Ketenagakerjaan muda

ILO-UNHCR bersatu memberdayakan kaum muda Indonesia dan pengungsi muda

Indonesia merupakan rumah bagi lebih dari 13.000 pengungsi asing, termasuk generasi muda mereka. ILO-UNHCR meluncurkan inisiatif bersama mengenai pelatihan kewirausahaan bagi kaum muda Indonesia dan pengungsi muda sebagai upaya memberi mereka kesempatan untuk saling berinteraksi, meningkatkan keterampilan kewirausahaan dan memberdayakan satu sama lain.

6 September 2018

Content also available in: English
Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste dan Thomas Vargas, Perwakilan UNHCR di Indonesia menandatangani kemitraan untuk mengujicoba Pelatihan Kewirausahaan bagi Wirausaha Indonesia dan Pengungsi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dan Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR) menandatangani kemitraan untuk mengujicoba Pelatihan Kewirausahaan bagi Wirausaha Indonesia dan Pengungsi yang berjudul “Program Pelatihan Siap Usaha” di Jakarta pada 4 September 2018. Kolaborasi bersama ini ditandatangani oleh Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste dan Thomas Vargas, Perwakilan UNHCR di Indonesia.

Kemitraan ILO-UNHCR ini memberi inspirasi dan saya percaya kita dapat mencapai hasil yang baik melalui kemitraan ini. Kemitraan ini akan menjadi suara bagi mereka yang tidak mampu bersuara, khususnya kaum muda Indonesia dan pengungsi muda. Keterampilan yang mereka peroleh dalam pelatihan ini akan berguna bagi masa depan mereka saat berencana untuk membuka usaha."

Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste
Penandatanganan disaksikan oleh rektor Universitas Katolik Atma Jaya dan perwakilan Dompet Dhuafa sebagai mitra pelaksana pelatihan kewirausahaan ini. Universitas Atma Jaya adalah universitas swasta terkemuka di Indonesia dan Dompet Dhuafa, organisasi nirlaba yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, ekonomi dan pembangunan sosial.

“Kemitraan ILO-UNHCR ini memberi inspirasi dan saya percaya kita dapat mencapai hasil yang baik melalui kemitraan ini. Kemitraan ini akan menjadi suara bagi mereka yang tidak mampu bersuara, khususnya kaum muda Indonesia dan pengungsi muda. Keterampilan yang mereka peroleh dalam pelatihan ini akan berguna bagi masa depan mereka saat berencana untuk membuka usaha,” ujar Michiko Miyamoto pada saat penandatanganan kemitraan ini.

Kehidupan yang lebih baik dimulai dengan pendidikan. Kami senang menjadi bagian dari kemitraan ini karena memberikan kesempatan bagi para pengungsi untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka kepada negara dan kepada kaum muda Indonesia; sementara pada saat yang sama kaum muda Indonesia dapat berbagi inisiatif dan kemampuan mereka."

Thomas Vargas, Perwakilan UNHCR di Indonesia
Sementara Thomas Vargas mengatakan bahwa kemitraan ini merupakan contoh sempurna dari inisiatif bersama antara organisasi PBB untuk memberikan sumbangsih kepada masyarakat dan negara. “Kehidupan yang lebih baik dimulai dengan pendidikan. Kami senang menjadi bagian dari kemitraan ini karena memberikan kesempatan bagi para pengungsi untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka kepada negara dan kepada kaum muda Indonesia; sementara pada saat yang sama kaum muda Indonesia dapat berbagi inisiatif dan kemampuan mereka,” tegasnya.

Sekitar 200 peserta yang berusia 17-30 tahun dipilih untuk mengikuti program pelatihan bisnis selama enam bulan dari September 2018 hingga Februari 2019. Para peserta terdiri dari 100 orang muda Indonesia dan 100 pengungsi muda. Semua peserta harus mengikuti 40 sesi pelatihan dengan durasi 2,5 jam per sesi.

ILO dan UNHCR bersama dengan para mitra pelaksana: Universitas Atma Jaya dan Dompet Dhuafa Pelatihan ini difasilitasi oleh fasilitator dari Universitas Atma Jaya dan Dompet Dhuafa yang telah dilatih menggunakan perangkat pelatihan ILO bernama Pengembangan Usaha Berbasis Masyarakat (C-BED). C-BED merupakan program pelatihan berbiaya rendah dan mudah diterapkan untuk membantu wirausaha dan pemilik usaha merencanakan, mengembangkan dan meningkatkan usaha.

Sesi pelatihan mencakup lima tema kewirausahaan utama yang penting dalam pengembangan usaha: 1. Memulai kewirausahaan; 2. Menangani pemasaran dan penjualan; 3. Mengelola bisnis Anda; 4. Fokus pada keuangan; dan 5. Mempersiapkan masa depan.

Selain pelatihan di kelas, program ini juga memanfaatkan media sosial untuk memberikan pembelajaran mikro dan mendorong partisipasi aktif serta interaktif dari para peserta. Para peserta juga akan melakukan kegiatan kemasyarakatan di seluruh program pelatihan dan akan mendapatkan inspirasi dari pengusaha lokal sukses yang berbagi pengalaman mereka dalam mengembangkan bisnis.