ILO luncurkan kampanye untuk tingkatkan produktivitas dan daya saing usaha kecil menengah di Indonesia

Usaha kecil menengah (UKM) merupakan salah satu motor penggerak perkembangan usaha di Indonesia, dengan menyediakan 60 persen kesempatan kerja kepada baik pekerja perempuan maupun laki-laki. Pembangunan ekonomi yang berkelanjutan pun terletak pada pengembangan UKM yang kompetitif, kokoh, dan dapat terus berkembang, bahkan di tengah sulitnya kondisi pasar.

30 Oktober 2012

Content also available in: English

JAKARTA (Berita ILO): Usaha kecil menengah (UKM) merupakan salah satu motor penggerak perkembangan usaha di Indonesia, dengan menyediakan 60 persen kesempatan kerja kepada baik pekerja perempuan maupun laki-laki. Pembangunan ekonomi yang berkelanjutan pun terletak pada pengembangan UKM yang kompetitif, kokoh, dan dapat terus berkembang, bahkan di tengah sulitnya kondisi pasar.

UKM pun kerapkali lebih fleksibel, inovatif dan cepat tanggap dibandingkan dengan perusahaan yang lebih besar. Namun, bentuk usahanya yang kecil menjadikan UKM sangat rentan terhadap guncangan dari luar. Karenanya, di Indonesia, seperti juga terjadi banyak negara, UKM menghadapi banyak kesulitan dalam mempertahankan keberlangsungan usaha akibat, di antaranya, perjanjian perdagangan bebas ASEAN-Cina.

Untuk membantu UKM agar lebih produktif, berdaya saing dan berkelanjutan, ILO akan menyelenggarakan sebuah Lokakarya bertajuk “Cara Jitu dan Tips-Triks menuju UKM Berproduktivitas Tinggi”, pada 1 November di Balai Kartini, Jakarta. Para pelaku UKM akan diperkenalkan pada praktik-praktik usaha yang dapat mengembangkan potensi UKM dalam menciptakan lapangan kerja di Indonesia. Lokakarya ini pun akan memperkenalkan manfaat besar penerapan praktik-praktik kerja yang baik dan bertanggung jawab terhadap produktivitas dan daya saing UKM.

Lokakarya ini akan dilakukan ILO melalui Program Keberlanjutan melalui Usaha yang Kompetitif dan Bertanggungjawab (Sustaining Competitive and Responsible Enterprises/SCORE). Diluncurkan sejak tahun 2010, program ini dirancang untuk membantu UKM Indonesia meningkatkan kualitas dan produktivitas, memperbaiki kondisi kerja dan mengurangi kerusakan lingkungan. Program SCORE memperkenalkan UKM pada gagasan peningkatan produktivitas yang dapat diraih melalui peningkatan kondisi kerja dan komunikasi antara pengusaha dan pekerja.

Lokakarya ini juga menandai peluncuran kampanye ILO-SCORE untuk mempromosikan pentingnya kerja sama antara pekerja dan manajemen sebagai upaya mencapai kesejahteraan bersama. Kampanye yang bertajuk “Sukses Milik Bersama” akan dilaksanakan di Jakarta dan Makassar dengan tujuan untuk meningkatkan praktik-praktik usaha serta kerjasama tim di tempat kerja.

“ILO sangat mendukung upaya peningkatan daya saing dan keseluruhan kinerja UKM, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi. Kampanye ini merupakan bagian dari upaya tersebut. Kampanye ini secara spesifik bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai keterpaduan antara kerja sama pengusaha dan pekerja dan produktivits. Kerja sama tidak membutuhkan biaya namun dapat memberikan keuntungan nyata terhadap perusahaan, seperti peningkatkan kualitas, produktivitas dan motivasi, serta penurunan angka kecelakaan kerja dan ketidakhadiran karena sakit. Ini merupakan pesan kunci yang diharapkan dapat diperoleh UKM dari kampanye ini,” kata Peter van Rooij, Direktur ILO di Indonesia.

Dalam pelaksanaan kampanye ini, beragam bentuk alat komunikasi akan dipergunakan. Selain penyebarluasan poster, brosur, dan selebaran, acara bincang-bincang dan layanan masyarakat melalui radio juga akan dilakukan guna meningkatkan kesadaran semua pelaku UKM yang terlibat mengenai praktik-praktik kerja yang baik dan mudah diterapkan. Kampanye ini pun akan menggunakan media sosial yang interaktif melalui twitter dan facebook: @SCORE_Indonesia dan Score Indonesia. Media sosial akan menjadi sumber informasi dan forum interaktif bagi para pelaku UKM, baik pengusaha maupun pekerja, dalam mendapatkan informasi terkait dengan penerapan praktik kerja baik dan bertanggungjawab.

Praktik kerja yang baik dan bertanggungjawab yang dipromosikan dalam kampanye ini telah diadopsi oleh perusahaan-perusahaan internasional dan selama dua tahun terakhir ini telah diterapkan pada UKM di Indonesia dengan bantuan program ILO-SCORE.

Program ILO-SCORE didanai Sekretaris Negara untuk Bidang Ekonomi Swiss (SECO) dan Badan untuk Kerja Sama Pembangunan Nowergia (NORAD). Program ini juga didukung oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), konfederasi serikat pekerja nasional dan Yayasan Dharma Bhakti Astra. Indonesia terpilih sebagai salah satu dari tujuh negara yang melaksanakan program SCORE secara global, yaitu India, Cina, Afrika Selatan, Ghana, Vietnam dan Kolombia.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Januar Rustandie
Manajer Program ILO-SCORE
Tel.: +6221 3913112 ext. 118
Email


Fasrul
Staf Program ILO-SCORE|
Tel.: +6221 3913112 ext. 162
Email


Gita Lingga
Humas
Tel.: +6221 3913112 ext. 115
Email