People standing on stage

Hubungan industrial

ILO serahterimakan empat aplikasi keluhan kepada federasi pekerja garmen, kelapa sawit dan alas kaki Indonesia

ILO telah memutakhirkan empat aplikasi pengaduan kepada industri garmen, alas kaki dan kelapa sawit dengan mengintegrasikan fitur berbasis AI untuk meningkatkan kondisi kerja dan memberdayakan pekerja.

6 November 2025

"The handover of four grievance applications from the ILO to trade unions in Jakarta, Indonesia, on 29 October. © ILO
Content also available in: English

JAKARTA, Indonesia (Berita ILO) - ILO melalui Proyek Mewujudkan Keuntungan Perdagangan Bebas dari Diskriminasi Gender dan Pekerja Anak (RealGains), dengan pendanaan dari pemerintah Kanada, secara resmi meluncurkan empat aplikasi pengaduan yang telah diperbarui untuk memperbaiki kondisi kerja dan memberdayakan pekerja di industri garmen, alas kaki dan kelapa sawit di Indonesia. Diadakan di Jakarta pada 29 Oktober, aplikasi ini dikembangkan bekerja sama dengan lima konfederasi, satu jejaring serikat pekerja dan 14 federasi serikat pekerja.

Tiga aplikasi pertama, yaitu SoPaN SPN, Teman Garteks and Hallo Siola merupakan versi yang diperbarui dari versi pertama yang diluncurkan pada Mei 2024. Aplikasi-aplikasi ini dikembangkan untuk sektor garmen bekerja sama dengan Serikat Pekerja Nasional (SPN), Federasi Serikat Pekerja Garmen dan Tekstil (Garteks), Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Garmen dan Kulit (FSP-TSK). Ketiga federasi ini merupakan bagian dari konfederasi nasional. SPN terafiliasi dangan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Garteks dengan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) dan FSP-TSK dengan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh INdonesia (KSPSI).

Dengan pemutakhiran terkini, ketiga aplikasi ini kini diperluas ke sektor alas kaki dan mengalami peningkatan signifikan melalui penggunaan akal imitasi (AI). Saat ini, SoPaN SPN memiliki basis pengguna terbesar dengan jumlah pengguna 2,892 orang, diikuti oleh Hallo Siola sebanyak 962 pengguna dan Teman Garteks sebanyak 567 pengguna.

Kami pun berharap serikat pekerja di Indonesia akan menggunakan pelantar ini untuk memperkuat advokasi dan mendukung anggota dengan lebih baik.

Dede Sudono, Koordinator Proyek RealGains ILO

SoPaN sudah mencatat sekitar 272 keluhan dan 514 aspirasi, Hallo Siola sebanyak 159 keluhan dan 21 aspirasi, sementara Teman Garteks 70 keluhan dan 34 aspirasi. Permasalahan yang kerap dilaporkan adalah mengenai fasiitas kerja, diskriminasi, pelecehan seksual dan upah. Kendati pengguna ketiga aplikasi ini didominasi oleh pekerja pria, SoPaN memiliki perwakilan pengguna perempuan tertinggi.

Dede Sudono, Koordinator Proyek RealGains ILO, menjelaskan bahwa pemutakhiran dengan AI ini meliputi beberapa fitur kunci, yaitu: kategorisasi otomatis, tag otomatis, rekomendasi tindak lanjut dan sistem penilaian kepuasan pengguna yang dirancang khusus untuk memandu langkah-langkah resolusi dan sistem kepuasan pengguna guna memantau kualitas layanan. Seluruh peningkatan fitur ini dirancang untuk mempermudah proses penanganan keluhan, mengurangi waktu tanggapan dan meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.

“Dengan mengintegrasikan AI, kami berharap dapat memberdayakan pekerja dengan menyediakan mereka pelantar yang lebih intuitif dan transparan untuk melaporkan masalah di tempat kerja. Kami pun berharap serikat pekerja di Indonesia akan menggunakan pelantar ini untuk memperkuat advokasi dan mendukung anggota dengan lebih baik,” kata dia.

Tantangan dan langkah ke depan

A person standing on stage
© ILO
© ILO
Ketiga federasi menyusun sejumlah langkah untuk memperkuat penggunaan aplikasi pengaduan di Indonesia. 10/2025

Ketiga federasi secara terbuka mengakui manfaat penggunaan AI dalam meningkatkan aplikasi pengaduan mereka. Untuk langkah ke depan, mereka menyusun sejumlah langkah untuk memperkuat penggunaan, termasuk mengalokasikan anggaran tahunan untuk pemeliharaan, melakukan program peningkatan kesadaran secara rutin bagi pekerja di sektor garmen dan alas kaki dan menunjuk tim IT khusus.

Iwan Kusmawan, Ketua SPN, menekankan komitmen lembaganya: “Merupakan tanggung jawab kami untuk memastikan keberlanjutan aplikasi pengaduan ini. Dengan pemutakhiran terkini, kami akan lebih proaktif, tidak hanya mendorong pekerja untuk melaporkan keluhan mereka, namun juga menggunakan aplikasi berbasis AI ini sebagai mekanisme advokasi resmi kami. Ini menandai langkah yang sangat signifikan dalam memperkuat suara pekerja dan mempromosikan kondisi kerja layak.”

Aplikasi ini tidak hanya bermanfaat bagi manajemen, tapi juga bagi pekerja karena memberikan sarana yang aman dan mudah diakses untuk menyuarakan aspirasi mereka. Karenanya, memastikan anonimitas dan menjaga data pribadi menjadi kunci untuk mendorong pekerja lebih berani melaporkan keluhan mereka.

Trisnur Priyanto, Ketua Garteks

Hal serupa juga diungkapkan Dion Untung Wijaya, Perwakilan Kepala FSP-TSK, yang menekankan nilai aplikasi ini bagi federasinya: “Aplikasi ini sangat bermanfaat bagi federasi kami, khususnya setelah pemutakhiran dan perluasan sektor. Aplikasi ini telah mendorong pekerja untuk melaporkan masalah terkait kekerasan dan pelecehan. Kami berencana untuk memaksimalkan pengunaannya guna meningkatkan densitas serikat dan mendorong partisipasi pekerja perempuan di serikat pekerja.”

Sementara Trisnur Priyanto, Ketua Garteks, berkata,“Kami ingin mengedukasi pekerja bahwa mengajukan keluhan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman. Aplikasi ini tidak hanya bermanfaat bagi manajemen, tapi juga bagi pekerja karena memberikan sarana yang aman dan mudah diakses untuk menyuarakan aspirasi mereka. Karenanya, memastikan anonimitas dan menjaga data pribadi menjadi kunci untuk mendorong pekerja lebih berani melaporkan keluhan mereka.”

Aplikasi baru untuk sektor kelapa sawit

People standing on stage
© ILO
© ILO
Acara ini juga menandai peluncuran situs web dan aplikasi pengaduan baru khusus bagi sektor kelapa sawit di Indonesia. 10/2025

Acara ini juga menandai peluncuran situs web dan aplikasi pengaduan baru khusus bagi sektor kelapa sawit. Aplikasi ini dikembangkan bekerja sama dengan Jaringan Serikat Pekerja Kelapa Sawit Indonesia (JAPBUSI)—yang terdiri dari koalisi 11 federasi yang mewakili lebih dari 100.000 pekerja di seluruh Indonesia. Aplikasi ini dirancang khusus sesuai dengan karekteristik dan kebutuhan unik dari pekerja sawit.

Situs web dan aplikasi keluhan JAPBUSI juga mengintegrasikan fitur canggih seperti klasifikasi otomatis berbasis AI, penandaan otomatis dan rekomendasi tindak lanjut pengaduan. Dengan menggunakan teknologi ini, pelantar ini diharapkan dapat meningkatkan pemberian layanan, membina dialog sosial yang lebih kuat dan berkontribusi dalam perlindungan hak pekerja sawit dengan lebih baik.

Dengen memberikan pelantar yang responsif, aman dan mudah diakses, kami berupaya membina budaya saling menghormati dan bertanggung jawab seraya memberdayakan pekerja, terutama perempuan.

Nursanna Marpaung, Sekretariat Eksekutif JAPBUSI

Nursanna Marpaung, Sekretariat Eksekutif JAPBUSI, mengungkapkan komitmen yang kuat dari koalisi guna memastikan penerapan yang efektif dari mekanisme pengaduan baru ini. Ia juga menekankan bahwa JAPBUSI siap untuk mengambil langkah tindak lanjut konkret termasuk melakukan kampanye sosialisasi, mengadvokasi kasus perorangan dan memperkuat kapasitas lembaga dalam mengelola dan menanggapi keluhan secara efektif.

“Kami melihat aplikasi ini sebagai perangkat penting dalam mengatasi masalah tekait dengan Prinsip-prinsip dan Hak-hak Mendasar di Tempat Kerja serta pelecehan dan kekerasan berbasis gender di sektor ini. Dengen memberikan pelantar yang responsif, aman dan mudah diakses, kami berupaya membina budaya saling menghormati dan bertanggung jawab seraya memberdayakan pekerja, terutama perempuan,” ujarnya.

Acara ini diakhiri dengan pemberian penghargaan bagi 16 video kampanye yang terpilih dari total 26 video yang dikirmkan oleh anggota ketiga federasi dan JAPBUSI. Video-video tersebut telah ditayangkan di TikTok dan Instagram dan disukai sebanyak 2.000 kali.

Acara peluncuran ini diadakan secara tatap muka dan daring serta disiarkan langsung melalui ILO TV Indonesia, yang dihadiri dan disaksikan oleh sekitar 300 peserta dan pemirsa.

People standing on stage
© ILO
© ILO
Acara ini diakhiri dengan pemberian penghargaan bagi 16 video kampanye yang terpilih yang dikirmkan oleh anggota ketiga federasi dan JAPBUSI. 10/2025

Related content

Mewujudkan keuntungan perdagangan bebas dari diskriminasi gender dan pekerja anak (RealGains)
a woman worker pushed a pickup truck that will be uploaded with palm oil fruits

Proyek

Mewujudkan keuntungan perdagangan bebas dari diskriminasi gender dan pekerja anak (RealGains)

ILO dan serikat pekerja luncurkan aplikasi pengaduan berbasis AI bagi sektor garmen, alas kaki dan kelapa sawit Indonesia
10 persons standing on the stage

Siaran pers

ILO dan serikat pekerja luncurkan aplikasi pengaduan berbasis AI bagi sektor garmen, alas kaki dan kelapa sawit Indonesia

Relevant projects

Mewujudkan keuntungan perdagangan bebas dari diskriminasi gender dan pekerja anak (RealGains)
a woman worker pushed a pickup truck that will be uploaded with palm oil fruits

Proyek

Mewujudkan keuntungan perdagangan bebas dari diskriminasi gender dan pekerja anak (RealGains)