COVID-19: Mempromosikan pengembangan keterampilan

ILO dorong semakin banyak perempuan berkarier di bidang TIK

Pekerjaan di bidang teknologi dan komunikasi (TIK) berkembang pesat sejalan dengan perkembangan cepat teknologi. ILO mendorong semakin banyak perempuan ikut berpartisipasi dalam bidang ini.

13 Oktober 2020

Content also available in: English
Guna mendorong semakin banyak perempuan yang terjun ke dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia, ILO meluncurkan program pelatihan dan penyiapan tenaga kerja, khususnya pekerja perempuan, bidang pemrograman web. Bidang pekerjaan terkait TIK saat ini memang masih didominasi pekerja laki-laki dengan hanya 28 persen pekerja perempuan.

Seorang siswa perempuan mengambil bidang STEM di salah satu BLK Program ini merupakan bagian dari program Perempuan dalam Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika (STEM) ILO yang berupaya mendorong keterlibatan perempuan dalam bidang pekerjaan terkait STEM. Program ini pun akan menjaring 500 peserta dari seluruh Indonesia untuk mengikuti pelatihan selama tiga bulan yang diselenggarakan bersama lembaga pelatihan Clevio Coder Camp dan produsen komputer Axioo Class Program, dua lembaga pelatihan digital.

Karenanya pelatihan ini berperan penting untuk menguatkan sektor TIK Indonesia agar dapat memenuhi peningkatan kebutuhan digital dan menjawab tantangan revolusi industri 4.0."

Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia
Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia, mengingatkan bahwa pasar kerja Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta orang dengan talenta digital dalam kurun waktu 15 tahun mendatang, Perkembangan drastis sektor TIK ini pun disokong industri perdagangan yang elektronik yang nilai perdagangannya diperkirakan mencapai 65 milar dolar AS pada 2022.

“Karenanya pelatihan ini berperan penting untuk menguatkan sektor TIK Indonesia agar dapat memenuhi peningkatan kebutuhan digital dan menjawab tantangan revolusi industri 4.0. Anda menjadi sumber harapan bagi pemulihan perekonomian dan masa depan Indonesia,” ujar Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia saat meluncurkan program ini secara virtual dihadapan 200 peserta pada 10 Oktober.

Pekerja TIK siap kerja

Selain meningkatkan jumlah perempuan dalam bidang TIK, program pelatihan ini pun bertujuan untuk menciptakan pekerja TIK yang siap bekerja, terutama di saat pandemi COVID-19 yang sangat membutuhkan talenta digital untuk melakukan pekerjaan dari rumah. Program ini pun tidak hanya menitikberatkan pada masalah aspek teknis, namun juga mempersiapkan kemampuan non-teknis, termasuk kemampuan berwirausaha.

Tujuan program ini adalah melatih siswa setingkat sekolah kejuruan agar siap bekerja di bidang terkait TIK atau membuka usaha dengan memanfaatkan kemajuan teknologi."

Santy Otto, Koordinator Proyek Perempuan dalam STEM Indonesia
“Tujuan program ini adalah melatih siswa setingkat sekolah kejuruan agar siap bekerja di bidang terkait TIK atau membuka usaha dengan memanfaatkan kemajuan teknologi,” ujar Santy Otto, Koordinator Proyek Perempuan dalam STEM Indonesia. “Tidak hanya di Indonesia, kegitan serupa dilakukan juga di Filipina dan Thailand.”

Mengenai metode pelatihan, Siska Oetami, Pendiri Clevio Coder Camp, menjelaskan materi pembelajaran akan lebih terfokus pada praktik dan akan mempergunakan metode campuran yang memadukan pembelajaran virtual dengan pendampingan dan mandiri.

“Selain pembelajaran dengan pendampingan dari para sejumlah fasilitator, para peserta juga diwajibkan untuk melakukan praktik secara mandiri melalui platform learning management system dalam bentuk beragam proyek dan pekerjaan rumah. Dengan metode ini, para peserta diharapkan siap untuk bekerja saat pelatihan ini selesai,” ungkap Siska.

Selain pembelajaran dengan pendampingan dari para sejumlah fasilitator, para peserta juga diwajibkan untuk melakukan praktik secara mandiri melalui platform learning management system dalam bentuk beragam proyek dan pekerjaan rumah. Dengan metode ini, para peserta diharapkan siap untuk bekerja saat pelatihan ini selesai."

Siska Oetami, Pendiri Clevio Coder Camp
Program yang didukung oleh J.P Morgan ini diberikan secara gratis dan bersifat inklusif dengan membuka kesempatan bagi para penyandang disabilitas. Semua calon peserta dengan mudah mendaftarkan diri dengan mengisi formulir di laman http://s.id/digdev untuk mengikuti proses seleksi.

Program ini merupakan bagian dari program sejenis yang telah dilakukan Proyek Perempuan dalam STEM ILO sejak pertengahan tahun ini. Salah satu program yang telah dilakukan berupa pelatihan TIK bagi pelaku industri ritel menyusul hilangnya pekerjaan dan pendapatan akinat pandemi COVID-19. Program ini diikuti sebanyak 624 peserta yang terfokus pada pelatihan membuka aplikasi toko daring, pengelolaan administrasi toko daring dan pendampingan usaha.

Sementara program lainnya terfokus peningkatan kemampuan para instruktur balai latihan kerja (BLK) di Indonesia dalam memberikan pembelajaran secara digital. Program pelatihan, yang diselenggarakan untuk kedua kalinya, akan dihadiri oleh 120 instruktur BLK dari 27 provinsi ini menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk mempercepat transformasi pembelajaran digital.

Related content

Toko daring bantu pengusaha disabilitas penuhi tantangan COVID

Dampak kami, suara mereka

Toko daring bantu pengusaha disabilitas penuhi tantangan COVID