Ketahanan pangan dan pembangunan pedesaan
ILO paparkan pengalaman membangun ketahanan pangan dan mata pencarian berkelanjutan
Ketahanan pangan merupakan salah satu hambatan pembangunan utama di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia. Ketahanan pangan sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim pertanian dan musim. Sejumlah upaya telah dilakukan Pemerintah Daerah NTT untuk mendorong produksi pertanian dan mengadopsi langkah-langkah penunjang bagi para petani.
22 November 2016
Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), bekerja sama dengan Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), telah mengembangkan program bersama selama dua tahun mengenai pekerjaan layak untuk ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan di NTT. Dipimpin oleh Kementerian Desa, program bersama ini didanai Luxembourg Agency for Development Cooperation dan ILO, terfokus pada perbaikan produktivitas kerja, peningkatan peluang kerja dan perluasan kesempatan kewirausahaan pada rantai nilai makanan berbasis pertanian utama, khususnya jagung, rumput laut dan ternak.
ILO terus melanjutkan kerjasama dengan Pemerintah Indonesia untuk melihat bagaimana prakarsa-prakarsa dan pendekatan-pendekatan yang dilakukan untuk mempromosikan ketahanan pangan ini dapat direplikasi dan diadaptasi di daerah-daerah lainnya. Mengingat pembangunan pedesaan merupakan salah satu prioritas utama untuk Indonesia, kami berharap berbagai pelajaran dan pengalaman dari program bersama ini dapat terus dilanjutkan untuk memberikan masyarakat setempat keterampilan dan kapasitas yang lebih baik guna meningkatkan produktivitas dan daya saing serta meningkatkan pendapatan dan mata pencarian para petani."
Francesco d’Ovidio, Direktur ILO di Indonesia
Untuk berbagi kemajuan yang sudah dicapai dalam mendorong ketahanan pangan dan pembangunan desa berkelanjutan di NTT, ILO menyelenggarakan lokakarya berbagi informasi nasional mengenai ketahanan pangan dan pembangunan pedesaan pada Rabu, 23 November 2016, di Jakarta. Acara ini akan diresmikan oleh Menteri Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, Direktur Departemen Sektoral ILO Jenewa, Alette Van Leur, dan Direktur ILO untuk Indonesia, Francesco d’Ovidio. Acara ini akan menandai penutupan program bersama ini.
“ILO terus melanjutkan kerjasama dengan Pemerintah Indonesia untuk melihat bagaimana prakarsa-prakarsa dan pendekatan-pendekatan yang dilakukan untuk mempromosikan ketahanan pangan ini dapat direplikasi dan diadaptasi di daerah-daerah lainnya. Mengingat pembangunan pedesaan merupakan salah satu prioritas utama untuk Indonesia, kami berharap berbagai pelajaran dan pengalaman dari program bersama ini dapat terus dilanjutkan untuk memberikan masyarakat setempat keterampilan dan kapasitas yang lebih baik guna meningkatkan produktivitas dan daya saing serta meningkatkan pendapatan dan mata pencarian para petani,” ujar Francesco d’Ovidio, Direktur ILO di Indonesia.
Acara ini bertujuan memperlihatkan dan berbagi pencapaian dalam ketahanan pangan dan pembangunan pedesaan serta tantangan dalam penerapannya. Acara ini juga memberikan sarana berbagi pelajaran dan praktik-praktik terbaik guna memastikan prakarsa dan pendekatan yang dilakukan dapat diarusutamakan di Indonesia. Sejumlah kisah keberhasilan yang inspiratif disampaikan para penerima manfaat langsung, yang menekankan pada pendekatan partisipatif dan keterlibatan kaum perempuan dan muda serta kewirausahaan pedesaan untuk tata kelola berlanjutan.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Irham SaifuddinStaf ILO untuk Pembangunan Pedesaan
Tel.: +6221 391 3112 ext. 103
Email: [email protected]
Yunirwan Gah
Koordinator Proyek ILO untuk Ketahanan Pangan
Email: [email protected]
Gita Lingga
Staf Komunikasi ILO
Tel.: +6221 391 3112 ext. 115
Email: [email protected]