ILO – Yayasan Kampung Halaman Luncurkan Rangkaian Video dan Foto Pekerja Rumah Tangga oleh Remaja Indonesia

Pekerja rumah tangga (PRT) mewakili kelompok pekerja perempuan terbesar yang bekerja di dalam rumah tangga baik di negara mereka sendiri maupun di luar negeri. Meski PRT memiliki peran penting, pekerjaan rumah tangga masih belum diakui sebagai sebuah pekerjaan. Karena dilakukan di dalam rumah tangga, yang tidak dianggap sebagai sebagai tempat kerja di banyak negara, hubungan kerja mereka tidak diakui di dalam peraturan ketenagakerjaan nasional atau peraturan lainnya. Akibatnya, mereka pun tidak dapat mengenyam perlindungan kerja selaiknya pekerja lainnya.

12 Juni 2015

Content also available in: English
JAKARTA (Berita ILO): Pekerja rumah tangga (PRT) mewakili kelompok pekerja perempuan terbesar yang bekerja di dalam rumah tangga baik di negara mereka sendiri maupun di luar negeri. Meski PRT memiliki peran penting, pekerjaan rumah tangga masih belum diakui sebagai sebuah pekerjaan. Karena dilakukan di dalam rumah tangga, yang tidak dianggap sebagai sebagai tempat kerja di banyak negara, hubungan kerja mereka tidak diakui di dalam peraturan ketenagakerjaan nasional atau peraturan lainnya. Akibatnya, mereka pun tidak dapat mengenyam perlindungan kerja selaiknya pekerja lainnya. Hingga saat ini, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) memperkirakan ada sekitar 2,6 juta PRT di Indonesia; dengan 400 ribu di antaranya adalah anak-anak berusia di bawah 18 tahun.

Untuk mempromosikan hak-hak PRT, ILO bekerja sama dengan Yayaasan Kampung Halaman (YKH), akan meluncurkan serangkaian video diaries dan photo stories bertajuk “Teman Remaja Teman Setara: Sembilan Cerita Persahabatan Kami dan Pekerja Rumah Tangga” pada Jumat, 12 Juni 2015,di Epincentrum XXI, Epicentrum Ground Walk, Jakarta. Video diaries dan photo stories ini merupakan bagian dari kampanye mempromosikan pekerjaan layak untuk PRT dan penghapusan anak dalam pekerjaan rumah tangga anak, yang diluncurkan sejalan dengan peringatan Hari Dunia menentang Pekerja Anak dan Hari PRT Internasional yang jatuh pada 12 Juni dan 16 Juni.

Kampanye ini diselenggarakan ILO melalui Proyek Pekerjaan Layak bagi Pekerja Rumah Tangga untuk Menghapuskan Pekerja Rumah Tangga Anak (PROMOTE). Didanai Departemen Perburuhan Amerika Serikat, Proyek PROMOTE bertujuan mengurangi pekerja rumah tangga anak (PRTA) dengan membangun kapasitas kelembagaan mitra untuk mempromosikan Pekerjaan Layak bagi PRT secara efektif. Proyek berupaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan keahlian dalam mengurangi PRTA dan mempromosikan pekerjaan layak bagi PRT.

Pertama kalinya dilakukan, video-video ini diproduksi oleh 25 remaja usia 12-17 tahun, yang terpilih dari ratusan remaja, di Jakarta dan Makassar, memperlihatkan peran PRT dalam kehidupan mereka, interaksi keseharian dengan PRT dan kehidupan PRT dari sudut pandang anak remaja mereka. Mempergunakan kata-kata dan pilihan gambar mereka sendiri, video-video ini mendokumentasikan keseharian, perjuangan, perjalanan dan harapan PRT. Video-video ini terdiri dari empat video diaries dan lima photo stories dengan durasi keseluruhan 90 menit.

“ILO percaya video partisipatori ini akan lebih meningkatkan kesadaran dan rasa prioritas masyarakat mengenai kontribusi PRT dalam masyarakat kita. PRT harus diakui sebagai pekerja, seperti juga pekerja lainnya seperti Anda dan saya. Kesadaran akan keberadaan PRTA juga penting. Penghapusan pekerja anak telah mendapat dukungan kuat dari peta jalan penghapusan pekerja anak sehingga kita harus melanjutkan kampanye ini sebagai sebuah negara yang menuju penghapusan segala bentuk pekerjaan untuk anak,” ujar Michiko Miyamoto, Pejabat Pelaksana ILO di Indonesia, mengomentari peluncuran video-video partisipatori ini.

Pembuatan video dan cerita foto partisipatori ini diawali dengan pelatihan pembuatan video dan foto selama dua hari yang diikuti lebih dari 200 remaja dari berbagai sekolah di Jakarta dan Makassar. Selama pelatihan ini, para peserta bekerja dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari dua hingga lima orang dan secara mandiri mengidentifikasi pengalaman mereka dengan PRT dan menggali berbagai ide cerita mengenai kontribusi PRT terhadap keluarga mereka dengan menggunakan metode video diary.

“Metode video diary ini merupakan metode yang dapat membantu peserta mengenali pengalaman hidupnya selama ini untuk kemudian disikapi secara bebas dan diolah menjadi alat advokasi personal maupun kelompok. Kami berharap video dan foto ini dapat membantu masyarakat untuk mendengarkan dan memahami aspirasi dan sudut pandang kaum muda mengenai interaksi mereka dengan PRT dan kontribusi PRT terhadap keluarga mereka,” kata Rachma Safitri, Direktur Eksekutif YKH.

Pelatihan diawali dengan upaya mengidentifikasi masalah dan tantangan yang dapat membantu dalam pengembangan cerita. Bersama dengan para mentor, berbagai metode untuk mengidentifikasi masalah dipergunakan sepereti bermain peran, diskusi kelompok serta riset visual dan non-visual. Pelatihan ditutup dengan pemilihan empat video diaries dan lima photo stories oleh para juri praktisi, dengan kelompok termuda dari sekolah dasar.

Dian Herdiany, salah seorang mentor mengakui bahwa tidak mudah bagi para peserta untuk menggali kisah mengenai PRT mereka. “Kendati PRT merupakan bagian dari keseharian mereka, banyak dari mereka yang tidak mengenal PRT mereka. Bahkan sebagian tidak menyadari keberadaan PRT mereka, terutama untuk PRT yang tidak tinggal di rumah. Mereka justru lebih banyak mengenal mengenai PRT dan kontribusi mereka dalam kehidupan mereka saat pelatihan.”

Pelatihan dilanjutkan dengan pengembangan cerita dan proses produksi (pengambilan gambar, pengambilan foto dan penulisan skrip) bagi kelompok 25 remaja yang terpilih. Kegiatan ini juga melibatkan keluarga dan sekolah mereka. Setelah finalisasi, masing-masing video dan cerita foto ditayangkan di sekolah, diikuti dengan diskusi interaktif mengenai para siswa mengenai peran PRT.

Seluruh kegiatan dan proses kerja, termasuk para peserta dan mentor, untuk semua video diaries dan photo stories didokumentasikan melalui saluran media sosial guna meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai isu terkait PRT, terutama bagi kaum muda. Informasi di balik layar dapat diakses melalui Facebook “temansetara” dan twitter @temansetara dengan taggar #temansetara.

Bekerja sama dengan Cinema XXI, jaringan sinema terbesar di negara ini, peluncuran yang sama akan dilakukan di Makassar pada 16 Juni di Panakukkang XXI. Diselenggarakan sejalan dengan peringatan Hari Dunia Menentang Pekerja Anak dan Hari PRT Internasional, peluncuran ini akan menghadirkan para siswa yang memproduksi video-video ini.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Arum Ratnawati
Kepala Penasihat Teknis ILO untuk PRT
Tel.: +6221 3913112 ext. 130
Email

Gita Lingga
Staf Komunikasi ILO
Tel.: +6221 3913112 ext. 115
Email

Rachma Safitri
Direktur Eksekutif Yayasan Kampung Halaman
Tel.: +62274 7478602
Email