalangan usaha di Indonesia. Acara ini pun merupakah sebuah langkah maju dalam mendorong kegiatan-kegiatan CSR baik untuk perusahaan Korea maupun Indonesia,” ujar Direktur ILO Peter van Rooij.
Selanjutnya, sebagai tindak lanjut dari forum CSR ini, ILO melanjutkan kerjasamanya dengan Pemerintah Korea dan lembaga terkait melalui Program Kerjasama ILO/Korea. Program ini saat ini sedang membantu Pemerintah Indonesia terkait dengan masalah ketenagakerjaan dan pengkajian mengenai dampak investasi asing langsung terhadap pasar kerja.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Gita Lingga
Staf Komunikasi ILO
Tel.: +6221 391 3112 ext. 115
Email