ILO dan mitranya tandatangani Deklarasi mempromosikan kesempatan kerja yang lebih besar bagi penyandang disabilitas
ILO dan mitranya berupaya meningkatkan Unit Layanan Disabilitas Bidang Ketenagakerjaan di bawah Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Tengah untuk menciptakan dunia kerja yang inklusif di Indonesia.
8 Agustus 2022
Diselenggarakan pada tanggal 3 Agustus di Semarang, Jawa Tengah, acara penandatanganan Deklarasi Kerja Sama ini untuk Mempromosikan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas melalui Unit Layanan Disabilitas Bidang Ketenagakerjaan yang menandai peluncuran proyek percontohan peningkatan unit layanan disabilitas bidang ketenagakerjaan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Tengah.
Deklarasi Kerja Sama ini menyoroti pentingnya pencocokan pekerjaan sebelum pelaksanaan bursa kerja untuk menghubungkan perusahaan dengan pencari kerja disabilitas. Ini juga menggarisbawahi peran penting dari setiap organisasi yang terlibat dalam mempromosikan kesempatan kerja yang setara dan tempat kerja yang inklusif. Pembelajaran dan praktik baik yang diambil dari proyek percontohan ini akan dapat direplikasi dan meningkatkan kegiatan serupa untuk unit layanan disabilitas bidang ketenagakerjaan di berbabgai provinsi dan wilayah lainnya.Jika kita fokus pada kemampuan yang ditawarkan dan dukungan apa yang dibutuhkan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi staf kita, termasuk staf dengan disabilitas, kita pasti dapat mencapai kesuksesan. Ini artinya tidak ada alasan untuk tidak mempekerjakan penyandang disabilitas."
Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia
Dalam sambutan pembukaannya, Michiko merefleksikan pengalamannya selama 25 tahun dalam mengelola kerja tim yang menonjolkan bakat individu. “Jika kita fokus pada kemampuan yang ditawarkan dan dukungan apa yang dibutuhkan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi staf kita, termasuk staf dengan disabilitas, kita pasti dapat mencapai kesuksesan. Ini artinya tidak ada alasan untuk tidak mempekerjakan penyandang disabilitas. Memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka bukanlah sebuah amal, tetapi sebuah martabat,” ujarnya di hadapan 150 peserta yang hadir dalam acara tersebut secara daring dan luring.
Semangat yang sama juga disampaikan Candra Yuliawan, Kepala Dinas Penempatan dan Transmigrasi mewakili Sakina Rosellasari, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Tengah. “Kami senang terpilih menjadi proyek percontohan dan kami berkomitmen untuk meningkatkan layanan yang diberikan oleh layanan disabilitas bidang ketenagakerjaan ini,” ujarnya.Kami senang terpilih menjadi proyek percontohan dan kami berkomitmen untuk meningkatkan layanan yang diberikan oleh layanan disabilitas bidang ketenagakerjaan ini."
Candra Yuliawan, Kepala Dinas Penempatan dan Transmigrasi mewakili Sakina Rosellasari, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Tengah
Dari sudut pandang pengusaha, perwakilan Apindo dan program BWI menekankan komitmen mereka untuk mendorong anggota-anggota perusahaan mereka menyediakan akses dan kesempatan kerja yang lebih besar bagi penyandang disabilitas. “Berdasarkan pengalaman saya, para pekerja penyandang disabilitas itu berbakat, loyal dan rajin. Bahkan produktivitasnya lebih tinggi,” ungkap Darwoto, Kepala Advokasi Apindo.
Acara penandatanganan dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Dalam pemaparannya, Tendy Gunawan, Staf Program ILO untuk Inklusivitas, memperkenalkan Jejaring Bisnis dan Disabilitas Indonesia (JBDI), sebuah inisiatif unik yang dipimpin oleh pengusaha untuk mempromosikan inklusivitas penyandang disabilitas di tempat kerja secara nasional. Ia juga mendorong perusahaan yang berpartisipasi dalam acara diskusi ini untuk menjadi bagian dari JBDI sehingga dapat menjadi bagian dari gerakan global dan nasional menuju tempat kerja yang inklusif.
Saat diskusi interaktif yang dimoderatori oleh Khusnul Khuluq, Staf Program Kerjabilitas, sebuah pelantar ketenagakerjaan daring yang menghubungkan pencari kerja disabilitas dengan pengusaha, sejumlah perusahaan yang berpartisipasi berbagi pengalaman dan praktik baik mereka dalam merekrut dan mempekerjakan penyandang disabilitas. Beberapa manfaat yang diperoleh perusahaan antara lain produktivitas yang lebih tinggi, lingkungan kerja yang lebih baik, tingkat absensi yang rendah, pergantian pekerja yang rendah, pencapaian target yang lebih baik dan lain sebagainya.Berdasarkan pengalaman saya, para pekerja penyandang disabilitas itu berbakat, loyal dan rajin. Bahkan produktivitasnya lebih tinggi."
Darwoto, Kepala Advokasi Apindo
Acara ditutup dengan sosialisasi survei yang menyasar perusahaan dan individu. Survei ini bertujuan untuk mengumpulkan jenis kegiatan yang dilakukan oleh para perusahaan dan individu dalam mempromosikan kesempatan kerja yang sama bagi penyandang disabilitas.
“Hasil survei tersebut akan menjadi dasar bagi kami untuk menghubungkan perusahaan dan calon pekerja disabilitas yang akan mengikuti bursa kerja pada Desember mendatang yang diselenggarakan sejalan dengan peringatan Hari Penyandang Disabilitas Internasional,” tambah Tendy.
Untuk informasi lebih lanjut tentang JBDI, klik di sini.
Related content
Bursa kerja pertama bagi disabilitas di Jawa Tengah, menawarkan akses pekerjaan yang lebih besar bagi penyandang disabilitas